Selasa, 16 Maret 2010

Baju hijau part 9 (sebuah perjalanan)

Hari yang dinanti akhirnya tiba juga, pagi itu matahari seolah menyambut mereka dgn sinarnya, membakar semangat ditiap relung jiwa, semangat yg terpaksa hadir, akibat keadaan yg tidak bisa diubah lagi. Kadang ketika seseorang yakin dgn semangatnya yg menggebu, ia akan terperangkap di sebuah tempat yg membutuhkan lebih banyak lagi pengorbanan dari kehidupannya, intinya, bahwa keadaan yg bagaimanapun yg ingin kita raih, akan terasa kurang, kala kita telah berada di titiknya, dan akan terus terulang bagai sebuah garis lingkar yg tidak berkeputusan, dan kita tidak menyadarinya, bahwa kita tidak akan merasa pernah puas dgn apapun yg kita terima, karena hidup memang memerlukannya, tanpa nafsu dan ambisi, bumi ini akan kering dan tak menarik lagi, namun dgn itu pula nanti bumi akan berhenti berotasi, who knows?...
Jadwal kegiatan telah jelas di informasikan, pagi itu, selesai melaksanakan apel, seluruh peserta diminta untuk mengumpulkan semua barang2 yg akan ditinggal, dan hanya membawa yg benar2 diperlukan saja, seperti obat2an dsb, karena segala kebutuhan hidup selama masa pelatihan, telah dipersiapkan oleh pihak pusdikpassus.
Yanto memastikan kembali barang2 yg akan dibawanya, dan semua yg diperlukannya dimasukan ke dalam plastik sisa belanja di alfa, ia pun menitipkan kepada temannya yg membawa tas, jadi 1 tas untuk 3 orang, lebih hemat tempat. Setelah yakin semua beres, yanto berkumpul kembali ke lapangan apel dgn membawa tas nya yg akan ditinggalkan, lumayan memakan waktu sampai semuanya berkumpul dan kembali di bentuk barisan, kali ini menurut asal jobsite. Tersenyum sendiri ia kala melihat kenyataan jobsite asalnya hanya mengirimkan 3 orang saja, benar2 orang2 yg menyedihkan pikirnya dalam hati. Selain tas yg dikumpulkan, mereka juga harus rela sarana komunikasi yg mereka punya jg harus disita, tanpa mau mengambil resiko, yanto terpaksa ikut mengumpulkan hp nya, setelah sebelumnya ia melepas baterainya dan menempatkannya disebuah wadah bersama dgn dua temannya sesuai dgn asal jobsite, agar nanti lebih mudah saat pengambilannya.
Memberi pengertian kepada dirinya sendiri, bahwa kesanggupan terpisahkan dari dunianya nanti adalah lebih dari sekedar cobaan hidup, namun juga merupakan sebuah pembuktian dari ketegaran seorang laki2, yg ingin menunjukan bahwa iapun bisa menjalani semua, tanpa hambatan yg berarti, sebuah ego yg lebih dipengaruhi oleh hormon testosteron, yang biasanya ingin selalu lebih unggul dari lawan jenisnya.
"oke, semua telah rapih, kini hanya tinggal menunggu keberangkatan". Memakai baju yg tak pernah diganti selama beberapa hari ini, karena memang hanya diberi 1 pasang saja, sebuah kaos kuning dan strip biru, juga sebuah celana kaos training berwarna biru tua, sepatu capung putih sebagai pelengkapnya. Rencananya pukul 1 siang nanti mereka diberangkatkan dgn 5 buah bis big bird, cukup mewah memang, namun tetap saja tidak menyenangkan, seolah mengendarai kereta kencana emas dgn tujuan neraka, sebuah parodi sesungguhnya, saat melihat sesuatu dari sudut pandang perasaan yg berbeda, maka yg ditampilkan akan jauh dari semestinya yg akan ditangkap oleh panca indera.
Diatur menurut nomor barak, yanto bergegas mencari tempat duduk di dalam bis nomor 2, melihat posisi mana yg paling nyaman, ia memilih kursi pojok kiri nomor 2 dari belakang. Mengarahkan udara dingin dari atas kepalanya, untuk sejenak mendinginkan tubuh yg mulai kepanasan, terpapar terik diluar sana, pandangan yanto menerawang, menembus unit2 alat2 berat, yg telah uzur diluar sana, dalam lamunannya ia berusaha mencari jalan pulang, namun selalu tersesat seolah tidak diperbolehkan sementara untuk menjenguk keluarganya, walaupun itu hanya sebatas pikiran. Ia pun memilih berbincang dgn teman disampingnya, dan sedikit bergurau tuk sekedar menghilangkan ketegangan yg tercipta. Satu persatu mereka memasukì bisnya masing2, masih menunggu beberapa orang lagi yg belum selesai shalat dzuhur.
Ketika roda itu mulai berputar, yanto memastikan kesadarannya betul2 bersamanya, agar sinkron antara hati dan pikiran, kini ia yakin telah siap dan mengawalinya dgn doa, seiring bis itu mulai merayap, menuju kawah candradimuka. Perlahan namun pasti 3 jam perjalanan yg melelahkan itu akan berakhir disebuah tempat yg ia sendiri belum pernah membayangkannya, saat yg lainnya dapat tertidur kala mereka mulai memasuki tol cikampek, ia pun berusaha untuk terpejam, agar sedikit bisa membuat rileks tubuhnya. Jalan yg sering dilewatinya, untuk pulang kerumahnya dì daerah karawang, ia berkhayal, sang sopir membelokkan arah bisnya ke pintu keluar tol kerawang barat, tuk sekedar mampir kerumahnya, namun ia pun terpaksa kecewa, karena ternyata bis terus berjalan lurus menembus udara kering siang itu menuju bandung.
Jalan mulai berliku-liku dan penuh dgn tanjakan, memastikan bahwa mereka menuju area pegunungan, sebuah dataran tinggi di jawa barat. Langit mulai diselimuti awan mendung, walau jalan masìh kering, namun bau hujan jelas mulai tercium.
Pemandangan yg mulai nampak indah, berbagai kawasan perbukitan yg diselingi oleh areal persawahan, rapi tersusun dari atas kebawah, terasering, tekhnik pengairan yg sempurna untuk daerah seperti ini. Sesekali ia melihat jembatan rel kereta, sebuah konstruksi kuno yg mulai usang, nampaknya telah lelah menyangga besi bergandengan yg merayap diatasnya, tiap beberapa jam sekali. Berbeda mungkin perasaan yg dialami andai kondisinya berlainan sama sekali, mungkin ia akan menyanyikan lagu2 gembira disepanjang jalan, mengiringi indahnya pemandangan sekitar, bagai tamasya yang terkenang kembali dimasa kanak2nya, riang penuh tawa dan canda seolah tanpa beban yg tersandang. Tersenyum miris ia mengenang semua, ternyata menjadi seorang dewasa tidaklah mudah, namun bukan berti susah. Kini ia mulai mengetahui, mengapa kerutan pada wajah orang tuanya mulai bermunculan, sebuah pembuktian dari tubuh yg telah melewati berbagai macam berat kehidupan, sebuah cap kelulusan masih bisa bertahan, dari godaan yg menghadang.
Perjalanan ini seolah memberi kesadaran baru dalam dirinya, seperti kehidupan, harus tetap bergerak dan bertahan, tak bisa berdiam diri menerima perubahan tanpa kita mengikutinya, akan tertinggal jauh dan tersisih jika sedikit saja kita terlambat, menyadari semuanya tampak berbeda dari dirinya. Mungkin kini ia dianugerahi sebuah kerutan baru diwajahnya, seperti orang tuanya, sebuah cap kelulusan dari ujian sebelumnya, dan akan menanti ujian berikutnya, yg sesungguhnya telah disekenariokan dan berada dalam levelnya untuk dapat dilewati, sulit namun bukan berarti tidak bisa, sesuai kadar kualitas dari pribadi masing2 orang, berbeda tergantung tingkat pemahaman dan kedewasaan, ujian yg sama akan menghasilkan hal yg berbeda tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.
Sekitar 6km lagi selepas tol, daerah batujajar bandung, sebuah kawasan yg menjanjikan kualitas, bagi para lulusannya, kawasan yg sudah melegenda, mencetak para prajurit yg membanggakan, apakah pantas seorang pecundang berada disana..? apakah tidak membuang biaya saja dgn mengirimkan mereka? apakah sesuai nanti apa yg di harapkan? apakah tak sia2 semua waktu yg diberikan?. Keraguan demi keraguan semakin membuat pening kepala, semakin dekat semakin tak karuan, terjebak dalam kotak yg berjalan tanpa dapat dihentikan, ingin berontak, malah tenggelam dalam ketegangan.
"Kalau ragu, kembali sekarang juga." sebuah tulisan yg cukup besar, terbaca oleh sebagian besar dari para peserta, sebagai penanda di sebuah papan baliho, bahwa tempat yg dituju tinggal 1km lagi. Aura militer mulai terasa sekarang, saat aliran darah mengalir semakin kencang, mampukah bertahan?
Akhirnya tiba juga ditempat yg dituju, pusdikpassus batujajar bandung. Beberapa anggotanya yg memakai baret merah, menghalangi arus lalu lintas dari arah depan, memberi kesempatan untuk iring2an bis membelok ke kanan, memasuki kawasan tempat pelatihan. Wajah2 bengis itu, tanpa senyuman dan pandangan yg tajam, siap menyambut mereka dgn berbagai teriakan perintah dan makian, semakin memerah wajah yanto saat mempersiapkan dirinya untuk turun dar bis.
Sore yg sejuk, namun tidak menyejukkan, alam yg indah, namun terhalang rapat barisan seragam loreng itu, seolah memberi isyarat, bahwa tidak ada waktu untuk menikmatinya. Sebuah awal yg sangat berkesan, sabtu sore yg tak kan terlupakan, sebuah penyambutan yg dipenuhi oleh teriakan dan bentakan, menyiutkan nyali tiap2 hati. Namun masih ada kekuatan itu, yang membuat ia mampu bertahan, tuk sekedar menghadapi berbagai muka garang itu, masalahnya, dapatkah ia menyadarinya, bahwa ia masìh memiliki tekad itu, semoga.
Bersambung....
160310 2316
By, ςL∂m™

Baju hijau part 8 (sesaat sebelum keberangkatan)

