<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068</id><updated>2012-02-16T15:37:10.301+07:00</updated><title type='text'>Kehidupanku</title><subtitle type='html'>Berbagai kisah dari berbagai kejadian yang terekam dalam rangkaian kata-kata, secara spontan tercipta, tanpa rekayasa, agar hidup yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa, ok selamat membaca</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-458428904961587853</id><published>2010-03-16T22:48:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T22:36:39.126+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 9 (sebuah perjalanan)</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S5-lh3FWb1I/AAAAAAAAAHc/IvzCE9492mo/s1600-h/tol+cikampek-799129.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S5-lh3FWb1I/AAAAAAAAAHc/IvzCE9492mo/s320/tol+cikampek-799129.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449256075282247506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hari yang dinanti akhirnya tiba juga, pagi itu matahari seolah menyambut mereka dgn sinarnya, membakar semangat ditiap relung jiwa, semangat yg terpaksa hadir, akibat keadaan yg tidak bisa diubah lagi. Kadang ketika seseorang yakin dgn semangatnya yg menggebu, ia akan terperangkap di sebuah tempat yg membutuhkan lebih banyak lagi pengorbanan dari kehidupannya, intinya, bahwa keadaan yg bagaimanapun yg ingin kita raih, akan terasa kurang, kala kita telah berada di titiknya, dan akan terus terulang bagai sebuah garis lingkar yg tidak berkeputusan, dan kita tidak menyadarinya, bahwa kita tidak akan merasa pernah puas dgn apapun yg kita terima, karena hidup memang memerlukannya, tanpa nafsu dan ambisi, bumi ini akan kering dan tak menarik lagi, namun dgn itu pula nanti bumi akan berhenti berotasi, who knows?...&lt;br&gt;Jadwal kegiatan telah jelas di informasikan, pagi itu, selesai melaksanakan apel, seluruh peserta diminta untuk mengumpulkan semua barang2 yg akan ditinggal, dan hanya membawa yg benar2 diperlukan saja, seperti obat2an dsb, karena segala kebutuhan hidup selama masa pelatihan, telah dipersiapkan oleh pihak pusdikpassus.&lt;br&gt;Yanto memastikan kembali barang2 yg akan dibawanya, dan semua yg diperlukannya dimasukan ke dalam plastik sisa belanja di alfa, ia pun menitipkan kepada temannya yg membawa tas, jadi 1 tas untuk 3 orang, lebih hemat tempat. Setelah yakin semua beres, yanto berkumpul kembali ke lapangan apel dgn membawa tas nya yg akan ditinggalkan, lumayan memakan waktu sampai semuanya berkumpul dan kembali di bentuk barisan, kali ini menurut asal jobsite. Tersenyum sendiri ia kala melihat kenyataan jobsite asalnya hanya mengirimkan 3 orang saja, benar2 orang2 yg menyedihkan pikirnya dalam hati. Selain tas yg dikumpulkan, mereka juga harus rela sarana komunikasi yg mereka punya jg harus disita, tanpa mau mengambil resiko, yanto terpaksa ikut mengumpulkan hp nya, setelah sebelumnya ia melepas baterainya dan menempatkannya disebuah wadah bersama dgn dua temannya sesuai dgn asal jobsite, agar nanti lebih mudah saat pengambilannya.&lt;br&gt;Memberi pengertian kepada dirinya sendiri, bahwa kesanggupan terpisahkan dari dunianya nanti adalah lebih dari sekedar cobaan hidup, namun juga merupakan sebuah pembuktian dari ketegaran seorang laki2, yg ingin menunjukan bahwa iapun bisa menjalani semua, tanpa hambatan yg berarti, sebuah ego yg lebih dipengaruhi oleh hormon testosteron, yang biasanya ingin selalu lebih unggul dari lawan jenisnya.&lt;br&gt;&amp;quot;oke, semua telah rapih, kini hanya tinggal menunggu keberangkatan&amp;quot;. Memakai baju yg tak pernah diganti selama beberapa hari ini, karena memang hanya diberi 1 pasang saja, sebuah kaos kuning dan strip biru, juga sebuah celana kaos training berwarna biru tua, sepatu capung putih sebagai pelengkapnya. Rencananya pukul 1 siang nanti mereka diberangkatkan dgn 5 buah bis big bird, cukup mewah memang, namun tetap saja tidak menyenangkan, seolah mengendarai kereta kencana emas dgn tujuan neraka, sebuah parodi sesungguhnya, saat melihat sesuatu dari sudut pandang perasaan yg berbeda, maka yg ditampilkan akan jauh dari semestinya yg akan ditangkap oleh panca indera.&lt;br&gt;Diatur menurut nomor barak, yanto bergegas mencari tempat duduk di dalam bis nomor 2, melihat posisi mana yg paling nyaman, ia memilih kursi pojok kiri nomor 2 dari belakang. Mengarahkan udara dingin dari atas kepalanya, untuk sejenak mendinginkan tubuh yg mulai kepanasan, terpapar terik diluar sana, pandangan yanto menerawang, menembus unit2 alat2 berat, yg telah uzur diluar sana, dalam lamunannya ia berusaha mencari jalan pulang, namun selalu tersesat seolah tidak diperbolehkan sementara untuk menjenguk keluarganya, walaupun itu hanya sebatas pikiran. Ia pun memilih berbincang dgn teman disampingnya, dan sedikit bergurau tuk sekedar menghilangkan ketegangan yg tercipta. Satu persatu mereka memasuk&amp;#236; bisnya masing2, masih menunggu beberapa orang lagi yg belum selesai shalat dzuhur.&lt;br&gt;Ketika roda itu mulai berputar, yanto memastikan kesadarannya betul2 bersamanya, agar sinkron antara hati dan pikiran, kini ia yakin telah siap dan mengawalinya dgn doa, seiring  bis itu mulai merayap, menuju kawah candradimuka. Perlahan namun pasti 3 jam perjalanan yg melelahkan itu akan berakhir disebuah tempat yg ia sendiri belum pernah membayangkannya, saat yg lainnya dapat tertidur kala mereka mulai memasuki tol cikampek, ia pun berusaha untuk terpejam, agar sedikit bisa membuat rileks tubuhnya. Jalan yg sering dilewatinya, untuk pulang kerumahnya d&amp;#236; daerah karawang, ia berkhayal, sang sopir membelokkan arah bisnya ke pintu keluar tol kerawang barat, tuk sekedar mampir kerumahnya, namun ia pun terpaksa kecewa, karena ternyata bis terus berjalan lurus menembus udara kering siang itu menuju bandung.&lt;br&gt;Jalan mulai berliku-liku dan penuh dgn tanjakan, memastikan bahwa mereka menuju area pegunungan, sebuah dataran tinggi di jawa barat. Langit mulai diselimuti awan mendung, walau jalan mas&amp;#236;h kering, namun bau hujan jelas mulai tercium.&lt;br&gt;Pemandangan yg mulai nampak indah, berbagai kawasan perbukitan yg diselingi oleh areal persawahan, rapi tersusun dari atas kebawah, terasering, tekhnik pengairan yg sempurna untuk daerah seperti ini. Sesekali ia melihat jembatan rel kereta, sebuah konstruksi kuno yg mulai usang, nampaknya telah lelah menyangga besi  bergandengan yg merayap diatasnya, tiap beberapa jam sekali. Berbeda mungkin perasaan yg dialami andai kondisinya berlainan sama sekali, mungkin ia akan menyanyikan lagu2 gembira disepanjang jalan, mengiringi indahnya pemandangan sekitar, bagai tamasya yang terkenang kembali dimasa kanak2nya, riang penuh tawa dan canda seolah tanpa beban yg tersandang. Tersenyum miris ia mengenang semua, ternyata menjadi seorang dewasa tidaklah mudah, namun bukan berti susah. Kini ia mulai mengetahui, mengapa kerutan pada wajah orang tuanya mulai bermunculan, sebuah pembuktian dari tubuh yg telah melewati berbagai macam berat kehidupan, sebuah cap kelulusan masih bisa bertahan, dari godaan yg menghadang.&lt;br&gt;Perjalanan ini seolah memberi kesadaran baru dalam dirinya, seperti kehidupan, harus tetap bergerak dan bertahan, tak bisa berdiam diri menerima perubahan tanpa kita mengikutinya, akan tertinggal jauh dan tersisih jika sedikit saja kita terlambat, menyadari semuanya tampak berbeda dari dirinya. Mungkin kini ia dianugerahi sebuah kerutan baru diwajahnya, seperti orang tuanya, sebuah cap kelulusan dari ujian sebelumnya, dan akan menanti ujian berikutnya, yg sesungguhnya telah disekenariokan dan berada dalam levelnya untuk dapat dilewati, sulit namun bukan berarti tidak bisa, sesuai kadar kualitas dari pribadi masing2 orang, berbeda tergantung tingkat pemahaman dan kedewasaan, ujian yg sama akan menghasilkan hal yg berbeda tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.&lt;br&gt;Sekitar 6km lagi selepas tol, daerah batujajar bandung, sebuah kawasan yg menjanjikan kualitas, bagi para lulusannya, kawasan yg sudah melegenda, mencetak para prajurit yg membanggakan, apakah pantas seorang pecundang berada disana..? apakah tidak membuang biaya saja dgn mengirimkan mereka? apakah sesuai nanti apa yg di harapkan? apakah tak sia2 semua waktu yg diberikan?. Keraguan demi keraguan semakin membuat pening kepala, semakin dekat semakin tak karuan, terjebak dalam kotak yg berjalan tanpa dapat dihentikan, ingin berontak, malah tenggelam dalam ketegangan.&lt;br&gt;&amp;quot;Kalau ragu, kembali sekarang juga.&amp;quot; sebuah tulisan yg cukup besar, terbaca oleh sebagian besar dari para peserta, sebagai penanda di sebuah papan baliho, bahwa tempat yg dituju tinggal 1km lagi. Aura militer mulai terasa sekarang, saat aliran darah mengalir semakin kencang, mampukah bertahan?&lt;br&gt;Akhirnya tiba juga ditempat yg dituju, pusdikpassus batujajar bandung. Beberapa anggotanya yg memakai baret merah, menghalangi arus lalu lintas dari arah depan, memberi kesempatan untuk iring2an bis membelok ke kanan, memasuki kawasan tempat pelatihan. Wajah2 bengis itu, tanpa senyuman dan pandangan yg tajam, siap menyambut mereka dgn berbagai teriakan perintah dan makian, semakin memerah wajah yanto saat mempersiapkan dirinya untuk turun dar bis.