Langit mendung, sesekali gerimis datang disaat yang menurut sebagian orang sangat tepat, karena tak jarang ketika gerimis datang mereka tertawa riang, terbebas dari segala rutinitas dan dapat menghemat energi dalam tubuh, yang memang harus sangat efektif dalam penggunaannya. Gerimis pula yang membuat sebagian yang lain merasa resah, karena tertunda lagi segala sesuatu yang telah direncanakan dgn matang jauh2 hari sebelumnya. Tak heran jika saat gerimis datang ada yg tersenyum, ada pula yg cemberut. Kadang terlihat lucu perbedaan yang ada, begitu nyata tak bisa dipisahkan karena memang sudah menjadi kesatuan, sebuah pertentangan yg membuat bumi ini berputar dinamis, sebuah kejadian yang berefek kebalikan, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya, kadang kita dapat mengatur harus tertawa gembira atau menangis bersedih, kala hal2 yg terjadi dalam hidup kita begitu dahsyat mempengaruhi emosi kita. Kadang kita juga tak mau tahu dan berusaha melupakan yg terjadi yg tidak sesuai dgn yg kita inginkan, walaupun sebenarnya kita tidak tahu bahwasannya hal itulah yang nantinya merubah diri kita menjadi lebih baik, yah itupun kalau kita mau jadi baik.
Semua tersenyum senang, berlarian kembali ke kamar dan barak masing2, karena tak jadi binsik siang, karena hujan datang, kejadian yg sama juga terjadi di pagi harinya, sehingga keberkahan ini dinikmati bersama2. Berkumpul di dalam kamar masing2, menikmati suasana yg ada, udara sejuk yang tercipta dari hembusan angin yang melewati butir2 air yang berjatuhan dari langit kelabu.
Entah harus disikapi dgn senyum atau apa, yanto berpikìr dalam hati, seharusnya banyak kegiatan yg bisa dilakukan, agar tubuhnya lebih siap menghadapi kondisi yg belum diketahuinya, apakah berat latihan bersama para pasukan elit itu. Namun ia masih harus menerima kenyataan, bahwa tangannya dalam kondisi yg begitu lemahnya, akibat ketegangan yg luar biasa dari otot2 yang tidak terbiasa lagi dibebani. Setelah apel pertama malam itu, semua peserta melakukan push up sebanyak 40X, saat itu yanto masih mampu melakukannya, namun ternyata hal tersebut membuat jaringan2 itu koyak, dan cedera, seperti tak bertenaga, untuk melakukan push up 5x saja sekarang rasanya mustahil. Sambil meringis kesakitan, yanto menyudahi latihan yg ia lakukan sendiri dalam kamar, tak percaya, dan berharap ini segera berakhir, bagaimana ia menghadapi berbagai latihan fisik yang semakin berat nantinya, kalau ternyata tangannya menyerah dan merasa kalah, walau semangat telah mendorongnya serta, namun masih belum mampu merubah keadaan yg nyata.
Kesal terhadap diri sendiri, mengapa sebelumnya ia tak melatih diri, jauh2 hari sebelum semua ini terjadi, sebuah kepercayaan diri yg teramat tinggi, mengira tubuhnya masih seperkasa dulu, ketika masih belia, sekuat2nya orang, tanpa latihan akan menjadi seorang pecundang, dan seperti itulah ia sekarang. Terkenang saat dulu ia mampu mengangkat beban bench press 40kg, tidur terlentang, mengangkat barbel di atas dadanya, masih mampu dgn 10x repetisi, ketika masih begitu bugar ia merasa dapat mencapai puncak kekuatannya. Tapi itu dulu, setelah mutasi ke jakarta, ia tak pernah latihan fitness lagi, dulu di freeport, fasilitasnya begitu lengkap, kini ia tak pernah latihan lagi, otot2 yg sudah terbentukpun menyusut kembali, mungkin memang karena ia tak memerlukanya lagi, sebuah keadaan yg membuat orang lbh percaya diri, mempunyai tubuh yang atletis dgn six packnya.
Kenanganya seketika buyar oleh denyut2 pada otot lengannya, ia pun mengolesnya dgn balsem otot, walaupun tidak menyembuhkan, namun setidaknya memberi kenyamanan sesaat. Mengurut sendiri, bagian2 yg terasa sakit dan pegal, tak mampu mengatasi semua, akhirnya hanya bisa pasrah, menunggu tubuhnya menyembuhkan dirinya sendìri.
Rintik hujan masih tersisa sedikit demi sedikit, menyisakan genangan dan tanah yg becek. Bukan tak ada kegiatan sebenarnya, namun lebih karena kekurangan pembina yg akan melatih tentang dasar2 militer, seperti pbb dsb, menurut keterangan, yg akan melatih masih berada dì jobsite, seorang purmawirawan berpangkat kolonel yang direkrut oleh pama, yg bertugas memberikan berbagai pelatìhan kepada seluruh calon karyawan pama, agar mempunyai disiplin yang tinggi, saat sudah bekerja nanti.
I nyoman sunake, seorang purnawirawan TNI, dgn pangkat terakhir kolonel, masih tampak gagah, diusia yg sudah lumayan senja, masih tersisa kegagahan yang terlihat pada dirinya, mulai dari caranya berjalan dan pandangan matanya yg tajam menembus setiap pandangan lawannya. Akhirnya beliau datang, tepat 3 hari sebelum keberangkatan ke pusdikpassus bandung. Persiapan yang singkat memang, namun harus dilakukan.
Tegas, namun penuh perhitungan, itulah kesan yg didapat oleh yanto, dlm menilai sosok mantan kolonel itu, ia mampu membawa aura militer kepada semua siswa calon susbintal itu, tanpa banyak membantah, rupanya masing2 peserta rela diperlakukan sedemikian rupa, seolah mengakui kepemimpinan dan wibawa sang pelatih. Mereka diajarkan dasar2 militer, seperti baris-berbaris dan yang lainnya, yg membutuhkan kekuatan fisik yang prima, hukuman demi hukuman di praktekan dalam setiap kesalahan yg dilakukan, demi semakin memperkuat semangat dan ketabahan yg memang harus selalu ada dalam diri tiap2 siswa.
Jum'at pagi, sehari sebelum keberangkatan, yanto bersiap menuju masjid yg masih berada dalam kawasan tc cileungsi, untuk melaksanakan shalat idul adha berjamaah. Ia telah mematikan perasaannya semenjak tadi malam, kala gema takbir tak berkeputusan saling bersahutan, terdengar sayup namun cukup menggetarkan ruang kalbu yg memang sedang membutuhkan hangat kebersamaan,dan nampaknya hanya bisa ia menangis hati kala dihadapi kenyataan ia berada ditempat yg tidak semestinya. Dan memang kekosongan yg tercipta membuatnya tersadar bahwa apapun yg ia lakukan haruslah mempunyai tujuan, entah itu sesuai keinginannya atau tidak, yg pasti semakin ia meratapi maka semakin jatuh ia ke jurang kehampaan, dan ia tak mau itu terjadi.
Mati sudah perasaan itu, membeku dan menunggu dicairkan kembali. Kini ia merasa jadi bagian robot2 itu, karena semua mematikan juga perasaannya. Saat ini tak mungkin akan terlupakan, pikirnya. Saat dimana yg lain penuh dgn kegembiraan di hari suci, sementara ia bagai seekor burung yg harus tetap berada di dalam sangkarnya yg luas.
Kekhusyukan dalam rangkaian ibadah di hari idul adha itu, lebih merupakan sebuah pengaduan, sebuah ratapan dari seorang yg ingin semuanya menjadi lebih baik, karena memang agar lebih baik nantinya kehidupannya setelah ini.
Perlahan, namun pasti, waktu semakin berjalan, menciptakan efek ketergesaan, kapan ini akan berakhir, namun disisi yg lain, ada sebuah perasaan yg menegangkan, dari seorang yg benar2 tidak tahu apa yg akan terjadi berikutnya. Siangnya, setelah melaksanakan shalat jum'at, kembali fisik harus dibina, matahari yg menyengat, semakin memberikan tambahan beban yg harus diterima, selain rasa seluruh tubuh yg memang sudah tidak karuan akibat keletihan.
Satu hari lagi, dan ini akan dimulai, semakin jelas terlihat jalan di depan sana, semakin tegang semua otot2 di badan, semakin tidak terkira, seperti apa kerinduan yg nanti tercipta, 3 minggu tanpa komunikasi, dan seolah dianggap mati, terlupakan begitu saja, bagai manusia yg memang tidak pernah ada.
Sisa hari itu digunakan oleh yanto untuk berkomunikasi dgn orang yg disayanginya, karena esok, semua hp harus di tinggal, tidak boleh dibawa ke area pusdikpassus. Semoga suara itu dapat menambah kekuatannya dalam menghadapi salah satu ujian di kehidupan ini.
Senja semakin indah, dalam balutan cahaya kuning keemasan, tampak sesekali tanah bagai berkilauan, efek dari air sisa2 hujan yg tersiram sinar yg masih tersisa. Keindahan yg layak dinikmati, andai tidak dlm kondisi seperti ini, namun ia harus tahu, alam tidak pernah meminta pujian, tidak pernah meminta riuh tepuk tangan, hanya untuk keìndahan yg selalu tercipta, karena ia melakukan semua, tidak lebih dari sebuah puji2an, untuk mengabdikan dirinya kepada Dzat tertinggi di alam semesta, dan seharusnya kita semua menyadari itu, karena kita merupakan bagian dari kosmos di jagad raya ini.
160309 0507
By, ςL∂m™

Senin, 22 Februari 2010

Baju hijau part 7 (sang pembina)

Tahukah kau, bahwa semua yang ada di hadapan kita, sesungguhnya telah dipersiapkan, telah dibuat sedemikian rupa untuk kita lewati, dalam kita melangkah, harus penuh perhitungan, tak jarang kita harus terjatuh dan berdarah, tak jarang juga kita kadang ragu untuk kembali melangkah dan terdiam sejenak, tapi semua itu adalah wajar, karena itulah yang terjadi pada setiap orang, tak ada seorangpun yang memiliki jalan mulus sempurna dalam hidupnya, banyak aral dan rintang yang harus di hadapi, berat atau tidaknya, tergantung masing2 individu, apakah mampu dgn cepat melewatinya. Tapi tetap bagaimanapun kita harus tetap berjalan, agar hidup kita senantiasa berkelanjutan, karena perubahan dalam hidup adalah merupakan sebuah kepastian, yang tak mau berubah atau menerima perubahan harus tertindas oleh jaman.
Hari pertama di cileungsi dilewati dgn penuh pertanyaan, kejutan apa lagi yang akan terjadi berikutnya, setelah yanto terkejut dgn dirinya sendiri ketika menghadapi cermin. Diterima dengan hati riang, karena banyak teman yang sama2 dalam perjuangan, menciptakan kekuatan tersendiri yang hanya akan timbul bila kita berada di dalam keramaian dan memiliki satu tujuan, walaupun orang disekitar kita masih asing, namun keadaan yang akhirnya mendekatkan masing2 dari mereka.
Segar rasanya saat siang seperti ini membasuh seluruh tubuh dengan air yang mengalir, agak lama karena begitu banyaknya sisa2 rambut yang menempel disekitar leher dan sekitarnya. Setelah dirasa cukup bersih, yanto pun bergegas memakai handuknya, dan keluar dari kamar mandi. Sempat melihat di sekelilingnya berbagai kesibukan yang terjadi, ada yang br selesai di gunduli, ada yang masih menunggu giliran, ada juga kelompok operator magang yang kembali masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. Tak ambil peduli, yanto bergegas masuk ke kamarnya dan langsung mengenakan baju, dan selanjutnya persiapan santap siang.
Bagai menjadi seorang karyawan baru lagi, yanto tak mengetahui apa saja prosedur selama melaksanakan training ini, banyak hal yg harus dipelajari dan ditanyakan kepada yang lainnya yg lebih junior, karena dulu sewaktu masuk kerja ia tidak diajarkan berbagai aturan seperti ini, karena dulu memang belum ada. Seperti baris berbaris, menyanyikan yel-yel yang ia sendiri tak ada yang hapal, dan sebagainya. Menjadikannya benar2 seperti karyawan yang baru masuk kembali, dan ia harus rela disamakan derajatnya dgn karyawan yg baru masuk.
Dan memang kini setelah semua kepala orang2 tak mempunyai rambut lagi, semua hampir terlihat sama, apalagi saat dibagikan kaos dan celana training, hampir tak dpt dibedakan mana yg senior dan junior, semua membaur menjadi satu.
Sisa dari siang pada hari pertama di cileungsi, di habiskan dgn bersantai di kamar masing2, sambil menunggu pengumuman dari yg berwenang tentang kegiatan apa lg yg harus kami lakukan.
Sedangkan, anak2 yg br masuk, masih melanjutkan pelajaran safety, yang dìbawakan oleh orang2 dari head office jakarta, sedangkan para karyawan dari jobsite tak perlu mengikutinya lagi, karena memang ruangan yang tidak mencukupi untuk menampung semua peserta calon bintalsik yang mencapai 200 org lebih, dan hanya disuruh mengisi soal tentang safety, tak terkecuali yanto, yang ikut mengisi post test tersebut selepas mandi.
Waktu yang senggang disiang hari ìtu, dimanfaatkan oleh yanto untuk lebih mengenal teman2 sekamarnya, yang memang br pertamakalinya dipertemukan, berusaha akrab, karena yakin mereka nantinya akan menjadi teman seperjuangan, dalam menghadapi training ini.
Ternyata sampai selepas makan malam memang tak ada kegiatan sama sekali, namun nanti tepat pukul 9 malam nanti, akan ada apel malam, yah apel malam pertamanya selama di cileungsi, selama ini ia tak pernah mengikuti acara tsb, jadi ia penasaran bagaimana suasana saat apel tsb, apa saja yg harus di lakukan.
Setengah jam sebelum pukul 21.00, mereka sudah di suruh berkumpul di lapangan apel, untuk persiapan, masing2 baris disesuaikan dgn asal kamas dan barak masing2, karena blm ada ketentuan yg lain. Enggan menjadi pemimpin, para karyawan yg lbh senior menunjuk anak baru yg memang tìap hari sudah sering melakukan apel seperti ini, mungkin biar menjadi contoh dahulu, bagaimana tata cara melakukannya.
Tepat pukul 21.00 akhirnya apel di mulai, petugas piket berjalan pbb, menanyakan kepada setiap pemimpin pleton berapa anggotanya, setelah mengabsen semua barisan, petugas piket menghadap barisan, kemudian berteriak, "PERSIAPAN APEL MALAM" setelah itu tiap2 pemimpin barisan menyiapkan barisannya.
Tak disangka dan tak diduga, salah seorang pembina yang sudah sepuh, berkaca mata dan berjenggot panjang, mendekati yanto, ia berbisik agar yanto maju sebagai pembawa apel malam itu, untuk mewakili karyawan dari jobsite, dan sebagai contoh, agar setiap saat harus siap tampil di depan. Dalam hati yanto sebenarnya belum siap dgn ini semua, tapi mau apalagi, bisa tidak bisa harus tetap maju. Belum pernah mengikuti apel, pas ikut pertama kali sudah disuruh jd pembawa apel, atau pembina. Entah ini anugrah atau musibah, yang pasti yanto berusaha menjaga air mukanya tidak tampak tegang dan badannya tidak bergetar semua, akibat demam panggung.
Apel dìmulai, berurutan, mulai dari pembacaan nilai inti pama dsb oleh petugas yg langsung ditunjuk oleh yanto, banyak mendapatkan petunjuk dari pak gatot tadi, tentang apa2 yg harus dìlakukan dan koreksi langsung dari tiap kesalahan yg dibuat. Kini gìliran menyampaikan amanat, yanto berpikir keras dalam hati, apa yg mau di sampaikan kepada 200 orang lebih itu.
"Assalamualaikum wr.wb. SEMANGAT PAGI!.. Pertama2 kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, atas nikmatnya, sehingga kita masih diberikan kesehatan sehingga kìta masih bisa berkumpul di tempat ini. Kepada semua teman2 saya ucapkan selamat berjuang untuk yg sebentar lagi berangkat susbintal, semoga kegiatan inì dapat membua kita semua menjadi seorang karyawan yang baik, dan mempunyai disiplin yang tinggi, karena percuma karyawan tsb pintar namun tidak disiplin, bla bla bla...." Tak terasa akhirnya yanto menyudahi pidatonya, ia merasa lega sekarang, walaupun tadi di awal ia di interupsì oleh seorang peserta agar suaranya lebih keras lagi, karena ia kurang mendengar apa yg yanto katakan, terpaksa yanto setengah berteriak agar semua peserta apel dapat mendengarkan suaranya.
Sebuah pengalaman yang sangat berguna, yang membuat yanto lebih yakin untuk melanjutkan kegiatan yang menuntut kekuatan fisik dan mental, juga konsentrasi yang tinggi, karena ia yakin, semua yang terjadi telah digariskan dan semua untuk kebaikannya, walau kadang tak seperti yang ia inginkan, karena permintaan manusia tak akan berhenti sebelum ia mati, selalu merasa kurang dan memang itulah hidup, agar manusia selalu mau berusaha mencapai apa yg di inginkannya.
Kegiatan malam itu merupakan awal dari kegiatan2 selanjutnya, sebuah situasi yang memang dibuat untuk mempersiapkan segala sesuatunya, agar lebih siap saat berada di kopassus nanti.
Bersambung....
220210 2105
By, ςL∂m™

Kamis, 18 Februari 2010

BIANGLALA SENJA

Tampak samar, namun masih tetap saja indah, menghiburku, kala yg lain membuat kejenuhan yg seolah tiada berkesudahan.
Menemaniku dalam perjalanan tugas ini, mencoba membuat hatiku tersenyum dgn warna2nya yg indah. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Pita spektrum yg membusur akibat perbedaan panjang gelombang dari sinar matahari, yg dipantulkan oleh bulir2 air yg masih menggantung disela2 awan, ingin kuraih, namun tangan yg lemah ini tak mampu mencari tahu bagaimana rasanya lembut warna2 itu.
cahaya polikromatik yang terdiri dari banyak warna, dipancarkan dari cahaya putih yg sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia yg penuh dgn keterbatasan hanya sanggup melihat paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari.
Tujuh warna yg tergabung menakjubkan, sebagian warna yg tak nampak masih menyisakan misteri. Seperti misteri pertanyaan mengapa pelangi itu ada, dan aku punya jawabanku sendiri, yg baru saja ku temukan senja ini, walau masih samar tetap saja indah, indah untuk menghiburku yg tengah gundah, dan menenangkan jiwa yg resah, tanpa ia meminta balas jasa.
Kulanjutkan langkahku tanpa ragu, telah kutemukan kekuatan baru dalam hatiku, aku kini mampu, tetap berdiri pada jalur ini, jalur yg kan mengantarkanku menuju kebahagiaan sejati
180210 1855
By, ςL∂m™

Rabu, 17 Februari 2010

MENJADI KAMBING HITAM

Pernahkah teman dihadapi pada situasi yg sungguh mengenakan? Dipaksa mengakui sebuah kesalahan yg seharusnya tidak ada, hanya karena tak ada org lain yg pantas disalahkan. Hanya karena sebuah keadaan yg membutuhkan tersangka dan kambing hitam, sungguh jangan sampai kita mengalaminya.
Para penguasa hanya bisa memberi sebuah keputusan sepihak, yg menguntungkan mereka, tanpa perduli bagaimana yg dibawah telah bersusah payah agar roda ini terus berputar. Kesalahan yg terjadi tanpa adanya solusi, yg ada hanya rasa sakit hati, dari orang2 yg merasa difitnah tanpa ada kesempatan untuk membela diri.
Apakah perlu keberadaan seekor kambing hitam, yg selalu tampak bodoh, menghadapi tiap2 kenyataan tanpa ia menyadarinya, selalu disalahkan tanpa ia tahu apa kesalahannya, dipaksa menelan pil pahit yg dijejalkan ke mulutnya.
Hanya karena memerlukan pengalih perhatian, dan yg memikul beban kesalahan, mereka memilih org yg tepat dijadikan sasaran, orang2 yg memang telah di incar gerak-geriknya, dan tinggal menunggu waktu, agar segala bukti yg ada pun kuat tuk di jadikan pembenaran.
Seekor kambing hitam hanya bisa mendengus gundah, menerima segalanya dgn terpaksa, agar para kambing putih dapat merumput dgn tenang. Jangan menyerah kawan, sekalipun jangan, tunjukan jaket kebusukan yg membungkus tubuh mereka, bahwa mereka tak sesuci yg orang kira, suatu saat akan terbongkar semua, dan alam yg menjanjikan itu.
170210 2153
By, ςL∂m™

Selasa, 16 Februari 2010

LANGIT UNGU EMAS

Kadang tak kusadari, setiap harinya selalu terjadi.
Perubahan yang indah itu seharusnya membuatku takjub, dan merasa tak berarti, langit yg berubah warna, sungguh meperindah kala senja. Akupun kini mulai ternganga, ternyata sang pencipta memang benar2 kuasa, entah berapa banyak tinta yg dibutuhkan untuk merubah warna putih, menjadi ungu yang indah, bercampur dgn emas sisa bias sinar mentari, kombinasi yg spektakuler, tak tertandingi siapapun jg, dgn langit sebagai kanvasnya, begitu lembut dan menenangkan kala dipandang.
Sinyal alam, bahwa waktunya tiba, bagi serombongan burung gereja yg telah puas mencari makan hari ini, untuk kembali memejamkan matanya, disela2 ranting2 akasia, hangat mereka berkumpul bersama para keluarganya. Sementara aku hanya bisa tersenyum iri melihatnya, karena hanya mampu bertemu suara dgn org yg kucinta.
Alam telah menjelaskan, telah pula menerangkan, tentang keseimbangan, tentang harmonisasi yang tak akan hilang bila kita tidak merusaknya, bila kita mau mengakui, bahwa kita terlalu serakah, mengambil lebih dari yg kita butuhkan sendiri, lihatlah para binatang dan tumbuhan, hanya mengambil apa yg mereka butuhkan, tanpa memikirkan keuntungan. Hal itu juga yg membuatku iri dgn mereka, aku blm mampu menguasai nafsu yg selalu ingin memiliki, nafsu yg selalu tak dapat berhenti, andaì kita tahu bagaimana rasanya bersyukur, mungkin kita kan bersujud selamanya, karena begitu banyak rahmat dan nikmat yg kt terima selama ini.
Dan langitpun kini menghitam, menyisakan warna ungu terakhir di penjuru sebelah barat sana, ketika ku akhiri renunganku sore ini, aku harus kembali kepada tugasku, mencari rizki keluargaku yang melewati ke dua tangan ini, semoga aku bisa menjadi orang yang tetap bersyukur
160210 1930
By, ςL∂m™

Senin, 15 Februari 2010

Untuk serka kateno

Sempat tak percaya ketika ada seorang teman satu angkatan di pusdikpassus memberi tahu lewat fb messaging, bahwa serda kateno salah seorang pelatih beladiri militer di kopassus telah meninggal dunia, aku pun terkejut, pasalnya aku menilai beliau selalu tampil bugar, karena bukan hanya bdm aja yg ia latìh, namun binsik pagi kadang2 ia jg yang memimpin.
Sebenarnya aku blm percaya seratus persen, aku harus mengkonfirmasi hal ini kepada pelatih yang lain, namun data nomor telepon semua pelatih masih tersimpan di notebookku dan blm kusalin ke hp, namun temanku kembali mengirimkan pesan lewat fb, bahwa ia sudah mengkonfirmasi ke kapten Bahagia Sembiring (komandan pelatih) bahwa berita tersebut benar adanya, namun tdk diketahui penyebabnya apa, hanya karena sakit katanya.


Aku kini benar2 terkejut dan tak percaya, dimataku, serda kateno adalah orang yg penuh semangat, ia dpt mempengaruhi orang disekitarnya untuk lbh tegar menghadapi semua, dengan kemampuannya yg langka, ia dapat menjadi seorang prajurit kopassus karena kemapuannya itu, ya ia seorang ahli beladiri, mulai dari karate, jujitsu smp taekwondo ia menguasainya, ia jg pernah memenangkan berbagai pertandingan dan turnamen, entah tingkat nasional atau daerah, yg pasti bnyk prestasi yg membanggakan pernah diraihnya, dan yg paling istimewa, ia mengaku mampu melakukan tendangan sebanyak 30 kali dalam semenit, artinya 1 tendangan dalam 1 detik, mungkin ketika lawan mulai menyerang,ia sudah tidak sadar akan kena tendangannya.
Hal itulah yg mungkin dilihat oleh para pimpinan kopassus untuk merekomendasikannya menjadi anggota, karena sblmnya ia memang diminta melatih prajurit kopassus ketika masih menjadi seorang sipil. Sebenarnya ia tadinya tidak tertarik masuk tentara, walaupun lingkungan keluarganya byk yg jd militer termasuk ayah beliau sendiri, tapi mungkin sudah takdir ia menjadi seorang prajurit walau masuk dgn jalan yg berbeda.
Tak byk yg bisa ku jelaskan gambaran tentang sosok beliau, namun yg pasti semangat dan tak pantang menyerah yg sdh beliau tularkan kepadaku.
Selamat jalan serda Kateno, semoga arwahmu tenang di alam sana, dan keluarga yg ditinggalkan mendapatkan ketabahan, dan terima kasih yg sangat besar yg ingin ku ucapkan mungkin aku mewakili diriku sendiri dan jg teman2 alumni pusdikpassus angkatan 3 dan 4, semoga semua yang kau ajarkan dan tanamkan di dalam diri kami dapat terus bermanfaat dan jd berkah tersendiri.
Penghormatan terakhir dariku, yang mungkin tak sebanding dgn yg kau ajarkan, namun semoga kau dapat mendengarnya, Amin....
150210 1557 ςL∂m

Minggu, 07 Februari 2010

SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi yang masih tersisa, menemaniku sepanjang malam tadi, lamunan dan khayalan tercipta bagai efek halusinasi ataukah sekedar pengasingan diri.
Sadar yang tercipta, meyakinkan diriku, bahwa aku masih menjadi bagian dari alam semesta, bagian dari kosmos yang berputar pada jalurnya.
Rintik hujan sepanjang malam semakin membuat perenungan ini menjadi nyaman, bagai mendengar sebuah orkestra alam, saat berbagai serangga bernyanyi riang. Alangkah harmonisnya dapat sesaat merasakan sajian senandung syukur berjuta kehidupan.
Secangkir kopi yang masih tersisa, sebagiannya telah menyerap dalam darahku, menjadikannya mengalir cepat terpacu oleh pompa yang tak akan berhenti sebelum diperintahkan berhenti.
Secangkir kopi yang masih tersisa, setia menemani saat yang lain telah binasa melawan kefanaan, tersirap oleh kelamnya malam, terbuai oleh mimpi2 indah khayalan dari nyata yang tak mungkin tercipta.
Secangkir kopi yang masih tersisa, meninggalkan genangan hitam santapan para serangga yang mulai berpesta pora, sebuah siklus daur ulang kehidupan, tak ada yang sia2 semua yang diciptakan, saling terkait dan membutuhkan. Kadang kita tak sadar betapa kita tak mungkin berdiri sendiri di alam ini, setiap hal yang rinci walaupun itu virus dan bakteri, pastilah ada manfaatnya.
Secangkir kopi yang tersisa, masih menyisakan semangat yang menggoda tuk tetap menikmatinya, dan tak terasa pagi pun tiba, bergantian serangga dan binatang ada yang datang dan pulang, saling memberi kesempatan untuk sebagian yang lain agar tetap bertahan. Aku pun harus pulang, karena harus menyerap energi kehidupan yang sudah mulai menghilang.
Secangkir kopi yang masih tersisa, sampai bertemu kembali esok malam
070210 1646 sL@m

See more at, www.slam201080.blogspot.com

KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2005

JANJI AGUNG

Tak percaya dengan apa yang ada
Impiankah? tapi ini terlalu nyata
Rasa ini memenuhi seluruh ruang jiwa
Satu kata yang bersemayam, "aku bahagia"

Masih terngiang tiga hari yang lalu
Iringan doa sang penghulu
Dan kau duduk tersenyum disampingku
Bergetar hatiku saat kau mencium tanganku

Kini, tiap hari rasanya indah
Bersamamu semuanya terasa mudah
Ringan ketika kaki ini melangkah
Melewati jalan yang bunganya merekah

Janji agung itu telah terucap
Jauh didalamhati telah meresap
Kan kujaga agar terpelihara
Sumpah setia hingga akhir masa
100905

KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2004

CATATAN MALAMKU

Keinginanku adalah menikahimu, kau tahu sudah lama kupendam itu.
Walau kadang terbelenggu tapi tak menghalangi pikiranku tuk menembus jarak dan waktu
Aku mencintaimu sepenuh hati, yah walau kadang nafsu selalu menjadi benalu
Tapi percayalah sayangku untukmu
Wi... lama rasanya kita sudah melangkah, namun masih jauh rumah yang kita tuju
Rumah dimana kita bina bahagia dan ceria akan menjadi lampu penerang yang selalu menerangi dengan sinarnya yang lembut
Untuk saat ini aku akan menuju alam mimpi, semoga kita kan bertemu disana

06/06/04

HARUS BISA

Aku harus melawan diriku
Bila kumenangkan ia akan melawan alam
Bila kumenangkan ia akan sampai tujuan
Dimana bahagia dan kesenangan adalah teman