&lt;br&gt;Sore yg sejuk, namun tidak menyejukkan, alam yg indah, namun terhalang rapat barisan seragam loreng itu, seolah memberi isyarat, bahwa tidak ada waktu untuk menikmatinya. Sebuah awal yg sangat berkesan, sabtu sore yg tak kan terlupakan, sebuah penyambutan yg dipenuhi oleh teriakan dan bentakan, menyiutkan nyali tiap2 hati. Namun masih ada kekuatan itu, yang membuat ia mampu bertahan, tuk sekedar menghadapi berbagai muka garang itu, masalahnya, dapatkah ia menyadarinya, bahwa ia mas&amp;#236;h memiliki tekad itu, semoga.&lt;br&gt;Bersambung....&lt;br&gt;160310 2316         &lt;br&gt;By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-458428904961587853?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/458428904961587853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/03/baju-hijau-part-9-sebuah-perjalanan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/458428904961587853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/458428904961587853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/03/baju-hijau-part-9-sebuah-perjalanan.html' title='Baju hijau part 9 (sebuah perjalanan)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S5-lh3FWb1I/AAAAAAAAAHc/IvzCE9492mo/s72-c/tol+cikampek-799129.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7061719513144928832</id><published>2010-03-16T05:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T05:45:39.515+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 8 (sesaat sebelum keberangkatan)</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S564k4dRHEI/AAAAAAAAAHQ/wSwSRJdgt90/s1600-h/at+cile+(12)-739519.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S564k4dRHEI/AAAAAAAAAHQ/wSwSRJdgt90/s320/at+cile+(12)-739519.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448995542934821954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Langit mendung, sesekali gerimis datang disaat yang menurut sebagian orang sangat tepat, karena tak jarang ketika gerimis datang mereka tertawa riang, terbebas dari segala rutinitas dan dapat menghemat energi dalam tubuh, yang memang harus sangat efektif dalam penggunaannya. Gerimis pula yang membuat sebagian yang lain merasa resah, karena tertunda lagi segala sesuatu yang telah direncanakan dgn matang jauh2 hari sebelumnya. Tak heran jika saat gerimis datang ada yg tersenyum, ada pula yg cemberut. Kadang terlihat lucu perbedaan yang ada, begitu nyata tak bisa dipisahkan karena memang sudah menjadi kesatuan, sebuah pertentangan yg membuat bumi ini berputar dinamis, sebuah kejadian yang berefek kebalikan, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya, kadang kita dapat mengatur harus tertawa gembira atau menangis bersedih, kala hal2 yg terjadi dalam hidup kita begitu dahsyat mempengaruhi emosi kita. Kadang kita juga tak mau tahu dan berusaha melupakan yg terjadi yg tidak sesuai dgn yg kita inginkan, walaupun sebenarnya kita tidak tahu bahwasannya hal itulah yang nantinya merubah diri kita menjadi lebih baik, yah itupun kalau kita mau jadi baik.&lt;br&gt;Semua tersenyum senang, berlarian kembali ke kamar dan barak masing2, karena tak jadi binsik siang, karena hujan datang, kejadian yg sama juga terjadi di pagi harinya, sehingga keberkahan ini dinikmati bersama2. Berkumpul di dalam kamar masing2, menikmati suasana yg ada, udara sejuk yang tercipta dari hembusan angin yang melewati butir2 air yang berjatuhan dari langit kelabu.&lt;br&gt;Entah harus disikapi dgn senyum atau apa, yanto berpik&amp;#236;r dalam hati, seharusnya banyak kegiatan yg bisa dilakukan, agar tubuhnya lebih siap menghadapi kondisi yg belum diketahuinya, apakah berat latihan bersama para pasukan elit itu. Namun ia masih harus menerima kenyataan, bahwa tangannya dalam kondisi yg begitu lemahnya, akibat ketegangan yg luar biasa dari otot2 yang tidak terbiasa lagi dibebani. Setelah apel pertama malam itu, semua peserta melakukan push up sebanyak 40X, saat itu yanto masih mampu melakukannya, namun ternyata hal tersebut membuat jaringan2 itu koyak, dan cedera, seperti tak bertenaga, untuk melakukan push up 5x saja sekarang rasanya mustahil. Sambil meringis kesakitan, yanto menyudahi latihan yg ia lakukan sendiri dalam kamar, tak percaya, dan berharap ini segera berakhir, bagaimana ia menghadapi berbagai latihan fisik yang semakin berat nantinya, kalau ternyata tangannya menyerah dan merasa kalah, walau semangat telah mendorongnya serta, namun masih belum mampu merubah keadaan yg nyata.&lt;br&gt;Kesal terhadap diri sendiri, mengapa sebelumnya ia tak melatih diri, jauh2 hari sebelum semua ini terjadi, sebuah kepercayaan diri yg teramat tinggi, mengira tubuhnya masih seperkasa dulu, ketika masih belia, sekuat2nya orang, tanpa latihan akan menjadi seorang pecundang, dan seperti itulah ia sekarang. Terkenang saat dulu ia mampu mengangkat beban bench press 40kg, tidur terlentang, mengangkat barbel di atas dadanya, masih mampu dgn 10x repetisi, ketika masih begitu bugar ia merasa dapat mencapai puncak kekuatannya. Tapi itu dulu, setelah mutasi ke jakarta, ia tak pernah latihan fitness lagi, dulu di freeport, fasilitasnya begitu lengkap, kini ia tak pernah latihan lagi, otot2 yg sudah terbentukpun menyusut kembali, mungkin memang karena ia tak memerlukanya lagi, sebuah keadaan yg membuat orang lbh percaya diri, mempunyai tubuh yang atletis dgn six packnya.&lt;br&gt;Kenanganya seketika buyar oleh denyut2 pada otot lengannya, ia pun mengolesnya dgn balsem otot, walaupun tidak menyembuhkan, namun setidaknya memberi kenyamanan sesaat. Mengurut sendiri, bagian2 yg terasa sakit dan pegal, tak mampu mengatasi semua, akhirnya hanya bisa pasrah, menunggu tubuhnya menyembuhkan dirinya send&amp;#236;ri.&lt;br&gt;Rintik hujan masih tersisa sedikit demi sedikit, menyisakan genangan dan tanah yg becek. Bukan tak ada kegiatan sebenarnya, namun lebih karena kekurangan pembina yg akan melatih tentang dasar2 militer, seperti pbb dsb, menurut keterangan, yg akan melatih masih berada d&amp;#236; jobsite, seorang purmawirawan berpangkat kolonel yang direkrut oleh pama, yg bertugas memberikan berbagai pelat&amp;#236;han kepada seluruh calon karyawan pama, agar mempunyai disiplin yang tinggi, saat sudah bekerja nanti.&lt;br&gt;I nyoman sunake, seorang purnawirawan TNI, dgn pangkat terakhir kolonel, masih tampak gagah, diusia yg sudah lumayan senja, masih tersisa kegagahan yang terlihat pada dirinya, mulai dari caranya berjalan dan pandangan matanya yg tajam menembus setiap pandangan lawannya. Akhirnya beliau datang, tepat 3 hari sebelum keberangkatan ke pusdikpassus bandung. Persiapan yang singkat memang, namun harus dilakukan.&lt;br&gt;Tegas, namun penuh perhitungan, itulah kesan yg didapat oleh yanto, dlm menilai sosok mantan kolonel itu, ia mampu membawa aura militer kepada semua siswa calon susbintal itu, tanpa banyak membantah, rupanya masing2 peserta rela diperlakukan sedemikian rupa, seolah mengakui kepemimpinan dan wibawa sang pelatih. Mereka diajarkan dasar2 militer, seperti baris-berbaris dan yang lainnya, yg membutuhkan kekuatan fisik yang prima, hukuman demi hukuman di praktekan dalam setiap kesalahan yg dilakukan, demi semakin memperkuat semangat dan ketabahan yg memang harus selalu ada dalam diri tiap2 siswa.&lt;br&gt;Jum&amp;#39;at pagi, sehari sebelum keberangkatan, yanto bersiap menuju masjid yg masih berada dalam kawasan tc cileungsi, untuk melaksanakan shalat idul adha berjamaah. Ia telah mematikan perasaannya semenjak tadi malam, kala gema takbir tak berkeputusan saling bersahutan, terdengar sayup namun cukup menggetarkan ruang kalbu yg memang sedang membutuhkan hangat kebersamaan,dan nampaknya hanya bisa ia menangis hati kala dihadapi kenyataan ia berada ditempat yg tidak semestinya. Dan memang kekosongan yg tercipta membuatnya tersadar bahwa apapun yg ia lakukan haruslah mempunyai tujuan, entah itu sesuai keinginannya atau tidak, yg pasti semakin ia meratapi maka semakin jatuh ia ke jurang kehampaan, dan ia tak mau itu terjadi.&lt;br&gt;Mati sudah perasaan itu, membeku dan menunggu dicairkan kembali. Kini ia merasa jadi bagian robot2 itu, karena semua mematikan juga perasaannya. Saat ini tak mungkin akan terlupakan, pikirnya. Saat dimana yg lain penuh dgn kegembiraan di hari suci, sementara ia bagai seekor burung yg harus tetap berada di dalam sangkarnya yg luas.&lt;br&gt;Kekhusyukan dalam rangkaian ibadah di hari idul adha itu, lebih merupakan sebuah pengaduan, sebuah ratapan dari seorang yg ingin semuanya menjadi lebih baik, karena memang agar lebih baik nantinya kehidupannya setelah ini. &lt;br&gt;Perlahan, namun pasti, waktu semakin berjalan, menciptakan efek ketergesaan, kapan ini akan berakhir, namun disisi yg lain, ada sebuah perasaan yg menegangkan, dari seorang yg benar2 tidak tahu apa yg akan terjadi berikutnya. Siangnya, setelah melaksanakan shalat jum&amp;#39;at, kembali fisik harus dibina, matahari yg menyengat, semakin memberikan tambahan beban yg harus diterima, selain rasa seluruh tubuh yg memang sudah tidak karuan akibat keletihan.