Aku lemah bila tak ada jiwa
Jiwa ada karena hasrat tuk dicinta
Cinta hangatkan duniaku yang kedinginan
Melawan alam dan rasa sepi yang berkepanjangan

Aku terperangkap diantara keinginan dan harapan
Memaksaku tuk sendiri manikmati gelapnya malam
Aku harus mampu walau kadang terjatuh
Segera harus kutegakan langkahku tuk terus berlari

Kubosan harus kulawan dengan segenap kesabaran
Yang masih kupunya dan sedikt demi sedikit telah terkikis
Untung masih ada sang tekad
Yang menopang langkahku yang sedikit mulai gontai

Terkurung dalam kotak harapan
Disini segalanya terpikirkan
Disini segala cita-cita dikhayalkan
Dan kebisuan dengan leluasa bermain riang

Aku bersandar pada sebuah bantal
Yang menemani dikala mimpi hadir
Tiap tertidur impian dibuka
Begitu indah tapi tetap saja bukan nyata

Oh malam tamanilah tugasku kali ini
Walau kantukku setia menemani
Jangan kau ganggu aku dengan nafasmu yang dingin
Karena semangat akan terganggu dalam beku

30/03/04

HATI YANG INDAH

Kata yang indah hanya atetap kata-kata
Lukisan yang indah tak lebih dari sebuah gambar
Baju yang indah hanyalah penutup kelemahan
Tetapi hati yang indah adalah cahaya
Dimana kegelapan telah berkuasa
Sehingga kita buta ditengah siang
Meraba-raba jalan kehidupan
Tak tentu arah, tak tahu tujuan
Mari kita jadikan hati ini indah
Sehingga para kumbangpun datang tanpa diundang
Takjub akn bunga-bunga yang bertebaran
Yang tumbuh subur dalam taman jiwa
Bukan ladang tandus tak bertuan
Bukan pula gunung-gunung cadas tanpa ilalang
Apalagi padang gersang teman kematian
Aku disini mencoba menghiasi hati
Membersihkan noda-noda yang tersisa
Mengubur dalam-dalam sampah-sampah yang berserakan
Mengelap semua debu-debu keremangan
Sesuatu keindahan jangan hanya mata yang melihat
Dan jangan pula pikiran yang berkuasa yang menentukan
Gunakan nurani, agar jernih air yangmengalir dalam jiwamu
Dan hati yang indah akan tercipta dari tunas-tunas kejujuran
Membuat hijau semua yang hilang
Jadilahg tuan dalam dirimu sendiri
Jangan dikekang, jangan pula dibiarkan
Ikuti irama kehidupan dengan tarian keikhlasan
Jangan menuntut, jangan pula pasrah
Jadikan semangatmu sebagai penggerak
Ukirlah namamu dalam setiap lembaran waktu
Jagalah hatimu agar tetap indah
Karena itulah kado bagi jaman
Dimana kepalsuan talah banyak membius orang
Alam taelah rusak
Jangan rusakkan pula pikiran kita
dengan warna-warni dunia yang memabukkan
Dengan segenggam emas di lautan berlian
Coba renungkan apa yang akan kau lakukan
Bila nyawa telah separuh meninggalkan badan
Bisakah saat itu kau tenang?
Bila kemarin dan kemarinnya lagi kau mabuk senang
Hingga lupa asal usulmu yang hina
Karena kau telah terbungkus baju kesombongan
Jadi bisakah kau tenang saat dijemput kematian
Waktu yang hilang takkan bisa terulang
Walau dibeli dengan sekeranjang uang
Ataupun dengan gunung emas yang menjulang
Yang ada hanya sesal
Tak sempat menghiasi hati jadi indah
Sudahlah sekarang belum terlambat
Karena masih ada siang menggantikan malam
Sehingga hati kita masih dapat dibersihkan
Dengan kejujuran, keikhlasan, kerendahan dan ketenangan
Lalu kesabaran harus kita jemput agar ia mau ikut
Menghiasi hati ini agar indah
Sebab setelah indah orang lain akan menikmati
Orang lain akan ikut bahagia
Karena pancaran pesonanya dapat menembus tembok keangkuhan
Dan langkah kakinya dapat melompati jurang permusuhan
Ketika sang hati berkeringat dan menetes
Tetesannya akan memadamkan api dendam
Dan menghilangkan dahaga kekurangan
Mari jadikan hati kita indah
Karena memang indah hati kita

03/06/04

MENCARI KEBENARAN

Jauh darimu membuatku selalu teringat hadirmu
Yang membuatku jadi lebih berarti menemanimu
maafkan aku yang tak mampu melawan alam
Tuk sekedar menemanimu di waktu malam

Ku pikir apakah nanti kau akan tetap bahagia
Bila keadaan yang diinginkan tak kunjung tiba
Karena saat ini terasa letih dalam ku berusaha
Tuk dsapatkan segala yang kudamba

Keinginanku adalah membuatmu bahagia
Aku tersadar bahwa ternyata selama ini hanya mementingkan ego belaka
Dan aku tak mau seterusnya melanda
Jadi biarlah aku membuatmu merasakan tawa

Begitu lama aku mencari sebuah arti
Kesadaran akan pandangan kehidupan ini
Kutelusuri setiap belahan hati
Tuk menemukan kebenaran akan sebuah cinta sejati

Noda-noda itu akan semakin mengotori
Bila kuterus mengikuti semua yang kuingini
Karena tabir itu memang tipis
Untuk sekedar membatasi kemurnian dari najis

Ketololanku hanya karena aku jadi budak nafsu
Sehingga buram mataku untuk melihat keindahan kasih sayang
Sementara sang samudera disinari sinar kehidupan
Aku malahh merangkak-rangkak dan meraba mencari sebuah kemurnian

Aku terjebak dalam tubuhku yang penuh serakah
Aku terkurung oleh jeruji-jeruji dingin kepalsuan
Dan aku butuh rasa yang akan buatku tenang
Hanya kemurnian cinta dari seseorang karunia sang pencipta alam

Saat ini aku gayah
Bagaikan pohon yang habis termakan rayap
Walaupun itu ku berjuang tuk menumbuhkan tunas baru
Agar lanjut kehidupan hatiku yang mulai sekarat

Dan aku yakin tunas itu akan tumbuh dan tumbuh
Menggantikan pendahulunya dalam kehinaan
Belajar tuk lebih baik dan jadi yang terbaik
Membawa bangga nama leluhurnya

Terlalu jauh sudah ku mengembara dengan kata0kata
Padahal hanya satu tujuanku menulis ini semua
Agar aku jadi sadar sendiri
BAhwa kebenaran harus kita cari walau tertindih gunung berapi

Sebab kebenaran akan memurnikan air-air keruh dalam pikiran kita
Ia akan mendatangkan embun penyejuk jiwa
Dan ia akan mengantarkan kebahagiaan yang nyata
Yang tak mungkin didapatkan dalam lingkaran dusta

28/06/04

MENGERTI

Mengerti membuatku semakin mencari
Apa arti sebuah kesetiaan
Yang takkan kudapatkan bila ku terdiam
Karena sendiri semakin kesepian

Waktu rasanya takm mau pergi
Hingga jauh saat perjumpaan nanti
Padahal sudah tak sabar untuk kembali membelai
Rmabutmu kasih yang indah terurai

Sendiri rasanya sepi bila jauh dari pendamping hati
Bayangan selalu muncul dan menggoda diwaktu sunyi
Perjumpaan akan terasa lebih ternikmati
Tapi berapa kali aku harus bermimpi lagi

Apakah adanya kita harus dipisahkan
Tatkala sama-sama kita diujung penantian
Diselimuti kabut harapan
Meraih impian disebrang kebahagiaan

Apakah mata tak lagi dapat memandangmu sayang
Hanya hadirmu datang bila terpejam


RASA RINDUKU

Kerinduan ini sudah tak terbilang
Padahal baru kemarin rasanya kau masih dalam pandangan
Tak kuasa ku menahan diriku untuk selalu tenang
Karena dirimu selalu hadir dalam gelap dan terang

Wi... akankah ku terus begini?
Akankah aku menikmatinya sendiri?
Rasa rindu yang mengalir tak mau berhenti
Menyusuri setiap aliran darahku dalam detak nadi

Wi... tak kuasa selamanya bila harus begini
Kapan kudapat memetik buah-buah asmara?
Yang dapat menghilangkan rasa dahaga di hati ini
Sehingga lenyap kerontang dalam jiwa


Andai aku mapu terbang kesana
Kuakan datang dan membawamu serta
Menikmati alam anugerah sang pencipta
Terpesona oleh rasa, takjub dalam cinta

Andai hidup dapat ku kendalikan
Aku akan selalu berada dalam dekapan
Hangat selalu menyelimuti jiwaku yang kedinginan
Karena terlalu jauh lautan membatasi pandangan

Tapi apalah aku ini meminta sesuatu yang tak bisa
Cukuplah suaramu menyejukan dahaga
Dari air cinta yang kau punya
Kau curahkan tanpa rasa ragu dan terasa nyata

14/06/04

SATU LAGI DARI CINTA

Telah kulalui lembaran-lembaran kehidupan
Telah kurasakan keindahan dan kegelapan
Telah lahir sebuah jiwa yang diselimuti keajaiban
Karena mata hati telah banyak melihat dan merasakan

Suara-suara hati ini telah berbisik
Menggetarkan telingaku bagai angin sepoi-sepoi
Menemani dikala sendiri dan menanti
Sebuah saat perjumpaan yang tak kunjung tiba

Hari ini tak ada semangat tuk berlari
Mengejar harapan dan impian
Langkahku terhenti disini
terpaku dalam lamunan tak bertepian

kantuk mataku kini
Menanti sang waktu pergi
Hingga tiba saat dinanti
Tuk kembali mendengar nyanyian sang bidadari

29/03/04

KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2002

AKU SENANG

Aku senang menjadi diriku
Aku tenang saat kau disampingku
Aku lantang meneriakkan namamu
Aku terbang terbuai lembut kasihmu

Kau terindah sejak kutahu
Bahwa cintamu kobarkan dadaku
Menghangatkan tiap sisi rongga kalbu
Melekatkan perbedaan menyatu

Aku tahu kau akan menungguku
Mengakhiri semua mimpi-mimpi semu
Berlari tebangun berseru
Menarik selimut yang tertindih bahu

Ku kan datang, maka sambutlah
Dengan harapan itu bawalah
Sedang ku kan berikan
Oleh-oleh manisan bunga kembang kehidupan

Hisaplah sari-sari cinta ini
Nikmatilah manisnya kala bersemi
Kutuangkan juga madu diatas bibirmu
Agar kian terjaga segala yang layu

07/07/02

BUNGA CINTAKU

Masih seputih melati
Cintamu diterpa sang mentari
Saat hujan tak kunjung henti
Pancarannya hangatkan hati

Wangimupun tak kunjung hilang
Tak ingin jika kau dipetik orang
Menjagamu walau harus kuberperang
Sampai nyawaku ini terbang dan melayang

Kan kupetik kau bila saatnya tiba
Kuberi hiasan agar indah menawan
Jangan biarkan rasa ragu didada
Menjalani hidup dalam penantian

Telah kugapai angnku yang dulu hilang
Kusuarakan rasa cinta ini lantang
Menikmatinya dengan penuh kasih sayang
Walau begitu aku masih saja kurang

Kuingin selalu ada didekatmu
Mendengarkan kicau burung yang merdu
Bersama meninggalkan masa lalu
Berdua menjalani hidup baru

Tak kan lelah aku mencintaimu
Tak kan bosan aku merindukanmu

15/02/02

DIAMLAH

Diamlah....! jangan bicara
Aku sedang menikmati rindunya jiwa
Hening sejuk sukma
Berdawai asmara saatku tiba

Diamlah....! lihat mataku ini
Temuilah ia disitu sedang menari
Berdansa layaknya seorang permaisuri
Indah duhai bunga pujaan hati

Sekarang lihat juga jauh dalam-dalam
Carikan aku sekuntum bulan yang tentram
Jaringlah ia saat malam sudah kelam
Biarlah ku bagai seorang pencuri haram

Diamlah....! kau diam...!
Jangan bicara tentang kehidupan
Aku disini sedang menuai hujan
Gerimis memang, namun ia menyejukan

06/07/02

ENDAPAN HATI

Mentari esok kan bersinar lagi
Waktupun kembali bergulir tak berhenti
meninggalkan sisa-sisa rindu yang tak berarti
Bersama angin kuterbang keangkasa tinggi

Sabarlah sayang ku akan pulang
Kembali dalam pelukanmu seorang
Menggantin masa-masa indah yang hilang
Melepas rindu yang sudah yak terbilang

Malam ini kembali kukenang dikau kasih
Saat-saat terlupakan masih terbayang bersih
Mengintai dari sela-sela tumpukan buih
Yang terhempas oleh ombak lautan putih

Duduk didepan tembok terlamun
Merangkai kata wakili naluri
Menyusun bait-bait melantun
Indah pesonamu landai kusadari

Akhirnya tercurah juga endapan hati
Tersaring dari kotornya saat bersuci
Aku disini menunggu waktu berlari
Agar dapat kudahului sebelum rindu ini pergi