&lt;br&gt;Satu hari lagi, dan ini akan dimulai, semakin jelas terlihat jalan di depan sana, semakin tegang semua otot2 di badan, semakin tidak terkira, seperti apa kerinduan yg nanti tercipta, 3 minggu tanpa komunikasi, dan seolah dianggap mati, terlupakan begitu saja, bagai manusia yg memang tidak pernah ada.&lt;br&gt;Sisa hari itu digunakan oleh yanto untuk berkomunikasi dgn orang yg disayanginya, karena esok, semua hp harus di tinggal, tidak boleh dibawa ke area pusdikpassus. Semoga suara itu dapat menambah kekuatannya dalam menghadapi salah satu ujian di kehidupan ini. &lt;br&gt;Senja semakin indah, dalam balutan cahaya kuning keemasan, tampak sesekali tanah bagai berkilauan, efek dari air sisa2 hujan yg tersiram sinar yg masih tersisa. Keindahan yg layak dinikmati, andai tidak dlm kondisi seperti ini, namun ia harus tahu, alam tidak pernah meminta pujian, tidak pernah meminta riuh tepuk tangan, hanya untuk ke&amp;#236;ndahan yg selalu tercipta, karena ia melakukan semua, tidak lebih dari sebuah puji2an, untuk mengabdikan dirinya kepada Dzat tertinggi di alam semesta, dan seharusnya kita semua menyadari itu, karena kita merupakan bagian dari kosmos di jagad raya ini.&lt;br&gt;160309 0507         &lt;br&gt; By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7061719513144928832?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7061719513144928832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/03/baju-hijau-part-8-sesaat-sebelum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7061719513144928832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7061719513144928832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/03/baju-hijau-part-8-sesaat-sebelum.html' title='Baju hijau part 8 (sesaat sebelum keberangkatan)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S564k4dRHEI/AAAAAAAAAHQ/wSwSRJdgt90/s72-c/at+cile+(12)-739519.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-9152988356322543946</id><published>2010-02-22T20:08:00.000+07:00</published><updated>2010-02-22T19:57:34.956+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 7 (sang pembina)</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S4J_PmogN_I/AAAAAAAAAGo/L5PPPDddp2c/s1600-h/at+cile+(19)-754958.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S4J_PmogN_I/AAAAAAAAAGo/L5PPPDddp2c/s320/at+cile+(19)-754958.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441051205862176754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tahukah kau, bahwa semua yang ada di hadapan kita, sesungguhnya telah dipersiapkan, telah dibuat sedemikian rupa untuk kita lewati, dalam kita melangkah, harus penuh perhitungan, tak jarang kita harus terjatuh dan berdarah, tak jarang juga kita kadang ragu untuk kembali melangkah dan terdiam sejenak, tapi semua itu adalah wajar, karena itulah yang terjadi pada setiap orang, tak ada seorangpun yang memiliki jalan mulus sempurna dalam hidupnya, banyak aral dan rintang yang harus di hadapi, berat atau tidaknya, tergantung masing2 individu, apakah mampu dgn cepat melewatinya. Tapi tetap bagaimanapun kita harus tetap berjalan, agar hidup kita senantiasa berkelanjutan, karena perubahan dalam hidup adalah merupakan sebuah kepastian, yang tak mau berubah atau menerima perubahan harus tertindas oleh jaman.&lt;br&gt;Hari pertama di cileungsi dilewati dgn penuh pertanyaan, kejutan apa lagi yang akan terjadi berikutnya, setelah yanto terkejut dgn dirinya sendiri ketika menghadapi cermin. Diterima dengan hati riang, karena banyak teman yang sama2 dalam perjuangan, menciptakan kekuatan tersendiri yang hanya akan timbul bila kita berada di dalam keramaian dan memiliki satu tujuan, walaupun orang disekitar kita masih asing, namun keadaan yang akhirnya mendekatkan masing2 dari mereka. &lt;br&gt;Segar rasanya saat siang seperti ini membasuh seluruh tubuh dengan air yang mengalir, agak lama karena begitu banyaknya sisa2 rambut yang menempel disekitar leher dan sekitarnya. Setelah dirasa cukup bersih, yanto pun bergegas memakai handuknya, dan keluar dari kamar mandi. Sempat melihat di sekelilingnya berbagai kesibukan yang terjadi, ada yang br selesai di gunduli, ada yang masih menunggu giliran, ada juga kelompok operator magang yang kembali masuk ke dalam kelas untuk mengikuti pelajaran. Tak ambil peduli, yanto bergegas masuk ke kamarnya dan langsung mengenakan baju, dan selanjutnya persiapan santap siang.&lt;br&gt;Bagai menjadi seorang karyawan baru lagi, yanto tak mengetahui apa saja prosedur selama melaksanakan training ini, banyak hal yg harus dipelajari dan ditanyakan kepada yang lainnya yg lebih junior, karena dulu sewaktu masuk kerja ia tidak diajarkan berbagai aturan seperti ini, karena dulu memang belum ada. Seperti baris berbaris, menyanyikan yel-yel yang ia sendiri tak ada yang hapal, dan sebagainya. Menjadikannya benar2 seperti karyawan yang baru masuk kembali, dan ia harus rela disamakan derajatnya dgn karyawan yg baru masuk.&lt;br&gt;Dan memang kini setelah semua kepala orang2 tak mempunyai rambut lagi, semua hampir terlihat sama, apalagi saat dibagikan kaos dan celana training, hampir tak dpt dibedakan mana yg senior dan junior, semua membaur menjadi satu.&lt;br&gt;Sisa dari siang pada hari pertama di cileungsi, di habiskan dgn bersantai di kamar masing2, sambil menunggu pengumuman dari yg berwenang tentang kegiatan apa lg yg harus kami lakukan.&lt;br&gt;Sedangkan, anak2 yg br masuk, masih melanjutkan pelajaran safety, yang d&amp;#236;bawakan oleh orang2 dari head office jakarta, sedangkan para karyawan dari jobsite tak perlu mengikutinya lagi, karena memang ruangan yang tidak mencukupi untuk menampung semua peserta calon bintalsik yang mencapai 200 org lebih, dan hanya disuruh mengisi soal tentang safety, tak terkecuali yanto, yang ikut mengisi post test tersebut selepas mandi.&lt;br&gt;Waktu yang senggang disiang hari &amp;#236;tu, dimanfaatkan oleh yanto untuk lebih mengenal teman2 sekamarnya, yang memang br pertamakalinya dipertemukan, berusaha akrab, karena yakin mereka nantinya akan menjadi teman seperjuangan, dalam menghadapi training ini.&lt;br&gt;Ternyata sampai selepas makan malam memang tak ada kegiatan sama sekali, namun nanti tepat pukul 9 malam nanti, akan ada apel malam, yah apel malam pertamanya selama di cileungsi, selama ini ia tak pernah mengikuti acara tsb, jadi ia penasaran bagaimana suasana saat apel tsb, apa saja yg harus di lakukan.&lt;br&gt;Setengah jam sebelum pukul 21.00, mereka sudah di suruh berkumpul di lapangan apel, untuk persiapan, masing2 baris disesuaikan dgn asal kamas dan barak masing2, karena blm ada ketentuan yg lain. Enggan menjadi pemimpin, para karyawan yg lbh senior menunjuk anak baru yg memang t&amp;#236;ap hari sudah sering melakukan apel seperti ini, mungkin biar menjadi contoh dahulu, bagaimana tata cara melakukannya.&lt;br&gt;Tepat pukul 21.00 akhirnya apel di mulai, petugas piket berjalan pbb, menanyakan kepada setiap pemimpin pleton berapa anggotanya, setelah mengabsen semua barisan, petugas piket menghadap barisan, kemudian berteriak, &amp;quot;PERSIAPAN APEL MALAM&amp;quot; setelah itu tiap2 pemimpin barisan menyiapkan barisannya.&lt;br&gt;Tak disangka dan tak diduga, salah seorang pembina yang sudah sepuh, berkaca mata dan berjenggot panjang, mendekati yanto, ia berbisik agar yanto maju sebagai pembawa apel malam itu, untuk mewakili karyawan dari jobsite, dan sebagai contoh, agar setiap saat harus siap tampil di depan. Dalam hati yanto sebenarnya belum siap dgn ini semua, tapi mau apalagi, bisa tidak bisa harus tetap maju. Belum pernah mengikuti apel, pas ikut pertama kali sudah disuruh jd pembawa apel, atau pembina. Entah ini anugrah atau musibah, yang pasti yanto berusaha menjaga air mukanya tidak tampak tegang dan badannya tidak bergetar semua, akibat demam panggung. &lt;br&gt;Apel d&amp;#236;mulai, berurutan, mulai dari pembacaan nilai inti pama dsb oleh petugas yg langsung ditunjuk oleh yanto, banyak mendapatkan petunjuk dari pak gatot tadi, tentang apa2 yg harus d&amp;#236;lakukan dan koreksi langsung dari tiap kesalahan yg dibuat. Kini g&amp;#236;liran menyampaikan amanat, yanto berpikir keras dalam hati, apa yg mau di sampaikan kepada 200 orang lebih itu.&lt;br&gt;&amp;quot;Assalamualaikum wr.wb. SEMANGAT PAGI!.. Pertama2 kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT, atas nikmatnya, sehingga kita masih diberikan kesehatan sehingga k&amp;#236;ta masih bisa berkumpul di tempat ini. Kepada semua teman2 saya ucapkan selamat berjuang untuk yg sebentar lagi berangkat susbintal, semoga kegiatan in&amp;#236; dapat membua kita semua menjadi seorang karyawan yang baik, dan mempunyai disiplin yang tinggi, karena percuma karyawan tsb pintar namun tidak disiplin, bla bla bla....&amp;quot; Tak terasa akhirnya yanto menyudahi pidatonya, ia merasa lega sekarang, walaupun tadi di awal ia di interups&amp;#236; oleh seorang peserta agar suaranya lebih keras lagi, karena ia kurang mendengar apa yg yanto katakan, terpaksa yanto setengah berteriak agar semua peserta apel dapat mendengarkan suaranya.&lt;br&gt;Sebuah pengalaman yang sangat berguna, yang membuat yanto lebih yakin untuk melanjutkan kegiatan yang menuntut  kekuatan fisik dan mental, juga konsentrasi yang tinggi, karena ia yakin, semua yang terjadi telah digariskan dan semua untuk kebaikannya, walau kadang tak seperti yang ia inginkan, karena permintaan manusia tak akan berhenti sebelum ia mati, selalu merasa kurang dan memang itulah hidup, agar manusia selalu mau berusaha mencapai apa yg di inginkannya.&lt;br&gt;Kegiatan malam itu merupakan awal dari kegiatan2 selanjutnya, sebuah situasi yang memang dibuat untuk mempersiapkan segala sesuatunya, agar lebih siap saat berada di kopassus nanti.&lt;br&gt;Bersambung....&lt;br&gt;220210 2105&lt;br&gt;By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-9152988356322543946?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/9152988356322543946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/baju-hijau-part-7-sang-pembina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/9152988356322543946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/9152988356322543946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/baju-hijau-part-7-sang-pembina.html' title='Baju hijau part 7 (sang pembina)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S4J_PmogN_I/AAAAAAAAAGo/L5PPPDddp2c/s72-c/at+cile+(19)-754958.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7060281195560727680</id><published>2010-02-18T18:01:00.000+07:00</published><updated>2010-02-18T17:50:38.771+07:00</updated><title type='text'>BIANGLALA SENJA</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S30bfh_COAI/AAAAAAAAAGU/jB0GM_eBvHU/s1600-h/pelangi-738775.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S30bfh_COAI/AAAAAAAAAGU/jB0GM_eBvHU/s320/pelangi-738775.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439534153446078466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tampak samar, namun masih tetap saja indah, menghiburku, kala yg lain membuat kejenuhan yg seolah tiada berkesudahan. &lt;br&gt;Menemaniku dalam perjalanan tugas ini, mencoba membuat hatiku tersenyum dgn warna2nya yg indah. Merah,  jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.&lt;br&gt;Pita spektrum yg membusur akibat perbedaan panjang gelombang dari sinar matahari, yg dipantulkan oleh bulir2 air yg masih menggantung disela2 awan, ingin kuraih, namun tangan yg lemah ini tak mampu mencari tahu bagaimana rasanya lembut warna2 itu.&lt;br&gt;cahaya polikromatik yang terdiri dari banyak warna, dipancarkan dari cahaya putih yg sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia yg penuh dgn keterbatasan hanya sanggup melihat paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari.&lt;br&gt;Tujuh warna yg tergabung menakjubkan, sebagian warna yg tak nampak masih menyisakan misteri. Seperti misteri pertanyaan mengapa pelangi itu ada, dan aku punya jawabanku sendiri, yg baru saja ku temukan senja ini, walau masih samar tetap saja indah, indah untuk menghiburku yg tengah gundah, dan menenangkan jiwa yg resah, tanpa ia meminta balas jasa.&lt;br&gt;Kulanjutkan langkahku tanpa ragu, telah kutemukan kekuatan baru dalam hatiku, aku kini mampu, tetap berdiri pada jalur ini, jalur yg kan mengantarkanku menuju kebahagiaan sejati&lt;br&gt;180210 1855         &lt;br&gt;By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7060281195560727680?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7060281195560727680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/bianglala-senja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7060281195560727680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7060281195560727680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/bianglala-senja.html' title='BIANGLALA SENJA'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S30bfh_COAI/AAAAAAAAAGU/jB0GM_eBvHU/s72-c/pelangi-738775.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-4646656172320168918</id><published>2010-02-17T21:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-17T20:50:01.486+07:00</updated><title type='text'>MENJADI KAMBING HITAM</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3v0CWW6hoI/AAAAAAAAAGE/zw-F2eBVLxE/s1600-h/kambing+hitam-701489.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3v0CWW6hoI/AAAAAAAAAGE/zw-F2eBVLxE/s320/kambing+hitam-701489.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439209296178611842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pernahkah teman dihadapi pada situasi yg sungguh mengenakan? Dipaksa mengakui sebuah kesalahan yg seharusnya tidak ada, hanya karena tak ada org lain yg pantas disalahkan. Hanya karena sebuah keadaan yg membutuhkan tersangka dan kambing hitam, sungguh jangan sampai kita mengalaminya. &lt;br&gt;Para penguasa hanya bisa memberi sebuah keputusan sepihak, yg menguntungkan mereka, tanpa perduli bagaimana yg dibawah telah bersusah payah agar roda ini terus berputar. Kesalahan yg terjadi tanpa adanya solusi, yg ada hanya rasa sakit hati, dari orang2 yg merasa difitnah tanpa ada kesempatan untuk membela diri.&lt;br&gt;Apakah perlu keberadaan seekor kambing hitam, yg selalu tampak bodoh, menghadapi tiap2 kenyataan tanpa ia menyadarinya, selalu disalahkan tanpa ia tahu apa kesalahannya, dipaksa menelan pil pahit yg dijejalkan ke mulutnya.&lt;br&gt;Hanya karena memerlukan pengalih perhatian, dan yg memikul beban kesalahan, mereka memilih org yg tepat dijadikan sasaran, orang2 yg memang telah di incar gerak-geriknya, dan tinggal menunggu waktu, agar segala bukti yg ada pun kuat tuk di jadikan pembenaran.&lt;br&gt;Seekor kambing hitam hanya bisa mendengus gundah, menerima segalanya dgn terpaksa, agar para kambing putih dapat merumput dgn tenang. Jangan menyerah kawan, sekalipun jangan, tunjukan jaket kebusukan yg membungkus tubuh mereka, bahwa mereka tak sesuci yg orang kira, suatu saat akan terbongkar semua, dan alam yg menjanjikan itu.&lt;br&gt;170210 2153      &lt;br&gt;By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-4646656172320168918?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/4646656172320168918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/menjadi-kambing-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4646656172320168918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4646656172320168918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/menjadi-kambing-hitam.html' title='MENJADI KAMBING HITAM'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3v0CWW6hoI/AAAAAAAAAGE/zw-F2eBVLxE/s72-c/kambing+hitam-701489.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5793358577785484705</id><published>2010-02-16T18:36:00.000+07:00</published><updated>2010-02-16T18:25:23.362+07:00</updated><title type='text'>LANGIT UNGU EMAS</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3qAo8vFgVI/AAAAAAAAAF4/uWXFnxFYfkU/s1600-h/ungu-723365.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3qAo8vFgVI/AAAAAAAAAF4/uWXFnxFYfkU/s320/ungu-723365.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438800940990038354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kadang tak kusadari, setiap harinya selalu terjadi.&lt;br&gt;Perubahan yang indah itu seharusnya membuatku takjub, dan merasa tak berarti, langit yg berubah warna, sungguh meperindah kala senja. Akupun kini mulai ternganga, ternyata sang pencipta memang benar2 kuasa, entah berapa banyak tinta yg dibutuhkan untuk merubah warna putih, menjadi ungu yang indah, bercampur dgn emas sisa bias sinar mentari, kombinasi yg spektakuler, tak tertandingi siapapun jg, dgn langit sebagai kanvasnya, begitu lembut dan menenangkan kala dipandang.&lt;br&gt;Sinyal alam, bahwa waktunya tiba, bagi serombongan burung gereja yg telah puas mencari makan hari ini, untuk kembali memejamkan matanya, disela2 ranting2 akasia, hangat mereka berkumpul bersama para keluarganya. Sementara aku hanya bisa tersenyum iri melihatnya, karena hanya mampu bertemu suara dgn org yg kucinta.&lt;br&gt;Alam telah menjelaskan, telah pula menerangkan, tentang keseimbangan, tentang harmonisasi yang tak akan hilang bila kita tidak merusaknya, bila kita mau mengakui, bahwa kita terlalu serakah, mengambil lebih dari yg kita butuhkan sendiri, lihatlah para binatang dan tumbuhan, hanya mengambil apa yg mereka butuhkan, tanpa memikirkan keuntungan. Hal itu juga yg membuatku iri dgn mereka, aku blm mampu menguasai nafsu yg selalu ingin memiliki, nafsu yg selalu tak dapat berhenti, anda&amp;#236; kita tahu bagaimana rasanya bersyukur, mungkin kita kan bersujud selamanya, karena begitu banyak rahmat dan nikmat yg kt terima selama ini.&lt;br&gt;Dan langitpun kini menghitam, menyisakan warna ungu terakhir di penjuru sebelah barat sana, ketika ku akhiri renunganku sore ini, aku harus kembali kepada tugasku, mencari rizki keluargaku yang melewati ke dua tangan ini, semoga aku bisa menjadi orang yang tetap bersyukur&lt;br&gt;160210 1930         &lt;br&gt;  By, ςL∂m™&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5793358577785484705?