02/08/02

HANYA INGIN BERSAMAMU

Sebal rasanya kalau aku pamit dari rumahmu
Begitu berat kakiku ini untuk melangkah pulang
Kucoba berdiri dari dudukku sambil bersiap menhadapi rindu
Sejuta rasa gelisah didadaku ini sulit untuk terbilang

Pesonamu tinggalkan kesan mendalam
Kucoba menyimpannya dan kubawa diam-diam
Kubuka payung menahan hujan dan gelapnya malam
Semoga dirumah bisa segera terpejam

Wi.... coba kita bisa bersama
Selalu melewati apapun berdua
Saat hati gundah gulana
Pasti kau tak membiarkanku sendirian dan merana

Perlahan lahan kulangkahkan kaki ini
Sukar sekali rasanya mendekat dengan bumi
Hanya satu yang ada di hatiku kini
Cinta yang selalu kubawa hanya untukmu akan kupenuhi

Biiarlah hari ini kusendiri
Biarlah kesunyian ini menemani
Biarlah tak akan kupaksakan diri
Untuk segera memilikimu sang dewi

Mudah-mudahan esok aku jadi kaya
Akan kubeli semua untukmu juwita
Tak ada lagi yang menangis dan mandi air mata
Semua kan kubawa dalam bahagia

Tapi kapan yah itu kualami....?
Ah.... tapi tak usahlah aku pikirkan
Yang penting kusiapkan diriku agar rindu ini terbeli
Walau sebenarnya aku sudah mulai bosan

Bosan dengan semuanya
Bosan karena hanya selalu meminta
Bosan kutak bisa memegang kuasa
Semoga rasa ini cepat pergi dan sirna

Sebenarnya aku ini beruntung
Masih punya cinta dan tak terkatung-katung
Sungguh aku ingin bersamamu
Selalu bisa berada disampingmu

Maafkan kata-kataku ini
Dua orang disanapun menanti
Benarkah kau memgerti
Kalau begitu simpan saja didalam hati


29/03/02

INI KUBUAT PUISI

Lagi... aku tak sadarkan diri
Terbuai dalam senandung menanti
Sudah... kupuas merasai sari
Dari manisnya madu bunga kasturi

Duhai alam indah bukit nan tinggi
Berbaris beronggok-onggok menemani awn lagi
Kadang nampak, kadang hilang ditelan kabut pagi
Riak ombakpun sudah tak nampak lagi

laju.... kuterus melaju tak henti
Oleh karena memburu waktu yang mendahului
Tak terhalangi orang-orrang yang duduk menanti
Tugas hari-hari yang biasa dinikmati

Aduh...! apa ini kutersentak lagi
Berdenyut nadi darah mengitari
Hati.... rasanya rindu lagi
Rindu akan semua yang kutinggal pergi

HUh...! kapan ini habis dan berganti
Aku lelah lemas habis tak mengerti
Merasai hal seperti orang yang akan mati
Kecil dan kecil, mirip rombongn kurcaci


02/08/02

JARING-JARING KEHIDUPAN

Terurai sudah kata demi kata
Tercipta sudah indah lembayung senja
Menatapku disini sang rembulan manja
Terbaringku dan mencoba pejamkan mata

Aku terkurung disini
Berbuat untuk bebaskan diri
Melawan rasa rendah hati
Mencari kebahagiaan hakiki

Tebalnya debu di kulit
Kuhapus walaupun sulit
Kutahan walaupun sakit
Terkulai lemas tak berkutik

Jaring-jaring kehidupan
Merangkapku yang sedang berjalan
Kuberontak mengoyak melepaskan
Lelah rasa ini sulit untuk ku bertahan

Akan kubawa cintamu dihati
Kusimpan dan terkunci rapi
Tak mau sedikitpun hilang tercuri
Kujaga walaupun harus mati

dalam hidup aku cuma ingin bahagia
Bisa selalu bersama-sama
Menddampingimu sampai kita memejamkan mata

31/03/02

kEMBALI KUTULIS UNTUKMU

Hai bidadariku senyumlah kepadaku
Jangan kau buat hati inni terasa pilu
Kutahu aku yang salah telah menyusahkanmu
Maafkanlah kiranya semua khilafku

Hari ini kucoba untuk menemanimu
Menikmati alam yamg dipenuhi cinta
Cinta yang setiap orang merasa bahagia
Orang-orang yang telah menemukan teman setia

Setiaku untukmu selalu
Jangan kau ragu sedikitpun tentangnya
Ku usahakan yang terbaiknyang kupunya
Hanya untukmu kasih kuserahkan hatiku

Kutahu ku belum bisa berbuat banyak
Untuk membuatmu nyaman dan bisa tidur nyenyak
Aku tak tahu harus berkata apalagi
Untuk menyelesaikan tulisan ini

Sudahlah yang pasti aku ingin kau pahami
Disetiap-tiap bagian hatiku ini banyak cinta yang bisa kau miliki
Kau boleh mengambilnya sesuka hati
Dan ku akan terus menciptakannya agar kasih tak terhenti

16/03/02

KUSAMBUT BIDADARI

Lelah badanku saat ini
Menjalani hari demi hari di bumi
Ingin kuterpejam dan segera bermimpi
Bertemu dirimu sang pujaan hati

Berbisik suara dalam hatiku
Tak perlu jauh ku berlalu
Tuk menggapaimu, mengejarmu
Karena kuyakin kau masih milikku

Hari ini aku hanya ingin memastikan
Apakah cinta kita masih sejalan
Apakah rindun selalu datang
Apakah kau masih dalam pelukan

Kapanpun akan kunanti
Sekalipun semuanya telah terhenti
Diujung mentari ku akan berdiri
Menyambut dirimu, oh... bidadari

Manisnya cinta semoga selalu terjaga
Melumuri setiap jiwa kita
Agar semangatku ini akan selalu ada

12/03/02

KUTERIAKKAN NAMAMU

Perdengarkanlah suaramu yang merdu
Biar hilang semua rasa haru biru
Tresembul bayang senyummu yang manis selalu
Lahirlah kembali semangat baru

Hidupku adalah sebuah tujuan
Dirimu adalah sebuah harapan
Cinta kita semoga menjadi kenyataan
Bersatu dalam sebuah pelaminan

Rasa rindu ini entah kapan hilang
Belum cukup waktu yang lama kenangan yang indah kan terulang
Jangan kau berlalu pergi dan menghilang lenyap dari pandang
Kan kuteriakkan namamu, Dewi....! dengan lantang

Samarinda kota tepian
Panjang sudah kutempuh jalan
Dua minggu berlalu kau masih saja hadir dalam ingatan
Dan tak kan pernah hilang selama hayat masih dikandung badan

29/06/02

LAUTAN CINTA

Saat kau tak disini
Saat semua teerselimuti sunyi
saat bibirku terasa kelu tak bernyanyi
Saat rindu mulai menari-nari

Tenggelam ku dalam sebuah perasaan
Kuraba kasihmu menggapai harapan
Sampai terkumpul semua kekuatan
Kan kusebrangi semua lautan

Lautan cinta yang tercipta
Ombaknya mampu pecahkan angkuhnya karang
Burung camar yang terbang bercanda
Membuat suasana semua menjadi riang

Kutebar benih-benih asmara
Kan ku panen bila saatnya tiba
Tak apa kau kan terus bertanya
Masih adakah rindu yang tersisa

Rinduku hanya kepadamu
Jiwaku belilah dengan cintamu
Bawa hatiku ini serta di pelukmu
Bahagia kan terasa selalu

30/03/02

MENUNGGUMU DISINI

Menunggumu kududuk dan kubuat puisi
Mencari makna dari kata dihati
Menaburkannya bersama permata suci
Angin kabarkan padanya aku disini

Gemetar tanganku tak tahu apalagi yang kutulis
Kujernihkan pikiran dan kucari cat untuk melukis
Mewarai hati dengan bahagia tanpa menagis
Berusaha agar tiap kata takkan pernah habis

Resahku pergilah kau jauh
Tinggalkan ku disini bersama rindu
Gerah jiwaku penuh dengan peluh
Rangkaikan sukma menyatu

Kuterobos awan-awan kebimbangan
Tuk temukan tugu keyakinan
Kan kugores ia dengan lukisan tangan
tentang cinta, kasih dan kesetiaan

Alunan nada-nada bahagia
Membuatku bisa bernafas lega
Ikut ku bernyayi kulantangkan suaraMendendangkan lagu bersama

Mari.... cepatlah kau kesini
Kan kuhabiskan ssampai kau mengerti
Hariku tanpamu takkan berarti
300302

PESONAMU

Rasa sesal ini tak mau pergi
Harus kemana kan kubawa lari
Sunyiku melanda diri
Kuhapus dengan bayanganmu bidadari

Tercipta sebuah nuansa
Yang membuatku ikut serta
Menikmati rasa rindu saat kau tak ada
Membelaiku menenangkan sukma

Bisikanmu selalu kudengar
Pesona wajahmu yang selalu terpancar
Sinarnya masih hangat terasa segar
Terbuka jiwa ku bunga hatikupun mekar

Kucoba meraih semua impian
Kan kugapai semua harapan
Suci hatikan menerima keadaan
Saat cinta terlepas daro pelukan

Songsonglah cahaya sang mentari
Hiruplah udara bebas dan menari
Dihati kitapun sudah terpatri
Dengan senyuman kan menghiasi hari demi hari

Bangunlah dari tidurmu kasih
Bersihkan cinta kita kan memutih

30/03/02


PUISI TAK BERARTI

Menggapai mimpi tak berarti
Mencari khayal tak bertepi
Bersujudku di pembaringan ini
Menahan hasrat hati bertubi-tubi melanda hati

Buahku kapan kupetik itu
Lapar ini tak perduli dan protes selalu
Menusuk perutku sendiri dengan jalu
Agar tak ada rindu sesal malu

Berhimpit terjebak meronta
Berkubang nanah derita
Sampai kapan angin melewati senja
Agar bisa kau bawa serta

Tersudut terkucil lemah tak perduli
Akupun masih bisa tetap berdiri
Walau tangan harus berganti kaki
Walau hilang semua yang kumiliki

26/07/02

PUISI UNTUKMU SAYANG

Bagai langit yang banyak memuat bintang
Begitu banyak hati ini dipenuhi rasa sayang
Rindu didada ini pun sudah tak terbilang
Untukmu kuserahkan cinta ini seorang

Kadang ku tak percaya
Terlahir sudah beberapa karya
Ungkapan buah cinta mulia

Hari ini bolehkah kupeluk dirimu?
Agar hangatnya membakar seluruh ragu
Sisanya masih bisa jadi pengobat rindu
Tidurpun kau berada di sampingku

Setiamu akan selalu ku simpan
Diantara bagian kalbuku yang terdalam
Biar kau juga bisa merasakan
Kuberjanji suatu saat ku kan menemanimu sepanjang malam

Terjalin sudah sumpah setia
Untukmu kukan selalu ada
Semua ingin kurasakan bersama
Diakhir-akhir hidupku kan bahagia
Jika tali kasih ini tetap terjaga
Hanya untukmu wahai belahan jiwa
Ambilah segala cinta yang kupunya
Sebanyak apapun yang kau suka

14/02/02

RINDUKU UNTUKMU

Berbisik aku dalam hati
Mencari-cari jawaban pasti
Tuk mengusir rindu ini
Yang sering kali datang dan tak mau pergi

Kuhampiri jiwa yang tergoda
Membelainya dengan sejuta asa
Meruntuhjkan rasa gundah gulana
Menenangkan diri bersama cinta

Oh.... kapankah ini berakkhir
Rindu yang telah lam aterlahir
Tak pernah habis kuberpikir
Sudilah kiranya sekejap saja kau mampir

Maukah kau bersamaku kasih?
Membagi cintamu tanpa mengenal pamrih
Merubah segala hitam menjadi putih
Tanpa sedikitpun ku merasa letih

Rinduku ini hanya untukmu
Kan kukejar dirimu tanpa rasa jemu
Memberikan cinta bukan yang semu
Hingga ku bukan lagi menjadi seorang tamu

Impian cepatlah kau menjadi kenyataan
Biar hilang beban hati ini dalam pikiran

06/02/02

RINDUKU MALAM INI

Seandainya kau disini malam ini
Kan kubawa kau terbang tinggi
Melewati setiap mimpi demi mimpi
Dengan selalu memelukmu pasti

Sayang, kau tahu rinduku selalu datang
Tak kuasa ku selalu mengejar bayang-bayang
Sesaat sebelum kusentuh ia menghilang
Mungkinkah ku bisa melewati semua penghalang

Akankah ku kembali mendengar merdu suaramu
Tuk mengusir rasa gundah ini biar berlalu
Agar ku merasa disisimu selalu
Hangatnya menusuk jauh kedalam kalbu

Penantianku masih terasa panjang
Namun rindu ini menemaniku sepanjang malam
Kusada tak bisa selalu bersamamu sayang
Mencurahkan hasrat yang lama terpendam

Semoga nyenyak tidurmu disana
Diselimuti hangatnya cinta
Rindu ini biarlah terjaga
Membuat semuanya kan menjadi nyata

Selamat tidur untukmu sang dewi
Kuberharap cinta kita kan selalu abadi

05/02/02

SAAT-SAAT MENANTI HARI INI

Lama rasanya sudah kutak menggoreskan pena ini
Tuk sekedar melukiskan indahnya hati disapa mentari
Lama juga rasanya ku tak mau lagi peduli
Oleh bergetarnya sanubari saat wajahmu kupandangi