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5793358577785484705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/langit-ungu-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5793358577785484705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5793358577785484705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/langit-ungu-emas.html' title='LANGIT UNGU EMAS'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3qAo8vFgVI/AAAAAAAAAF4/uWXFnxFYfkU/s72-c/ungu-723365.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7588268317784751239</id><published>2010-02-15T14:41:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T19:50:15.203+07:00</updated><title type='text'>Untuk serka kateno</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3j4gBo8cFI/AAAAAAAAAFk/CagaieptqHw/s1600-h/serda+kateno-736230.JPG"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3j4gBo8cFI/AAAAAAAAAFk/CagaieptqHw/s320/serda+kateno-736230.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438369779129544786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Sempat tak percaya ketika ada seorang teman satu angkatan di pusdikpassus memberi tahu lewat fb messaging, bahwa serda kateno salah seorang pelatih beladiri militer di kopassus telah meninggal dunia, aku pun terkejut, pasalnya aku menilai beliau selalu tampil bugar, karena bukan hanya bdm aja yg ia lat&amp;#236;h, namun binsik pagi kadang2 ia jg yang memimpin.&lt;br /&gt;Sebenarnya aku blm percaya seratus persen, aku harus mengkonfirmasi hal ini kepada pelatih yang lain, namun data nomor telepon semua pelatih masih tersimpan di notebookku dan blm kusalin ke hp, namun temanku kembali mengirimkan pesan lewat fb, bahwa ia sudah mengkonfirmasi ke kapten Bahagia Sembiring (komandan pelatih) bahwa berita tersebut benar adanya, namun tdk diketahui penyebabnya apa, hanya karena sakit katanya. &lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3j4fnxxTCI/AAAAAAAAAFc/rZPBXGflWr8/s1600-h/kateno+2-734834.JPG"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3j4fnxxTCI/AAAAAAAAAFc/rZPBXGflWr8/s320/kateno+2-734834.JPG"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438369772187241506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Aku kini benar2 terkejut dan tak percaya, dimataku, serda kateno adalah orang yg penuh semangat, ia dpt mempengaruhi orang disekitarnya untuk lbh tegar menghadapi semua, dengan kemampuannya yg langka, ia dapat menjadi seorang prajurit kopassus karena kemapuannya itu, ya ia seorang ahli beladiri, mulai dari karate, jujitsu smp taekwondo ia menguasainya, ia jg pernah memenangkan berbagai pertandingan dan turnamen, entah tingkat nasional atau daerah, yg pasti bnyk prestasi yg membanggakan pernah diraihnya, dan yg paling istimewa, ia mengaku mampu melakukan tendangan sebanyak 30 kali dalam semenit, artinya 1 tendangan dalam 1 detik, mungkin ketika lawan mulai menyerang,ia sudah tidak sadar akan kena tendangannya.&lt;br /&gt;Hal itulah yg mungkin dilihat oleh para pimpinan kopassus untuk merekomendasikannya menjadi anggota, karena sblmnya ia memang diminta melatih prajurit kopassus ketika masih menjadi seorang sipil. Sebenarnya ia tadinya tidak tertarik masuk tentara, walaupun lingkungan keluarganya byk yg jd militer termasuk ayah beliau sendiri, tapi mungkin sudah takdir ia menjadi seorang prajurit walau masuk dgn jalan yg berbeda.&lt;br /&gt;Tak byk yg bisa ku jelaskan gambaran tentang sosok beliau, namun yg pasti semangat dan tak pantang menyerah yg sdh beliau tularkan kepadaku.&lt;br /&gt;Selamat jalan serda Kateno, semoga arwahmu tenang di alam sana, dan keluarga yg ditinggalkan mendapatkan ketabahan, dan terima kasih yg sangat besar yg ingin ku ucapkan mungkin aku mewakili diriku sendiri dan jg teman2 alumni pusdikpassus angkatan 3 dan 4, semoga semua yang kau ajarkan dan tanamkan di dalam diri kami dapat terus bermanfaat dan jd berkah tersendiri. &lt;br /&gt;Penghormatan terakhir dariku, yang mungkin tak sebanding dgn yg kau ajarkan, namun semoga kau dapat mendengarnya, Amin....&lt;br /&gt;150210 1557 ςL∂m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7588268317784751239?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7588268317784751239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/untuk-serda-kateno.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7588268317784751239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7588268317784751239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/untuk-serda-kateno.html' title='Untuk serka kateno'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S3j4gBo8cFI/AAAAAAAAAFk/CagaieptqHw/s72-c/serda+kateno-736230.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-3822827354744911961</id><published>2010-02-07T15:44:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T15:34:03.622+07:00</updated><title type='text'>SECANGKIR KOPI</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S256-1D2jZI/AAAAAAAAAEo/hRCdgqTRbcQ/s1600-h/secangkir+kopi-743628.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S256-1D2jZI/AAAAAAAAAEo/hRCdgqTRbcQ/s320/secangkir+kopi-743628.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435417020096482706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Secangkir kopi yang masih tersisa, menemaniku sepanjang malam tadi, lamunan dan khayalan tercipta bagai efek halusinasi ataukah sekedar pengasingan diri.&lt;br&gt;Sadar yang tercipta, meyakinkan diriku, bahwa aku masih menjadi bagian dari alam semesta, bagian dari kosmos yang berputar pada jalurnya.&lt;br&gt;Rintik hujan sepanjang malam semakin membuat perenungan ini menjadi nyaman, bagai mendengar sebuah orkestra alam, saat berbagai serangga bernyanyi riang. Alangkah harmonisnya dapat sesaat merasakan sajian senandung syukur berjuta kehidupan.&lt;br&gt;Secangkir kopi yang masih tersisa, sebagiannya telah menyerap dalam darahku, menjadikannya mengalir cepat terpacu oleh pompa yang tak akan berhenti sebelum diperintahkan berhenti.&lt;br&gt;Secangkir kopi yang masih tersisa, setia menemani saat yang lain telah binasa melawan kefanaan, tersirap oleh kelamnya malam, terbuai oleh mimpi2 indah khayalan dari nyata yang tak mungkin tercipta.&lt;br&gt;Secangkir kopi yang masih tersisa, meninggalkan genangan hitam santapan para serangga yang mulai berpesta pora, sebuah siklus daur ulang kehidupan, tak ada yang sia2 semua yang diciptakan, saling terkait dan membutuhkan. Kadang kita tak sadar betapa kita tak mungkin berdiri sendiri di alam ini, setiap hal yang rinci walaupun itu virus dan bakteri, pastilah ada manfaatnya.&lt;br&gt;Secangkir kopi yang tersisa, masih menyisakan semangat yang menggoda tuk tetap menikmatinya, dan tak terasa pagi pun tiba, bergantian serangga dan binatang ada yang datang dan pulang, saling memberi kesempatan untuk sebagian yang lain agar tetap bertahan. Aku pun harus pulang, karena harus menyerap energi kehidupan yang sudah mulai menghilang.&lt;br&gt;Secangkir kopi yang masih tersisa, sampai bertemu kembali esok malam&lt;br&gt;070210 1646 sL@m&lt;p&gt;See more at, &lt;a href="http://www.slam201080.blogspot.com"&gt;www.slam201080.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-3822827354744911961?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/3822827354744911961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/secangkir-kopi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3822827354744911961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3822827354744911961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/secangkir-kopi.html' title='SECANGKIR KOPI'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S256-1D2jZI/AAAAAAAAAEo/hRCdgqTRbcQ/s72-c/secangkir+kopi-743628.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-661030466152801153</id><published>2010-02-07T14:05:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T13:54:59.393+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2005</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jw2K5nSI/AAAAAAAAAEg/8j_XFn-3cvY/s1600-h/2005-799400.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jw2K5nSI/AAAAAAAAAEg/8j_XFn-3cvY/s320/2005-799400.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435391491108871458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;JANJI AGUNG&lt;p&gt;Tak percaya dengan apa yang ada&lt;br&gt;Impiankah? tapi ini terlalu nyata&lt;br&gt;Rasa ini memenuhi seluruh ruang jiwa&lt;br&gt;Satu kata yang bersemayam, &amp;quot;aku bahagia&amp;quot;&lt;p&gt;Masih terngiang tiga hari yang lalu&lt;br&gt;Iringan doa sang penghulu&lt;br&gt;Dan kau duduk tersenyum disampingku&lt;br&gt;Bergetar hatiku saat kau mencium tanganku&lt;p&gt;Kini, tiap hari rasanya indah&lt;br&gt;Bersamamu semuanya terasa mudah&lt;br&gt;Ringan ketika kaki ini melangkah&lt;br&gt;Melewati jalan yang bunganya merekah&lt;p&gt;Janji agung itu telah terucap&lt;br&gt;Jauh didalamhati telah meresap&lt;br&gt;Kan kujaga agar terpelihara&lt;br&gt;Sumpah setia hingga akhir masa&lt;br&gt;                                                                                     100905&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-661030466152801153?