Maafkan aku terlalu sibuk mencari harapan
Melupakan semua yang telah ku ungkapkan
Hanya tuk sekedar mengingatkan
Aku masih membawa cinta ini dalam pelukan

Terima kasih ku ucapkan kepadamu
Atas semua perhatian dan rasa sayangmu
Entah harus apa kulakukan agar kau tahu
Aku ingin selalu menjalani hari-hari bersamamu

Kumohon padamu jangan kau bosan atau ragu
Melakukan semua yang membuatku bahagia selalu
Aku rela bila harus menunggu
Menantikan saat-saat terindah dalam hidupku

Padamu kuserahkan semua rasa dihatiku
Saat sedih tak kurasa bila kau disampingku
Kasih, jagalah cinta ini agar abadi
Jangan hilangkan manisnya madu sari-sari sanubari
Mengalir membasahi bumi
yang gersang tandus tak berarti

Nantikanlah saat-saat kau tak lagi sendiri
Buatlah harapan itu jadi lebih berarti
Berdua menggenggam jari-jari pasti
Berdoalah padaNya agar direstui

Hari ini mungkin tak beda dengan hari kemarin
Diamna hari akan terus menjadi saksi berjalan
Melihat sepasang insan menanti saat membahagiakan
Yang entah kapan akupun tak dapat memastikan

Walu begitu takkan hilang semangat dikandung badan
Takkan luntur jiwaku terkikis jaman
Bila kau masih memberiku kesempatan
Tuk ungkapkan semua hasrat terpendam

Semoga semua mengerti
Semoga semua memahami
Aku juga ingin semua ini terjadi
Semoga tak bosan aku menanti

24/10/02

SAJAK HATI

Saat ku tersentak
Lalu diam tak bergerak
Mencoba tangkap suara sorak
Memasang telingaku yang koyak

Oh ternyata dia lagi
Datanglah kesini jangan pergi
Temani aku seorang diri
Yang lelah menunggu hari berganti

Bolehkah aku bertanya?
Mengapa aku tak bisa memejamkan mata?
Mengapa kakiku berat tuk beranjak keluar sana?
Mengapa mulutku tertutup rapat tak bicara

SAMUDERA HATI

Telah terpenuhi kekosongan jiwa
Saat dirimu membawaku serta
Terbang melayang melintasi tiap2 angkasa
Menyapa lembutnya gumpalan sang awan manja

Tak tersa kini ku terbaring
Melepas lelah dan tenggelam dalam hening
Mendengar seiringan irama dawai berdenting
Membasuh raga dengan sucinya embun yang bening

Cinta bagiku adalah sebuah nyawa
Jangan kau ambil satu2nya yang kupunya
Hanya dikau kutambatkan segalanya
Kusandarkan pembaringanku didalamnya

Senyaman itu pasti kau pemiliknya
Kutahu rasanya hanyalah untuku semata
Rona keindahan jangan hilang
Oleh segala waktu yang telah terbuang

Sinar kehidupan kita akan capai bersama
Menerangi segala yang redup dalam cinta
Menghangatkan sanubari yang terlena
Semangatpun kan berkibar didalamnya


Dua tahun sudah kita sam-sama
Sesuatu yang hanya kau dan aku memiliki
Sucinya cinta tang seluas samudera hati
10/05/02

SEBUAH KEINGINAN

Aku masih ingin bersamamu wahai sang puteri
Menghabiskan waktu menunggu pergantian hari
Tak rela bila lama aku menjalani semuanya sendiri
Tak kuasa kutahan kerinduan ini dihati

Entah mengapa harus kucapai semua
Asa yang terbang dilangit jiwa
Melambung tinggi dan berkata
"jemput aku, bawa aku wahai cinta"

Kusadar kini belum saatnya aku yang menentukan
Semua rasa dan keingnan yang lama ku nantikan
Membawamu terbang menjemput harapan
Harapan yang entah kapan jadi kenyataan

Kadang kuberfikir haruskah aku menunggu
Untuk menjadi teman sejati pendamping hidupmu
Haruskah aku bersusah payah terlebih dahulu
Mengapa tak cepat saja kau berlari hai sang waktu

Agar semua menjadi siap dan tahu
Sebuah keinginan dari seorang yang sabar menunggu
Akankah berbuah semua angan yang telah lama layu
Maaf aku tak kuasa menahan hasrat ini selalu
Akupun ingin seperti orang lain berlari menuju langit biru

Langit dimana tak ada satupun noda
Langit dimana awan lembut berada
Kan kubangun singgasana diatas sana
Kujadikan kau pendampingku nan jelita

Tak apalah sedikit ku brkhayal
Melepas rasa penat dan kesal
Tak usah khawatir bila nanti kau kenal
sebuah rasa damai saat kita berdua kekal

Maaf lagi ku ucapkan
Bila keinginanku selalu menyusahkan
Bila rasa cintaku butuh pengorbanan
Bila kau merasa begitu dimanfaatkan

Tapi tolong jangan kau usir rasa cinta ini
Yang lama yelah kusimpan dihati
Biar terpelihara oleh indahnya nurani
Yang bersinar kala kita berdua nanti

Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan
Jalani saja semua seperti biasa dengan tenang
Aku selalu sabar menunggumu menjadi ratuku
Semoga semua mau mengerti dan merestui

09/11/02

SEBUAH RENUNGAN

Lho, jangan dikira hidup ini mudah, mungkin bagi sebagian orang iya, namun bagi kami-kami ini hidup adalah perjuangan yang mungkin hanya sesaat kami mendapatkan kesenangan, setelah itu kembali kami harus bergelut dengan dunia kami yang kotor , yang orang lain kadang segan, bahkan hanya untuk melihatnya.
Mungkin itulah kalimat yang terucap, entah lewat mulut, entah lewat sanubari. Kata-kata yang membuat kita mengelus-elus dada, dan akhirnya bila kita berfikir dengan akal sehat, ternyata kita akan merasa sangat beruntung bisa menikmati waktu, tanpa harus dikejar rasa lapar seperti mereka. Namun tidak sedikit pula dari kita yang tidak peduli dengan semua ini, mungkin karena mereka terlalu lama berada diatas roda kehidupan yang suatu saat akan membawanya kembali kebawah.
Coba kita renungkan bersama, waktu akan terus berjalan tak perduli apapun yang terjadi, tak berhenti, sebelum diperintah oleh sang Maha suci, sadar atau tidak sadar, mungkin usia kita brtambah dalam jumlah, namun hakikatnya, waktu kita diatas muka bumi ini semakin berkurang, dan akan terus berkurang, namun kita tidak tahu kapan saat penghabisan waktu kita, bisa sekarang ataupun nanti, itu hanya sebuah rahasia dari sang pencipta.
Berurai air mata kalau saja kita tahu, ternyata waktu yang kita gunakan hanya untuk yang sia-sia belaka, setidaknya peganglah prinsip, bila kita belum bisa melakukan suatu kebaikan, setidaknya janganlah berbuat keburukan, itu minimal sekali, bagaimanapun amal yang akan ditimbang, berupa kebaikan dan harus kita lakukan,atau nantinya kejahatan yang akan memberatkan neraca kehidupan kita.
Sebuah renungan yang sebenarnya ditujukan buatku sendiri, karena terlalu banyak sudah waktu yang terbuang percuma, hanya untuk berleha-leha dan melakukan sesuatu yang tidak baik, karena aku merasa tidak pernah menjadi manusia sesungguhnya, manusia yang di ridhai oleh Allah SWT. Dan aku ingin berubah, ingin bisa memperbaiki hidupku dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan mengingat MATI, karena dengan itu kita akan selalu siap menghadapinya, dan secara otomatis hidup kita akan lebih terkendali, dan selalu sadar bahwa waktu terus berjalan, dan terus mengurangi jatah hidup kita didunia.
Yah mungkin, inilah caraku agar hidup di dunia menjadi baik, dan berakhir baik, aku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini, banyak nikmat yang kuterima, yang kadang lupa aku untuk mensyukurinya, dan masih banyak mengeluh, mengapa begini, mengapa begitu? sebagai manusia itu memang wajar, namun kewajaran itu tidak mau aku bawa dalam kehidupanku.
Selanjutnya aku ingin menjalani hidup yang tanpa beban, ikhlas menerima segala sesuatunya, dan aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya, dan mencari tahu bagaimana caranya, yaa Allah, berilah aku petunjukmu, agar aku bisa menjalani sisa kehidupanku didunia ini dengan baik, sesuai dengan perintahmu, semoga aku dapat melewati ini semua dan aku yakin roda kehidupan masih berputar, sehingga suatu saat aku bisa diatasnya, dan tak melupakan segala apa yang terjadi dibawahku, saat ini ingin kunikmati dengan lebih tenang

samarinda, 13/08/02

SEKEDAR RASA RINDU

Kusadar kini betapa besar rasa ini dihatiku
Tak tergantikan oleh jarak dan waktu
Detik demi detik kulewati dengan hembusan kalbu
Yang ingin terbang lepas hadir dalam pelukanmu

Kau yang jauh disebrang lautan
Yakinlah jiwa kan bertemu walau kita terpisah badan
Nikmatilah kerinduan ini jangan dilawan
Habiskan sedihmu, lantunkan perlahan

Hamparan luas sungai mahakam
Memercikan ombaknya perlahan dan diam
Seluas itu pula kerinduan ini terpendam
Dalam lubuk hati yang paling dalam

Kubayangkan wajahmu dalam sela-sela lamunanku
Kupeluk pesonamu dalam naungan rindu
Semoga selalu kita kan bertemu
Dalm cinta yang sekian lama telah menyatu

24/06/02

sEMOGA INDAH HARI INI

Semoga hari ini indah
Agar semua terasa mudah
Kuharap kau tak merasa lelah
Menemaniku mengusir rasa gundah

Keindahan cinta yang tercipta
Tak terlukiskan dengan kata-kata
Jaga terus agar tetap terpelihara
Dengan rasa sayang yang nyata

Segeralah persiapkan diri
Menyambut cerianya sang pelangi
Warnanya membuat kita nerseri
Kukejar walaupun harus berlari

Kembang dihatiku adalah milikmu
Ambillah jangan kau ragu
Taruhlah dijiwamu agar teringatku selalu
Kan kuberikan sebanyak yang kau mau

Terbuai juga aku dengan anganku
Lamunan yang nyaris tak terganggu
Mencoba merangkai kata-kata bisu
Mengusir semua rasa haru

30/03/02

SENDIRI

Kesendirian ini begitu mengusikku
Rasa sepi mengintai di sela-sela kalbu
Termenung aku mengingati dirimu
Seandainya saat ini kau disini bersamaku

Aku tahu itu hanya akan mengganggumu saja
Dan istirahatmu yang kau butuhkan disana
Tapi entah bagaimana caranya
Agar bisa ku terlepas dari rindunya jiwa

Lelah aku menanti saat yang tak kunjung tiba
Kapan....kapankah aku menikmati indahnya bahagia?
Tak terasa tetes air mataku telah tiba
Begitu haru menikmati sendirinya jiwa

Hujan siang ini tak mampu mendinginkan matahari
Hanya sekejap saja ia membasahi bumi
Tak mampu menahan panasnya suasana hari
Menguap hilang terbang keatas tinggi

Kini aku merasa tak punya apa-apa
Hanya sucinya cinta didalam raga
Semoga ini tetap terpelihara
Meski aku harus mengorbankan segalanya

10/11/02

TERSENYUMLAH HARI INI

Matahari bersinar lagi hari ini
cerah cahayanya menyemangati hari
Terbangun aku coba bangkitkan diri
Hanya untuk meyapa selamat pagi

Bagaimana kabaarmu hari ini kasih
Semoga bahagia selalu menyertai senyumanmu
saat jiwa kembali tersapu bersih
Aku ingin kembali mencoba untuk mendatangimu

Bertambah lagi sudah umur di dunia
Makin banyak masa lalu yang terlupa
Songsong hari esok makin ceria
Bercanda dengan masa bersama dalam cinta

Ku ucapkan selamat padamu yang merayakan hari ini
Sebagai sebuah awalan untuk berjuang melawan kehidupan sebelum kembali
Alangkah indah seandainya ku bisa ikut bersamamu menikmati
Hangatnya suasana yang menentramkan sanubari

"Selamat ulang tahun sayang"
Bahagia takkan sirna dan hilang
Bersamamu semua kan kita jelang
Segala harapan,impian, dan keinginan dimasa datang

Terimalah persembahanku ini sehingga kuikut berseri
Memandang senyumanmu yang menghiasi wajah bidadari
Berjanjilah apapun yang kan terjadi
Tetaplah kubawa rasa cinta ini disetiap penjuru hati


(sengaja puisi ini dibuat khusus untuk memperingati bertambahnya usia seorang
yang paling dekat dihati)
25/04/02

THIS NIGHT

Malam ini kududuk disini
Bersamamu mencoba mengusir rasa sunyi
Kusaadar hari semakin larut
Kutahu pikiranku kan kembali kalut

Mencoba menyimpan rasa ini dihati
Membakar semua rasa benci kan berganti
Berlari ku mengejar bayang-bayang mimpi
Semoga tidurmu kan nyenyak nanti

Tak perlu kau merasa sedih
Rindumu kan segera pulih
Bila saatnya nanti kau kan terpilih
Menjadi sesuatu dalam diriku, kasih