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/661030466152801153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/661030466152801153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/661030466152801153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2005.html' title='KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2005'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jw2K5nSI/AAAAAAAAAEg/8j_XFn-3cvY/s72-c/2005-799400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7468370614194592897</id><published>2010-02-07T14:03:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T13:53:05.370+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2004</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jUQ-UWyI/AAAAAAAAAEY/HTk6dyaFTuo/s1600-h/2004-785374.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jUQ-UWyI/AAAAAAAAAEY/HTk6dyaFTuo/s320/2004-785374.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435391000087649058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;CATATAN MALAMKU&lt;p&gt;Keinginanku adalah menikahimu, kau tahu sudah lama kupendam itu.&lt;br&gt;Walau kadang terbelenggu tapi tak menghalangi pikiranku tuk menembus jarak dan waktu&lt;br&gt;Aku mencintaimu sepenuh hati, yah walau kadang nafsu selalu menjadi benalu&lt;br&gt;Tapi percayalah sayangku untukmu&lt;br&gt;Wi... lama rasanya kita sudah melangkah, namun masih jauh rumah yang kita tuju&lt;br&gt;Rumah dimana kita bina bahagia dan ceria akan menjadi lampu penerang yang selalu menerangi dengan sinarnya yang lembut&lt;br&gt;Untuk saat ini aku akan menuju alam mimpi, semoga kita kan bertemu disana&lt;p&gt;                                                                                  06/06/04 &lt;p&gt;HARUS BISA&lt;p&gt;Aku harus melawan diriku&lt;br&gt;Bila kumenangkan ia akan melawan alam&lt;br&gt;Bila kumenangkan ia akan sampai tujuan&lt;br&gt;Dimana bahagia dan kesenangan adalah teman&lt;p&gt;Aku lemah bila tak ada jiwa&lt;br&gt;Jiwa ada karena hasrat tuk dicinta &lt;br&gt;Cinta hangatkan duniaku yang kedinginan&lt;br&gt;Melawan alam dan rasa sepi yang berkepanjangan&lt;p&gt;Aku terperangkap diantara keinginan dan harapan&lt;br&gt;Memaksaku tuk sendiri manikmati gelapnya malam&lt;br&gt;Aku harus mampu walau kadang terjatuh&lt;br&gt;Segera harus kutegakan langkahku tuk terus berlari&lt;p&gt;Kubosan harus kulawan dengan segenap kesabaran&lt;br&gt;Yang masih kupunya dan sedikt demi sedikit telah terkikis&lt;br&gt;Untung masih ada sang tekad&lt;br&gt;Yang menopang langkahku yang sedikit mulai gontai&lt;p&gt;Terkurung dalam kotak harapan&lt;br&gt;Disini segalanya terpikirkan&lt;br&gt;Disini segala cita-cita dikhayalkan&lt;br&gt;Dan kebisuan dengan leluasa bermain riang&lt;p&gt;Aku bersandar pada sebuah bantal&lt;br&gt;Yang menemani dikala mimpi hadir&lt;br&gt;Tiap tertidur impian dibuka&lt;br&gt;Begitu indah tapi tetap saja bukan nyata&lt;p&gt;Oh malam tamanilah tugasku kali ini&lt;br&gt;Walau kantukku setia menemani&lt;br&gt;Jangan kau ganggu aku dengan nafasmu yang dingin&lt;br&gt;Karena semangat akan terganggu dalam beku&lt;p&gt;                                                                                  30/03/04&lt;p&gt;HATI YANG INDAH&lt;p&gt;Kata yang indah hanya atetap kata-kata&lt;br&gt;Lukisan yang indah tak lebih dari sebuah gambar&lt;br&gt;Baju yang indah hanyalah penutup kelemahan&lt;br&gt;Tetapi hati yang indah adalah cahaya&lt;br&gt;Dimana kegelapan telah berkuasa&lt;br&gt;Sehingga kita buta ditengah siang&lt;br&gt;Meraba-raba jalan kehidupan&lt;br&gt;Tak tentu arah, tak tahu tujuan&lt;br&gt;Mari kita jadikan hati ini indah&lt;br&gt;Sehingga para kumbangpun datang tanpa diundang&lt;br&gt;Takjub akn bunga-bunga yang bertebaran&lt;br&gt;Yang tumbuh subur dalam taman jiwa&lt;br&gt;Bukan ladang tandus tak bertuan&lt;br&gt;Bukan pula gunung-gunung cadas tanpa ilalang&lt;br&gt;Apalagi padang gersang teman kematian&lt;br&gt;Aku disini mencoba menghiasi hati&lt;br&gt;Membersihkan noda-noda yang tersisa&lt;br&gt;Mengubur dalam-dalam sampah-sampah yang berserakan&lt;br&gt;Mengelap semua debu-debu keremangan&lt;br&gt;Sesuatu keindahan jangan hanya mata yang melihat&lt;br&gt;Dan jangan pula pikiran yang berkuasa yang menentukan&lt;br&gt;Gunakan nurani, agar jernih air yangmengalir dalam jiwamu&lt;br&gt;Dan hati yang indah akan tercipta dari tunas-tunas kejujuran&lt;br&gt;Membuat hijau semua yang hilang&lt;br&gt;Jadilahg tuan dalam dirimu sendiri&lt;br&gt;Jangan dikekang, jangan pula dibiarkan&lt;br&gt;Ikuti irama kehidupan dengan tarian keikhlasan&lt;br&gt;Jangan menuntut, jangan pula pasrah&lt;br&gt;Jadikan semangatmu sebagai penggerak&lt;br&gt;Ukirlah namamu dalam setiap lembaran waktu&lt;br&gt;Jagalah hatimu agar tetap indah&lt;br&gt;Karena itulah kado bagi jaman&lt;br&gt;Dimana kepalsuan talah banyak membius orang&lt;br&gt;Alam taelah rusak &lt;br&gt;Jangan rusakkan pula pikiran kita&lt;br&gt;dengan warna-warni dunia yang memabukkan&lt;br&gt;Dengan segenggam emas di lautan berlian&lt;br&gt;Coba renungkan apa yang akan kau lakukan&lt;br&gt;Bila nyawa telah separuh meninggalkan badan&lt;br&gt;Bisakah saat itu kau tenang?&lt;br&gt;Bila kemarin dan kemarinnya lagi kau mabuk senang&lt;br&gt;Hingga lupa asal usulmu yang hina&lt;br&gt;Karena kau telah terbungkus baju kesombongan&lt;br&gt;Jadi bisakah kau tenang saat dijemput kematian&lt;br&gt;Waktu yang hilang takkan bisa terulang&lt;br&gt;Walau dibeli dengan sekeranjang uang&lt;br&gt;Ataupun dengan gunung emas yang menjulang&lt;br&gt;Yang ada hanya sesal&lt;br&gt;Tak sempat menghiasi hati jadi indah&lt;br&gt;Sudahlah sekarang belum terlambat&lt;br&gt;Karena masih ada siang menggantikan malam&lt;br&gt;Sehingga hati kita masih dapat dibersihkan&lt;br&gt;Dengan kejujuran, keikhlasan, kerendahan dan ketenangan&lt;br&gt;Lalu kesabaran harus kita jemput agar ia mau ikut&lt;br&gt;Menghiasi hati ini agar indah&lt;br&gt;Sebab setelah indah orang lain akan menikmati&lt;br&gt;Orang lain akan ikut bahagia&lt;br&gt;Karena pancaran pesonanya dapat menembus tembok keangkuhan&lt;br&gt;Dan langkah kakinya dapat melompati jurang permusuhan&lt;br&gt;Ketika sang hati berkeringat dan menetes&lt;br&gt;Tetesannya akan memadamkan api dendam&lt;br&gt;Dan menghilangkan dahaga kekurangan&lt;br&gt;Mari jadikan hati kita indah &lt;br&gt;Karena memang indah hati kita&lt;p&gt;                                                                                 03/06/04&lt;p&gt;&lt;p&gt;MENCARI KEBENARAN&lt;p&gt;Jauh darimu membuatku selalu teringat hadirmu&lt;br&gt;Yang membuatku jadi lebih berarti menemanimu&lt;br&gt;maafkan aku yang tak mampu melawan alam&lt;br&gt;Tuk sekedar menemanimu di waktu malam&lt;p&gt;Ku pikir apakah nanti kau akan tetap bahagia&lt;br&gt;Bila keadaan yang diinginkan tak kunjung tiba&lt;br&gt;Karena saat ini terasa letih dalam ku berusaha&lt;br&gt;Tuk dsapatkan segala yang kudamba&lt;p&gt;Keinginanku adalah membuatmu bahagia&lt;br&gt;Aku tersadar bahwa ternyata selama ini hanya mementingkan ego belaka&lt;br&gt;Dan aku tak mau seterusnya melanda&lt;br&gt;Jadi biarlah aku membuatmu merasakan tawa&lt;p&gt;Begitu lama aku mencari sebuah arti&lt;br&gt;Kesadaran akan pandangan kehidupan ini&lt;br&gt;Kutelusuri setiap belahan hati&lt;br&gt;Tuk menemukan kebenaran akan sebuah cinta sejati&lt;p&gt;Noda-noda itu akan semakin mengotori&lt;br&gt;Bila kuterus mengikuti semua yang kuingini&lt;br&gt;Karena tabir itu memang tipis&lt;br&gt;Untuk sekedar membatasi kemurnian dari najis&lt;p&gt;Ketololanku hanya karena aku jadi budak nafsu&lt;br&gt;Sehingga buram mataku untuk melihat keindahan kasih sayang&lt;br&gt;Sementara sang samudera disinari sinar kehidupan&lt;br&gt;Aku malahh merangkak-rangkak dan meraba mencari sebuah kemurnian&lt;p&gt;Aku terjebak dalam tubuhku yang penuh serakah&lt;br&gt;Aku terkurung oleh jeruji-jeruji dingin kepalsuan&lt;br&gt;Dan aku butuh rasa yang akan buatku tenang&lt;br&gt;Hanya kemurnian cinta dari seseorang karunia sang pencipta alam&lt;p&gt;Saat ini aku gayah&lt;br&gt;Bagaikan pohon yang habis termakan rayap&lt;br&gt;Walaupun itu ku berjuang tuk menumbuhkan tunas baru&lt;br&gt;Agar lanjut kehidupan hatiku yang mulai sekarat&lt;p&gt;Dan aku yakin tunas itu akan tumbuh dan tumbuh&lt;br&gt;Menggantikan pendahulunya dalam kehinaan&lt;br&gt;Belajar tuk lebih baik dan jadi yang terbaik&lt;br&gt;Membawa bangga nama leluhurnya&lt;p&gt;Terlalu jauh sudah ku mengembara dengan kata0kata&lt;br&gt;Padahal hanya satu tujuanku menulis ini semua&lt;br&gt;Agar aku jadi sadar sendiri&lt;br&gt;BAhwa kebenaran harus kita cari walau tertindih gunung berapi&lt;p&gt;Sebab kebenaran akan memurnikan air-air keruh dalam pikiran kita&lt;br&gt;Ia akan mendatangkan embun penyejuk jiwa&lt;br&gt;Dan ia akan mengantarkan kebahagiaan yang nyata&lt;br&gt;Yang tak mungkin didapatkan dalam lingkaran dusta&lt;p&gt;                                                                                   28/06/04&lt;p&gt;MENGERTI&lt;p&gt;Mengerti membuatku semakin mencari&lt;br&gt;Apa arti sebuah kesetiaan&lt;br&gt;Yang takkan kudapatkan bila ku terdiam &lt;br&gt;Karena sendiri semakin kesepian&lt;p&gt;Waktu rasanya takm mau pergi&lt;br&gt;Hingga jauh saat perjumpaan nanti&lt;br&gt;Padahal sudah tak sabar untuk kembali membelai&lt;br&gt;Rmabutmu kasih yang indah terurai&lt;p&gt;Sendiri rasanya sepi bila jauh dari pendamping hati&lt;br&gt;Bayangan selalu muncul dan menggoda diwaktu sunyi&lt;br&gt;Perjumpaan akan terasa lebih ternikmati&lt;br&gt;Tapi berapa kali aku harus bermimpi lagi&lt;p&gt;Apakah adanya kita harus dipisahkan&lt;br&gt;Tatkala sama-sama kita diujung penantian&lt;br&gt;Diselimuti kabut harapan&lt;br&gt;Meraih impian disebrang kebahagiaan&lt;p&gt;Apakah mata tak lagi dapat memandangmu sayang&lt;br&gt;Hanya hadirmu datang bila terpejam&lt;p&gt;&lt;br&gt;RASA RINDUKU&lt;p&gt;Kerinduan ini sudah tak terbilang&lt;br&gt;Padahal baru kemarin rasanya kau masih dalam pandangan&lt;br&gt;Tak kuasa ku menahan diriku untuk selalu tenang&lt;br&gt;Karena dirimu selalu hadir dalam gelap dan terang&lt;p&gt;Wi... akankah ku terus begini?&lt;br&gt;Akankah aku menikmatinya sendiri?&lt;br&gt;Rasa rindu yang mengalir tak mau berhenti&lt;br&gt;Menyusuri setiap aliran darahku dalam detak nadi&lt;p&gt;Wi... tak kuasa selamanya bila harus begini&lt;br&gt;Kapan kudapat memetik buah-buah asmara?&lt;br&gt;Yang dapat menghilangkan rasa dahaga di hati ini&lt;br&gt;Sehingga lenyap kerontang dalam jiwa &lt;p&gt;&lt;br&gt;Andai aku mapu terbang kesana&lt;br&gt;Kuakan datang dan membawamu serta&lt;br&gt;Menikmati alam anugerah sang pencipta&lt;br&gt;Terpesona oleh rasa, takjub dalam cinta&lt;p&gt;Andai hidup dapat ku kendalikan&lt;br&gt;Aku akan selalu berada dalam dekapan&lt;br&gt;Hangat selalu menyelimuti jiwaku yang kedinginan&lt;br&gt;Karena terlalu jauh lautan membatasi pandangan&lt;p&gt;Tapi apalah aku ini meminta sesuatu yang tak bisa&lt;br&gt;Cukuplah suaramu menyejukan dahaga&lt;br&gt;Dari air cinta yang kau punya &lt;br&gt;Kau curahkan tanpa rasa ragu dan terasa nyata&lt;p&gt;                                                                                  14/06/04&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;SATU LAGI DARI CINTA&lt;p&gt;Telah kulalui lembaran-lembaran kehidupan&lt;br&gt;Telah kurasakan keindahan dan kegelapan&lt;br&gt;Telah lahir sebuah jiwa yang diselimuti keajaiban&lt;br&gt;Karena mata hati telah banyak melihat dan merasakan&lt;p&gt;Suara-suara hati ini telah berbisik&lt;br&gt;Menggetarkan telingaku bagai angin sepoi-sepoi&lt;br&gt;Menemani dikala sendiri dan menanti &lt;br&gt;Sebuah saat perjumpaan yang tak kunjung tiba&lt;p&gt;Hari ini tak ada semangat tuk berlari&lt;br&gt;Mengejar harapan dan impian&lt;br&gt;Langkahku terhenti disini&lt;br&gt;terpaku dalam lamunan tak bertepian&lt;p&gt;kantuk mataku kini&lt;br&gt;Menanti sang waktu pergi&lt;br&gt;Hingga tiba saat dinanti&lt;br&gt;Tuk kembali mendengar nyanyian sang bidadari&lt;p&gt;                                                                                  29/03/04&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7468370614194592897?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7468370614194592897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2004.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7468370614194592897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7468370614194592897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2004.html' title='KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2004'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25jUQ-UWyI/AAAAAAAAAEY/HTk6dyaFTuo/s72-c/2004-785374.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7161719445848297348</id><published>2010-02-07T14:01:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T13:51:19.789+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2002</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25i59aP7CI/AAAAAAAAAEQ/1mPbWKpYsLw/s1600-h/2002-779794.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25i59aP7CI/AAAAAAAAAEQ/1mPbWKpYsLw/s320/2002-779794.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435390548159491106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;AKU SENANG&lt;p&gt;Aku senang menjadi diriku&lt;br&gt;Aku tenang saat kau disampingku&lt;br&gt;Aku lantang meneriakkan namamu&lt;br&gt;Aku terbang terbuai lembut kasihmu&lt;p&gt;Kau terindah sejak kutahu&lt;br&gt;Bahwa cintamu kobarkan dadaku&lt;br&gt;Menghangatkan tiap sisi rongga kalbu&lt;br&gt;Melekatkan perbedaan menyatu&lt;p&gt;Aku tahu kau akan menungguku&lt;br&gt;Mengakhiri semua mimpi-mimpi semu&lt;br&gt;Berlari tebangun berseru&lt;br&gt;Menarik selimut yang tertindih bahu&lt;p&gt;Ku kan datang, maka sambutlah&lt;br&gt;Dengan harapan itu bawalah&lt;br&gt;Sedang ku kan berikan&lt;br&gt;Oleh-oleh manisan bunga kembang kehidupan&lt;p&gt;Hisaplah sari-sari cinta ini&lt;br&gt;Nikmatilah manisnya kala bersemi&lt;br&gt;Kutuangkan juga madu diatas bibirmu&lt;br&gt;Agar kian terjaga segala yang layu&lt;p&gt;                                                                                   07/07/02&lt;p&gt;BUNGA CINTAKU&lt;p&gt;Masih seputih melati&lt;br&gt;Cintamu diterpa sang mentari&lt;br&gt;Saat hujan tak kunjung henti&lt;br&gt;Pancarannya hangatkan hati&lt;p&gt;Wangimupun tak kunjung hilang&lt;br&gt;Tak ingin jika kau dipetik orang&lt;br&gt;Menjagamu walau harus kuberperang&lt;br&gt;Sampai nyawaku ini terbang dan melayang&lt;p&gt;Kan kupetik kau bila saatnya tiba&lt;br&gt;Kuberi hiasan agar indah menawan&lt;br&gt;Jangan biarkan rasa ragu didada&lt;br&gt;Menjalani hidup dalam penantian&lt;p&gt;Telah kugapai angnku yang dulu hilang&lt;br&gt;Kusuarakan rasa cinta ini lantang&lt;br&gt;Menikmatinya dengan penuh kasih sayang&lt;br&gt;Walau begitu aku masih saja kurang&lt;p&gt;Kuingin selalu ada didekatmu&lt;br&gt;Mendengarkan kicau burung yang merdu&lt;br&gt;Bersama meninggalkan masa lalu&lt;br&gt;Berdua menjalani hidup baru&lt;p&gt;Tak kan lelah aku mencintaimu&lt;br&gt;Tak kan bosan aku merindukanmu&lt;p&gt;                                                                                    15/02/02&lt;p&gt;DIAMLAH&lt;p&gt;Diamlah....! jangan bicara&lt;br&gt;Aku sedang menikmati rindunya jiwa&lt;br&gt;Hening sejuk sukma&lt;br&gt;Berdawai asmara saatku tiba&lt;p&gt;Diamlah....! lihat mataku ini&lt;br&gt;Temuilah ia disitu sedang menari&lt;br&gt;Berdansa layaknya seorang permaisuri&lt;br&gt;Indah duhai bunga pujaan hati&lt;p&gt;Sekarang lihat juga jauh dalam-dalam&lt;br&gt;Carikan aku sekuntum bulan yang tentram&lt;br&gt;Jaringlah ia saat malam sudah kelam&lt;br&gt;Biarlah ku bagai seorang pencuri haram&lt;p&gt;Diamlah....! kau diam...!&lt;br&gt;Jangan bicara tentang kehidupan&lt;br&gt;Aku disini sedang menuai hujan&lt;br&gt;Gerimis memang, namun ia menyejukan&lt;p&gt;                                                                                  06/07/02&lt;p&gt;ENDAPAN HATI&lt;p&gt;Mentari esok kan bersinar lagi&lt;br&gt;Waktupun kembali bergulir tak berhenti&lt;br&gt;meninggalkan sisa-sisa rindu yang tak berarti&lt;br&gt;Bersama angin kuterbang keangkasa tinggi&lt;p&gt;Sabarlah sayang ku akan pulang&lt;br&gt;Kembali dalam pelukanmu seorang&lt;br&gt;Menggantin masa-masa indah yang hilang&lt;br&gt;Melepas rindu yang sudah yak terbilang&lt;p&gt;Malam ini kembali kukenang dikau kasih&lt;br&gt;Saat-saat terlupakan masih terbayang bersih&lt;br&gt;Mengintai dari sela-sela tumpukan buih&lt;br&gt;Yang terhempas oleh ombak lautan putih&lt;p&gt;Duduk didepan tembok terlamun&lt;br&gt;Merangkai kata wakili naluri&lt;br&gt;Menyusun bait-bait melantun&lt;br&gt;Indah pesonamu landai kusadari&lt;p&gt;Akhirnya tercurah juga endapan hati&lt;br&gt;Tersaring dari kotornya saat bersuci&lt;br&gt;Aku disini menunggu waktu berlari&lt;br&gt;Agar dapat kudahului sebelum rindu ini pergi&lt;p&gt;                                                                                  02/08/02&lt;p&gt;HANYA INGIN BERSAMAMU&lt;p&gt;Sebal rasanya kalau aku pamit dari rumahmu&lt;br&gt;Begitu berat kakiku ini untuk melangkah pulang&lt;br&gt;Kucoba berdiri dari dudukku sambil bersiap menhadapi rindu&lt;br&gt;Sejuta rasa gelisah didadaku ini sulit untuk terbilang&lt;p&gt;Pesonamu tinggalkan kesan mendalam&lt;br&gt;Kucoba menyimpannya dan kubawa diam-diam&lt;br&gt;Kubuka payung menahan hujan dan gelapnya malam&lt;br&gt;Semoga dirumah bisa segera terpejam&lt;p&gt;Wi.... coba kita bisa bersama&lt;br&gt;Selalu melewati apapun berdua&lt;br&gt;Saat hati gundah gulana&lt;br&gt;Pasti kau tak membiarkanku sendirian dan merana&lt;p&gt;Perlahan lahan kulangkahkan kaki ini&lt;br&gt;Sukar sekali rasanya mendekat dengan bumi&lt;br&gt;Hanya satu yang ada di hatiku kini&lt;br&gt;Cinta yang selalu kubawa hanya untukmu akan kupenuhi&lt;p&gt;Biiarlah hari ini kusendiri&lt;br&gt;Biarlah kesunyian ini menemani&lt;br&gt;Biarlah tak akan kupaksakan diri&lt;br&gt;Untuk segera memilikimu sang dewi&lt;p&gt;Mudah-mudahan esok aku jadi kaya&lt;br&gt;Akan kubeli semua untukmu juwita&lt;br&gt;Tak ada lagi yang menangis dan mandi air mata&lt;br&gt;Semua kan kubawa dalam bahagia&lt;p&gt;Tapi kapan yah itu kualami....?