Cobalah tuk tertidur
Biarkan pikiranmu melantur
Agar cinta tak segera hancur
Oleh sadar yang datang,mimpipun terbentur

Malam ini bukanlah yang terakhir
Jumpakan lagi kita sampai nanti kan terlahir
Benih-benih jiwa yang selalu hadir
Sampai semua rasa rindumu terusir
240302


TIDUR

TErangkai sudah satu kata
Saat sukma memandang jiwa
Sedang apa kau cinta
Melamun saja gerogoti masa

Tertidur waktu yang berlalu
Jalannya lambat bak penyu
Larilah kau seperti perahu
Meluncur melewati deru

Kesepian ini coba usik aku
saat rindu yang terpadu
Merambah dalam nadin darahku
Menghentak jantung raga ku

Berderai peluh keringat ini
Coba untuk kuusap lagi
Membayangmu bidadari
Hanya tiba dalm mimpi

Kalau begitu aku ingin tidur
Agar rindu ini tak lekas luntur
agar cepat waktu teratur
Agar bisa ku kembali berbaur

13/07/02

UNTUKMU YANG BAIK

Selalu akan kuserahkan waktuku
Kupersembahkan semua sehatku
Kuberikan rasa giatku
Untukmu yang baik padaku

Setiap desahan nafas ini
Setiap kali kulangkahkan kaki
Setiap jantung ini berdetak dan berdetak lagi
Aku ingin selalu bersamamu melewati semua hari

Bersandar ku dipelukmu
Dekaplah erat selalu diriku
Sebagai ungkapan terima kasihku
Ambilah semua cinta dari dalam sanubariku

Takkan hilang semua kebaikanmu dilindas waktu
Abadi selalu dalam bingkai hati lukisan sang ratu
Menari bersamamu mengikuti irama merdu
Bertaburan hiasan berlian diantara sela2 langit biru

Untukmu yang baik
Terimalah semua rasa ini dihatimu
Kesungguhanmu akan berbuahkan bahagia
Keikhlasanmu membawa semua rasa setia
Ketulusanmu tak ternilai intan permata
Berdua kita melangkahkan kaki
Mencoba bersabar sampai semua keinginan terjadi 22/04/02

KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2001

AKU MILIKMU

Selamat pagi kasihku
Semoga cinta masih hadir bersamamu
Kan kusambut kau di pelukku
Mendekapnya agar tersa hangat selalu

Terbayang selalu akan senyuman
Saat diriku dirantai lamunan
Sejuta indah perasaan
Kujadikan semuanya sebagai hiasan

Bahagia akan terjalin bersama
Jika kasihmu kau berikan semua
Lalu juga kuberikan segala yang ada
Menjadi ikatan jalinan asmara

Cahaya tenang sang mentari
Semoga terus menyinari
Sampai semua ini terhenti
Cintamu kan selalu ada dihati

Aku milikmu untuk selamanya
Jangan kau ragu sedikitpun tentangnya
Agar kau yakin dan percaya
Kuakan membuktikannya
Waktu semoga kau bisa memberikan jawaban
Bahwa dirinyalah yang selalu dalam ingatan
131001

BELUM ADA JUDUL


Biarkan perasaan membawaku
Dalam rindu yang selalu membelenggu
Terkurungku disini menunggu sang waktu
Terkulai lemas melawan semua rasa ragu

Dudukku merangkai kata-kata
Disaat mulutku tak bisa bicara
Tak tahu harus berbuat apa
Melepaskan semua rasa curiga

Mengapa saat aku benar-benar bahagia
Selalu saja ku buat kesalahan yang nyata
Yang hanya menyusahkanmu saja
Hilang semua rasa percaya

Kini ku merasa tak lagi berguna
Selalu menuntutmu seperti apa yang kupinta
Padahal ku tahu semuanya tak mungkin bisa
Menghadirkanmu dalam khayalanku menjadi nyata

Kutersiksa oleh ulahku sendiri
Terbakar diriku oleh lugunya emosi
Buta mataku dan tertutup pintu hati
Semoga cintaku masih disini

HANYA KAU YANG KUPUNYA

Dalam kegelisahanku terpaku
Menatap ruang kosong harapanku
Membuka lembar demi lembar masa lalu
Mengingat dan memahami seluruh kesalahanku

Tak seharusnya cinta dimainkan
Dan perasaan diombang-ambingkan keyakinan
Ku coba mencari jalan kebenaran
Namun terjebak aku dalam kebingungan

Hanya cinta yang kupunya
Dan kepadamulah aku memberikannya
Hanyalah satu harapan semoga nyata
Kau bisa bahagia karenanya

Maafkan aku jika buatmu susah
Terkurung dalam penjara hati yang resah
Kuberusaha untuk merubah semuanya menjadi mudah
Ku tak perduli walau sebenarnya aku lelah

ku mohon jangan menjauhiku
Bermain-mmain dengan lamanya waktu
Salahku hingga buatmu ragu
Hilang rasa percaya dalam beku

wi.... hanya engkau yang kupunya
Dan satupun tak dapat menggantikannya
270801

HARI MILIK KITA

Saat wakyu terus melangkahkan kaki
Roda-rodanya selalu mendorong hari demi hari
Tak terasa lebih duabelas purnama terlewati
Aku masih saja tak percaya semua ini terjadi

Maukah kau terus tersenyum untukku?
Biar bunga dalam hatiku tak kunjung layu
Tersimpan selalu dengan rasa rindu
Harum mewangi mekar beraroma syahdu

Kasih, biarkan kududuk disini
Memandangmu tak kunjung henti
Mendengar suara hatimu yang bernyanyi
Melepas hilang jiwaku yang sunyi

Masih ingat rasanya aku
Saat pertama memegang tanganmu dahulu
Hangatnya merasuk ke seluruh tubuhku
Tak kuasa ku menahan diri waktu itu

sayang.... jangan biarkan semua ini hilang
semoga cinta tak akan pernah lekang
Biarkan ia terus berjalan melenggang
Lepaskan ingatan jangan ia terkekang

Hari ini mungkin aku undur diri
Janji besok ku kan kembali lagi
140501

IJINKAN KU SEKEJAP TUK TERLELAP

Saat mataku tak bisa terpejam
Detik demi detik kurasakan begitu membosankan
Entah padahal sudah larut malam
Aku tetap saja tak bisa diam

Wajahmu mengelilingi diriku
Begitu polos senyum yang keluar dari bibirmu
Suaramu manja terus terngiang di telingaku
Rinduku yang terberai kini menjadi satu

Kucoba menutup kedua mataku
Lagi-lagi kau yang muncul dari gelapnya khayalku
Terus ini terjadi dalam waktu yang berlalu
Kucoba menahan semua yang terjadi dalam kalbu

Seakan kantukku tak pernah mendekat
Walau malam larut diselimuti langit pekat
Ku hanya bisa mendekap gulingku erat-erat
Berharap semoga cepat dibuai mimpi memikat

Kupandangi gambar wajahmu
Kucoba berbicara padanya
Izinkan aku terlelap
Walau hanya sekejap
Biarkan dirimu hadir dalam mimpiku
Terbuai juga akhirnya aku dalam mayaku
Walau tak tahu itu nyata atau tidak
030401

JANJIKU DALAM DIRI

Dingin udara bulan februari
Seakan membuaiku dalam kesendirian
termenung ku melewati hari demi hari
Dan yang kurasakan hanyut dalam lamunan

Rinduku padanya selalu tercipta
Disaat-saat ku terjaga
Walau sekalipun kuberada di alam maya
Dirimu hadir seakan menjalma

Kutengok keluar hujan rintik-rintik
Angin yang berhembus menyentakan diri
Kuterdiam termenung duduk tak berkutik
Memikirkan dirimu dan akhirnya kusadari

Kasih.....
Ma'afkan jika kadang ku terlupa
Bahwa hanya dirimu yang membuat aku ada
Ada untuk mencurahkan segalanya
Ada untuk selalu berupaya
Menciptakan hidup yang lebih berarti
Dari sekedar makan dan mati

Akhirnya kusudahi lamununku
Kembali ku terjaga dan berlalu
Berjanji aku untuk selalu
Disampingmu, didalam dirimu setiap waktu
220201

KASIH MAAFKAN DAKU

Mengapa kau bersikap begitu kasihku?
Bukankah dulu pernah kukatakan padamu
Bahwa disetiap langkah-langkah jarum waktu
Hanya dirimu yang hadir dihati sejak dahilu

Haruskah semua ini ku alami
Setelah sekian lama cinta ini bersemi
Sungguh aku tak mau semua ini terjadi
Sekalipun hanya dalam mimpi

Biar orang mau berkata apa
Aku pembohong, penipu dan pendusta
Percuma kau tak akan percaya
Dihatimu hanya ada dirimu semata

Kurela harus mengalami semua ini
Walaupun perasaan ini harus menahan diri
Asalkan cintaku terpelihara dengan suci
Hanya untukmu seorang yang kusayangi

Waktu tolong tunjukan kepadanya
Bahwa siang malam aku memikirkannya
Disetiap tidur dan terjaga, dirimu hadir dengan sejuta pesona
Maaf bila selama ini kau tersakiti
Sungguh itu semua bukan maksudku dihati
Tanyakanlah pada Tuhan, karena dia yang paling mengerti
230201

KERAGUAN YANG TELAH HILANG

Awalnya tak pernah kuduga
Bila cinta dapat merubah segalanya
Keraguanku yang dulu selalu ada
Hilang oleh jernihnya asmara

Mengapa tak kurasakan sebelumnya
Begitu indah namun semua nyata adanya
Ku tak ingin ia hilang begitu saja
Kan ku jaga tuk selama-lamanya

Langit cerah membiru
Kupandangi tanpa sedikitpun aku ragu
Karena ku tahu hanya kau satu-satunya yang ada dihatiku
Yang selama ini aku tunggu-tunggu

Rasanya ku ingin selalu ada didekatmu
Menuangkan kata-kata yang siap tercurah dari dalam kalbu
Mendengarkan nyanyian kerinduan yang merdu
Sungguh tak mau aku jika waktu harus cepat berlalu

Banyak sebenarnya yang ingin aku barikan
Walau ku tahu tak semuanya dapat aku lakukan
Tapi percayalah jangan kau ragu atau sungkan
Meminta cinta yang pastinya akan kuserahkan tanpa ku bosan
220401

KERAGUANKU

Kupeluk dirimu erat-erat
Kutak ingin keraguan itu lagi mendekat
Seakan membuat hidupku sekarat
Bagaikan seonggok besi berkarat


Kulepaskan semua keresahan dalam dadaku
Kubebaskan semua rasa curiga dari penjara hatiku
Kutak mau budak nafsu menyeretku
Terjebak diantara perasaan cinta dan cemburuku

Sungguh hanya ini yang bisa kulakukan
Kuhanya tak ingin kehilangan
Sebuah perasaan yang begitu lama ku dambakan
Yang kucari selama ini adalah kesetiaan

Tak apa kau marah kepadaku
Memang sudah sepatutnya begitu
Aku hanya ingin kau tahu
Tak ada yang bisa merebut hatiku darimu

Kupegang tanganmu yang mengepal
Kugerai rambut tebalmu yang menggumpal
Mari sama-sama kita berakal
Tidak menanggapi segala sesuatunya dengan dangkal
Kuharap kau mengerti
Segala yang belum tercurah dari hati
Semoga yang kuasa senantiasa memberkati
090401

PUISI CINTA

Kala sepi menghantui
Angin malam membelaiku sesekali
Ku tahu bukan mudah untuk mengerti
Semoga kutemukan jalan lain dihati

Kuterbangun, tersadar dan mengakui
Semua nyata bukan sebuah ilusi
Ternyata cintamu masih setia menemani
Sepanjang tidurku malam tadi

Kutahu hanya karenanya aku bisa
untuk menyelami semua rasa
Dan mengambilnya tanpa ada sisa
Dengan izin dari yang Kuasa

Kupeluk bayangmu disini
Mendekapnya dengan erat pasti
Berharap kau tak beranjak pergi
Meninggalkanku seorang diri

Cintamu membelaiku manja
Kasihmu membuatku selalu ada
Sayangmu tentramkan jiwa raga
Kesetiaanmu mengubah ragu jadi rasa percaya

Untukmu selalu ku rangkaikan kata
Kujadikan hiasan dalam puisi cinta
140901

RINDU DALAM BAYANGAN


Mengapa selalu tak kuasa diriku
Saat dirimu tak disampingku
Terkurung sendiri dalam beku
Mencoba mendorong langkah sang wwaktu

Berlari kukejar kau dalam bayangan
Sadarku ternyata itu hanya khayalan
Akhirnya lelah ku berjalan perlahan
Semoga kau masih menungguku di ujung jalan

Melatiku, ku rindu ingin menghirup wangimu
Lamu keinginan itu terpendam dalam kalbu
Jangan kau merasa segan ataupun malu
Membuka tanganmu dan memeluku erat selalu

Rasanya tak sabar diriku
Tuk segera bertemu
Dihari pertemuan itu
Akan ku buat kau mengingatnya tanpa beerlalu

Segera ku tersadar dan mencoba mengerti
Ternyata hanya cintamu yang berarti
Tuk mengisi hari demi hari
Kulalui bersdamamu kembali

20/12/01

ROMANSA PANTAI SENJA

Gerai rambutmu riap terhempas angin
Wajahmu memerah diterpa surya senja
Masih sama cantiknya seperti kemarin
Tangannya yang lembut membelaiku dengan manja

Berdua kita duduk di batu
Memandang ke depan ombak yang berlalu
Dengan mendengarkan angin yang menderu
Tak terasa waktu berjalan dengan laju

Pandanganku menembus kedua matamu
Kulihat banyak harapan disitu
Kusapu rambut yang menutupi pipimu
Berjanji kita dalam cinta yang satu

Perlahan-lahan langitpun menjadi gelap
Namun kata-katamu merubah suasana yang senyap
Menjadi sebuah perjalanan yang memikat
Walaupun yang ku rasakan hanya sesaat

Berjalan kita bergandengan tangan
Berdua kita melewati haluan
Ditemani cahaya bulan menawan
Melepaskan semua rasa cinta yang tertawan
Semoga semua ini dapat terus bertahan
Di bawah naungan ridha Tuhan
?

SAAT HATI BERBICARA TENTANG DUKA

Terdiam kutermenung mencoba mencari
Duduk bersandar dan akhirnya kusadari
Ternyata jawabannya ada dalam diriku sendiri
Semoga belum terlambat untuk mengejarmu sambil berlari

Entah aku ini apa?
Yang hanya bisa berkata
Tanpa berbuat sesuatu yang nyata
Sungguh.... andai saja aku bisa

Berat rasanya meninggalkanmu dalam sedih
maafkanlah aku yang tak menghiraukanmu kasih
Harusnya cintaku bukanlah pamrih
Yang hanya mengharap sesuatu yang lebih

Berikanlah aku sedikt dukamu
Biarku rasakan betapa lara hatimu
Akan kusimpan dalam hatiku
Agar kubisa lebih menjadi teman hidupmu

Dalam kutatap matamu
Hatiku menangis namun mulutku membisu
Kuhanya bisa berdo'a mengangkat kedua tanganku
Semoga kau bisa kembali dari kebingunganmu

sayang.... ingatlah aku masih disini
Kuberjanji kan setia menemani
Sampai semua hilang dari alam ini
090401
SAAT KU INGAT DIRIMU

Kucoba menggambar wajahmu dikepala
Indah terangkai raut penuh pesona
Terdamparku di pulau khayalan senja
Diantara sepi kulalui semua rasa curiga

Dititian kasih ku berjalan
Berhati-hati langkahmu perlahan
Berharap segera menemukan
Semua jawaban dari semua pertanyaan

Saat timbul rasa ragu
Saat indah jadi sendu
Segala tertelan rasa cemburu
Semua tawa berubah haru

Disaat itu pula kusadari
Kau masih disini setia menemani
Menungguku membawa cinta sejati
Membawa semua kasih peduli

Rindu ini semakin kental
Cinta ini semakin kekal

Tersenyum sendiri bila ku ingat dirimu
Harus berapa lama lagi aku menunggu
Tuk bjsa bersamamu selalu
Menjalani berdua bersama berpadu
140901

SEBUAH UCAPAN UNTUKMU

Tak terasa waktu berjalan
Setahun yang lalu kau masih belasan
Saat-saat indah sungguh berkesan
Terkenang selalu kadang mampir di dalam impian

Kini umurmu telah kepala dua
Walau masih lama masa untuk menjadi tua
Tapi kini kau telah menginjak dewasa
Yang pastinya tak ingin kau lewatkan dengan sia-sia

Langit cerah mengiringi hari jadimu
Ku tak ingin kau hanya menunggu
Detik-detik berlalu dengan duduk termangu
Karena terselimuti hati dengan rasa ragu

Disini aku setia bersamamu sebagai teman
Menjalani semua angan-angan dan harapan
Jangan ada satupun yang terlewatkan
Tak berguna jika kau menyesal kemudian

Selamat ulang tahun kasihku
Semoga masih cukup banyak cinta yang menyertaimu
Kuhanya bisa berdoa dan memohon selalu
Agar dirimu bisa terus maju
Tanpa berpaling kebelakang dan melihat semuanya semu
Dan berharap kita berdua bisa menjadi satu
240401

TERIMAKASIHKU

Lama kurenung dalam sanubari
Dari segala yang telah terjadi
SAat diri ini ditemani sepi
Lelah namun akhirnya kusadari

Sungguh ini semua sangat berarti
Kala kau ada disisi
Kurasakan betapa besarnya sebuah perasaan suci
Kasih.... jangan kau tinggalkan aku seorang diri

Terimakasihku untukmu yang setia
Masih mau menemaniku walau kadang tersiksa
Tak tahu bagaimana ku akan membalasnya
Semoga ini untuk selamanya

Maafkanlah aku yang tak mengerti
Seharusnya diri ini mau memahami
Bukannya malah ingin menang sendiri
Terbakar oleh panasnya emosi

Kuharap kau tak lelah
Memberikan kasihmu seperti yang sudah-sudah
Walau silih berganti antara senang dan susah
Berdua kita akan menjadikannya mudah
Untuk menjalani hidup ini
Menikmatinya dalam satu hati
160701

KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2000

PEMBUKAAN

Mungkin hanya inilah yang bisa kupersembahkan
Untuk mengungkapkan semua perasaan
Yang lama tak tersalurkan
Terhimpit oleh rasa segan

Terindah semua yang terucap lewat kata-kata
Saat mulutku tak bisa mewakili diriku untuk bicara
Semoga kuterus bisa berkarya
Hanya untukmu belahan jiwa

Jakarta, 200501

MAHADEWI

Disaat semua terselimuti sepi
Disaat semua menjadi tak berarti
Kau datang bak mentari menyinari
Menyadarkanku dari lelapnya mimpi

Lama kunantikan hadirnya seseorang
Tuk mengisi jiwaku yang kerontang
Hadirmu sungguh membuat indah dunia
Lamanya waktu bukan pengorbanan yang sia-sia

Disaat kumenanti
Mencari jawaban yang pasti
Kau menepis kerguan dihati
Maha Dewi bimbing aku dalam indahnya pelangi

Andai setiap saat kubisa bersamamu
Akan ku berikan setiap sisi dari hatiku
Agar kau tahu yang terjadi didalamnya
Bahwa cinta telah memberikan segalanya
190500

PEMENANG

Pemenang, apakah telah yakin semua sudah dikalahkan.
Pemenang, apakah senang sesaat penuh pujian.
Pemenang, apakah mampu mengulang disuatu saat kemudian.
Pemenang, bukankah semua menginginkannya.
Pemenang, tersakitikah yang jadi pecundang.
Pemenang, mampukah ia menguasai diri di puncak keberhasilan.
Pemenang, apa yang diperlombakan hanyalah kepalsuan.
Pemenang, kapankah aku menjadi seorang pemenang.
Pemenang, semoga sekali saja kata itu tersemat ku sudah senang.
Pemenang, bukan untuk akhir suatu tujuan.
Pemenang, adalah salah satu jalan mencapai kesempurnaan.
Pemenang, adalah yang mengakui ia masih jauh dari keberhasilan.
Pemenang, adalah yang menyadari hidup ini penuh dengan perjuangan.
Pemenang, adalah yang memberi kesempatan pada yang lain untuk ikut merasakan.
Pemenang, adalah yang tak ingin sekitarnya dalam kesedihan.
Pemenang, adalah yang mau saling menasehati dalam kebaikan.
Pemenang, adalah yang sedih bila hanya ia yang merasakan kegembiraan
Dan pemenang, adalah yang selalu terdepan dalam setiap kebaikan.
Sadarlah, kita semua adalah pemenang, dari setiap kesulitan yang kita hadapi.
070210 0407 sL@m

See more, at slam201080.blogspot.com

Baju hijau part 6 (akhirnya gundul juga)

Sebuah sympony alam, bersatu, mencoba berinteraksi dengan manusia2 yang memiliki kesadaran, dan menikmatinya sebagai suguhan gratis bagi jiwa2 kerontang, yang membutuhkan makanan alami langsung dari sumbernya. Menenangkan, saat irama tercipta, dari berbagai nyanyian jangkrik dan katak yang saling bersahutan, harmoni indah pelajaran nada2 alam, yang terekam masuk kedalam telinga dan menyenangkan perasaan. Butuh kesabaran menangkap tiap makna, butuh kejelian lebih, agar setiap percakapan dapat di mengerti, sebuah senandung syukur, dari seluruh makhluk, untuk dipersembahkan pada sang Pencipta, Allah SWT.
Hampir setiap jam Yanto terjaga dari alam bawah sadarnya, dipaksa bangun oleh berbagai zat kimia yang bereaksi tidak teratur dalam tubuhnya, metabolisme yang terganggu dari perubahan pola yang drastis, menyebabkan tubuhnya lemah.
Pagi pertama menjelang, menikmatinya dari dalam kamar yang di isi oleh 10 orang dari berbagai asal jobsite, ada 5 ranjang bertingkat di kamar berukuran 5x5 meter itu, terasa sempit memang, namun masih cukup nyaman, ditambah udara pagi yang masuk dari lubang2 ventilasi yang sengaja di buat banyak, agar sirkulasi udara tidak terhambat, dan dengan mudahnya mengisi tiap sela2 jalur pernafasan.
Pagi pertama, nyaris diabaikan, bagai anak tiri yang dilupakan, tak ada panduan, tak ada pemberitahuan harus apa mereka mengisi kegiatan pagi itu. Yanto enggan mandi, air yang terasa dingin membuatnya mengerenyitkan dahi, "cukuplah ku basuh muka ini saja, dan menggosok gigiku, ku memulai pagi ini" pikir Yanto dalam hati. Saat yang dinanti-nanti, sarapan yang di idamkan, saat memasuki ruang kantin yang begitu luas, sanggup menampung seratus lebih manusia, masih tak ada kekakuan aturan yang mengikatnya, Yanto biasa saja memilih menu yang akan disantapnya. Duduk dekat dengan beberapa teman yang baru dikenalnya, Yanto menikmati sarapan paginya dengan santai.
Tiba2 ada suara tegas berbicara, "Mohon perhatian, kepada senior dapat menyesuaikan. Duduk siaaaap... Graak..! Mengawali makan pagi, berdo'a mulai!"
Seketika Yanto menghentikan makannya, entah karena menghormati, entah karena ingin mempelajari berbagai aturan disana.
"Selesai! Istirahat ditempaaaat... graak!" "selamat makaaaan...! Serentak para siswa OM (operator magang) menyahut berbarengan.
Begitulah salah satu aturan makan yang akan menghiasi waktunya kedepan, aturan yang membuat kebersamaan, namun membutuhkan kesabaran, bagaimana tidak, jika kita yang paling pertama mengambil nasi dan siap dimakan, kita harus menunggu meja panjang itu harus terisi penuh dahulu, baru salah seorang berdiri dan memimpin doa seperti tadi, jadi satu baris meja dapat makan bersama, dan jika kita sedang makan, kemudian ada baris meja di sebelah kita sedang disiapkan, kita harus menghentikan makan kita sejenak, dan ikut berdoa kembali, baru boleh makan lagi setelah ada aba2 "istirahat di tempaaat graak!." dan kita menjawab, "lanjutkan!"
Sungguh bertele-tele dan merepotkan, segala aturan yang berbau militer itu. Namun mau tak mau itu akan menjadi bagian dari keseharian hidupnya satu bulan kedepan.
Mencoba menyatukan raga dan pikiran yang ternyata tak semudah membalik telapak tangan, seringnya wajah keluarga yang terbayang, membuat yanto kadang termenung menyesali mengapa ia terperangkap di sini.
Hari pertama dijalani dgn berbagai kegiatan mulai dari apel pagi, juga ada pelajaran di kelas tentang keselamatan. Siangnya, saat yang dinanti telah tiba, mencukur rambut sampai botak, sampai hampir tak tersisa rambut dikepala, seharusnya sdh dari pagi dilaksanakan kegiatan cukur rambut itu, namun berhubung banyak alat cukur yang rusak, jadi baru bisa dilaksanakan pada siang harinya, karena harus diperbaiki dulu.
Gilirannya tiba, yanto telah membuka bajunya sedari tadi, namun gilirannya br tiba setelah mengantri. Bergetar dan hangat terasa kepala yanto saat alat pencukur dgn teganya menghabisi tiap helai di kepala yanto, sempat beberapa kali tersendat karena tebalnya rambut yang harus rela meninggalkan kepala yanto untuk selamanya.
Selesai, tak percaya yanto memegang kepalanya, hilang, semua rambutnya telah hilang, meninggalkan kepala plontos, "bagaimana tampangku kini" ucap yanto dalam hati. Bergegas akhirnya ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan sisa2 rambut yang banyak mempel pada seluruh tubuhnya. Didepan kaca yanto tertegun melihat wajah asing yang dia sendiri tak tahu siapa itu kalau saja ia tak segera tersadar bahwa itu adalah wajahnya kini, lucu, aneh dan unik. Tak dapat dijelaskan dengan kata2. Tertawa sendiri dalam hati, hanya bisa tersenyum tak henti, yanto membasuh diri, mandi sambil menenangkan hati dan pikiran, meyakinkan dirinya bahwa ini adalah masih bagian dari awal, nantinya masih banyak hal yang lebih seru lagi, yang akan membuat pertanyaan dalam hatinya, bisakah ia melewatinya?
070210 0050 sL@m
See more stories at slam 201080.blogspot.com