&lt;br&gt;Ah.... tapi tak usahlah aku pikirkan &lt;br&gt;Yang penting kusiapkan diriku agar rindu ini terbeli&lt;br&gt;Walau sebenarnya aku sudah mulai bosan&lt;p&gt;Bosan dengan semuanya&lt;br&gt;Bosan karena hanya selalu meminta&lt;br&gt;Bosan kutak bisa memegang kuasa&lt;br&gt;Semoga rasa ini cepat pergi dan sirna&lt;p&gt;Sebenarnya aku ini beruntung &lt;br&gt;Masih punya cinta dan tak terkatung-katung&lt;br&gt;Sungguh aku ingin bersamamu&lt;br&gt;Selalu bisa berada disampingmu&lt;p&gt;Maafkan kata-kataku ini&lt;br&gt;Dua orang disanapun menanti&lt;br&gt;Benarkah kau memgerti&lt;br&gt;Kalau begitu simpan saja didalam hati&lt;p&gt;&lt;br&gt;                                                                                   29/03/02&lt;p&gt;INI KUBUAT PUISI&lt;p&gt;Lagi... aku tak sadarkan diri&lt;br&gt;Terbuai dalam senandung menanti&lt;br&gt;Sudah... kupuas merasai sari&lt;br&gt;Dari manisnya madu bunga kasturi&lt;p&gt;Duhai alam indah bukit nan tinggi&lt;br&gt;Berbaris beronggok-onggok menemani awn lagi&lt;br&gt;Kadang nampak, kadang hilang ditelan kabut pagi&lt;br&gt;Riak ombakpun sudah tak nampak lagi&lt;p&gt;laju.... kuterus melaju tak henti&lt;br&gt;Oleh karena memburu waktu yang mendahului&lt;br&gt;Tak terhalangi orang-orrang yang duduk menanti&lt;br&gt;Tugas hari-hari yang biasa dinikmati&lt;p&gt;Aduh...! apa ini kutersentak lagi&lt;br&gt;Berdenyut nadi darah mengitari&lt;br&gt;Hati.... rasanya rindu lagi&lt;br&gt;Rindu akan semua yang kutinggal pergi&lt;p&gt;HUh...! kapan ini habis dan berganti&lt;br&gt;Aku lelah lemas habis tak mengerti&lt;br&gt;Merasai hal seperti orang yang akan mati&lt;br&gt;Kecil dan kecil, mirip rombongn kurcaci&lt;p&gt;                                                                  &lt;br&gt;                                                                                   02/08/02&lt;p&gt;JARING-JARING KEHIDUPAN&lt;p&gt;Terurai sudah kata demi kata&lt;br&gt;Tercipta sudah indah lembayung senja&lt;br&gt;Menatapku disini sang rembulan manja&lt;br&gt;Terbaringku dan mencoba pejamkan mata&lt;p&gt;Aku terkurung disini&lt;br&gt;Berbuat untuk bebaskan diri&lt;br&gt;Melawan rasa rendah hati&lt;br&gt;Mencari kebahagiaan hakiki&lt;p&gt;Tebalnya debu di kulit&lt;br&gt;Kuhapus walaupun sulit&lt;br&gt;Kutahan walaupun sakit&lt;br&gt;Terkulai lemas tak berkutik&lt;p&gt;Jaring-jaring kehidupan&lt;br&gt;Merangkapku yang sedang berjalan&lt;br&gt;Kuberontak mengoyak melepaskan&lt;br&gt;Lelah rasa ini sulit untuk ku bertahan&lt;p&gt;Akan kubawa cintamu dihati&lt;br&gt;Kusimpan dan terkunci rapi&lt;br&gt;Tak mau sedikitpun hilang tercuri&lt;br&gt;Kujaga walaupun harus mati&lt;p&gt;dalam hidup aku cuma ingin bahagia&lt;br&gt;Bisa selalu bersama-sama&lt;br&gt;Menddampingimu sampai kita memejamkan mata&lt;p&gt;                                                                                 31/03/02&lt;p&gt;kEMBALI KUTULIS UNTUKMU&lt;p&gt;Hai bidadariku senyumlah kepadaku&lt;br&gt;Jangan kau buat hati inni terasa pilu&lt;br&gt;Kutahu aku yang salah telah menyusahkanmu&lt;br&gt;Maafkanlah kiranya semua khilafku&lt;p&gt;Hari ini kucoba untuk menemanimu&lt;br&gt;Menikmati alam yamg dipenuhi cinta&lt;br&gt;Cinta yang setiap orang merasa bahagia&lt;br&gt;Orang-orang yang telah menemukan teman setia&lt;p&gt;Setiaku untukmu selalu&lt;br&gt;Jangan kau ragu sedikitpun tentangnya&lt;br&gt;Ku usahakan yang terbaiknyang kupunya&lt;br&gt;Hanya untukmu kasih kuserahkan hatiku&lt;p&gt;Kutahu ku belum bisa berbuat banyak&lt;br&gt;Untuk membuatmu nyaman dan bisa tidur nyenyak&lt;br&gt;Aku tak tahu harus berkata apalagi&lt;br&gt;Untuk menyelesaikan tulisan ini&lt;p&gt;Sudahlah yang pasti aku ingin kau pahami&lt;br&gt;Disetiap-tiap bagian hatiku ini banyak cinta yang bisa kau miliki&lt;br&gt;Kau boleh mengambilnya sesuka hati&lt;br&gt;Dan ku akan terus menciptakannya agar kasih tak terhenti&lt;p&gt;                                                                                   16/03/02 &lt;p&gt;KUSAMBUT BIDADARI&lt;p&gt;Lelah badanku saat ini&lt;br&gt;Menjalani hari demi hari di bumi&lt;br&gt;Ingin kuterpejam dan segera bermimpi&lt;br&gt;Bertemu dirimu sang pujaan hati&lt;p&gt;Berbisik suara dalam hatiku&lt;br&gt;Tak perlu jauh ku berlalu&lt;br&gt;Tuk menggapaimu, mengejarmu&lt;br&gt;Karena kuyakin kau masih milikku&lt;p&gt;Hari ini aku hanya ingin memastikan&lt;br&gt;Apakah cinta kita masih sejalan&lt;br&gt;Apakah rindun selalu datang&lt;br&gt;Apakah kau masih dalam pelukan&lt;p&gt;Kapanpun akan kunanti&lt;br&gt;Sekalipun semuanya telah terhenti&lt;br&gt;Diujung mentari ku akan berdiri&lt;br&gt;Menyambut dirimu, oh... bidadari&lt;p&gt;Manisnya cinta semoga selalu terjaga&lt;br&gt;Melumuri setiap jiwa kita&lt;br&gt;Agar semangatku ini akan selalu ada&lt;p&gt;                                                                                  12/03/02&lt;p&gt;KUTERIAKKAN NAMAMU&lt;p&gt;Perdengarkanlah suaramu yang merdu&lt;br&gt;Biar hilang semua rasa haru biru&lt;br&gt;Tresembul bayang senyummu yang manis selalu&lt;br&gt;Lahirlah kembali semangat baru&lt;p&gt;Hidupku adalah sebuah tujuan&lt;br&gt;Dirimu adalah sebuah harapan&lt;br&gt;Cinta kita semoga menjadi kenyataan&lt;br&gt;Bersatu dalam sebuah pelaminan&lt;p&gt;Rasa rindu ini entah kapan hilang&lt;br&gt;Belum cukup waktu yang lama kenangan yang indah kan terulang&lt;br&gt;Jangan kau berlalu pergi dan menghilang lenyap dari pandang &lt;br&gt;Kan kuteriakkan namamu, Dewi....! dengan lantang&lt;p&gt;Samarinda kota tepian&lt;br&gt;Panjang sudah kutempuh jalan&lt;br&gt;Dua minggu berlalu kau masih saja hadir dalam ingatan&lt;br&gt;Dan tak kan pernah hilang selama hayat masih dikandung badan&lt;p&gt;                                                                                   29/06/02&lt;p&gt;LAUTAN CINTA&lt;p&gt;Saat kau tak disini&lt;br&gt;Saat semua teerselimuti sunyi&lt;br&gt;saat bibirku terasa kelu tak bernyanyi&lt;br&gt;Saat rindu mulai menari-nari&lt;p&gt;Tenggelam ku dalam sebuah perasaan&lt;br&gt;Kuraba kasihmu menggapai harapan&lt;br&gt;Sampai terkumpul semua kekuatan&lt;br&gt;Kan kusebrangi semua lautan&lt;p&gt;Lautan cinta yang tercipta&lt;br&gt;Ombaknya mampu pecahkan angkuhnya karang&lt;br&gt;Burung camar yang terbang bercanda&lt;br&gt;Membuat suasana semua menjadi riang&lt;p&gt;Kutebar benih-benih asmara&lt;br&gt;Kan ku panen bila saatnya tiba&lt;br&gt;Tak apa kau kan terus bertanya&lt;br&gt;Masih adakah rindu yang tersisa&lt;p&gt;Rinduku hanya kepadamu&lt;br&gt;Jiwaku belilah dengan cintamu&lt;br&gt;Bawa hatiku ini serta di pelukmu&lt;br&gt;Bahagia kan terasa selalu&lt;p&gt;                                                                                   30/03/02&lt;p&gt;MENUNGGUMU DISINI&lt;p&gt;Menunggumu kududuk dan kubuat puisi&lt;br&gt;Mencari makna dari kata dihati&lt;br&gt;Menaburkannya bersama permata suci&lt;br&gt;Angin kabarkan padanya aku disini&lt;p&gt;Gemetar tanganku tak tahu apalagi yang kutulis&lt;br&gt;Kujernihkan pikiran dan kucari cat untuk melukis&lt;br&gt;Mewarai hati dengan bahagia tanpa menagis&lt;br&gt;Berusaha agar tiap kata takkan pernah habis&lt;p&gt;Resahku pergilah kau jauh&lt;br&gt;Tinggalkan ku disini bersama rindu&lt;br&gt;Gerah jiwaku penuh dengan peluh&lt;br&gt;Rangkaikan sukma menyatu&lt;p&gt;Kuterobos awan-awan kebimbangan&lt;br&gt;Tuk temukan tugu keyakinan&lt;br&gt;Kan kugores ia dengan lukisan tangan&lt;br&gt;tentang cinta, kasih dan kesetiaan&lt;p&gt;Alunan nada-nada bahagia&lt;br&gt;Membuatku bisa bernafas lega&lt;br&gt;Ikut ku bernyayi kulantangkan suaraMendendangkan lagu bersama&lt;p&gt;Mari.... cepatlah kau kesini&lt;br&gt;Kan kuhabiskan ssampai kau mengerti&lt;br&gt;Hariku tanpamu takkan berarti&lt;br&gt;                                                                                     300302&lt;p&gt;PESONAMU&lt;p&gt;Rasa sesal ini tak mau pergi&lt;br&gt;Harus kemana kan kubawa lari &lt;br&gt;Sunyiku melanda diri&lt;br&gt;Kuhapus dengan bayanganmu bidadari&lt;p&gt;Tercipta sebuah nuansa&lt;br&gt;Yang membuatku ikut serta&lt;br&gt;Menikmati rasa rindu saat kau tak ada&lt;br&gt;Membelaiku menenangkan sukma&lt;p&gt;Bisikanmu selalu kudengar&lt;br&gt;Pesona wajahmu yang selalu terpancar&lt;br&gt;Sinarnya masih hangat terasa segar&lt;br&gt;Terbuka jiwa ku bunga hatikupun mekar&lt;p&gt;Kucoba meraih semua impian&lt;br&gt;Kan kugapai semua harapan&lt;br&gt;Suci hatikan menerima keadaan&lt;br&gt;Saat cinta terlepas daro pelukan&lt;p&gt;Songsonglah cahaya sang mentari&lt;br&gt;Hiruplah udara bebas dan menari&lt;br&gt;Dihati kitapun sudah terpatri&lt;br&gt;Dengan senyuman kan menghiasi hari demi hari&lt;p&gt;Bangunlah dari tidurmu kasih&lt;br&gt;Bersihkan cinta kita kan memutih&lt;p&gt;                                                                                  30/03/02&lt;p&gt;&lt;br&gt;PUISI TAK BERARTI&lt;p&gt;Menggapai mimpi tak berarti&lt;br&gt;Mencari khayal tak bertepi&lt;br&gt;Bersujudku di pembaringan ini&lt;br&gt;Menahan hasrat hati bertubi-tubi melanda hati&lt;p&gt;Buahku kapan kupetik itu&lt;br&gt;Lapar ini tak perduli dan protes selalu&lt;br&gt;Menusuk perutku sendiri dengan jalu&lt;br&gt;Agar tak ada rindu sesal malu&lt;p&gt;Berhimpit terjebak meronta&lt;br&gt;Berkubang nanah derita&lt;br&gt;Sampai kapan angin melewati senja&lt;br&gt;Agar bisa kau bawa serta&lt;p&gt;Tersudut terkucil lemah tak perduli&lt;br&gt;Akupun masih bisa tetap berdiri&lt;br&gt;Walau tangan harus berganti kaki&lt;br&gt;Walau hilang semua yang kumiliki&lt;p&gt;                                                                                  26/07/02&lt;p&gt;PUISI UNTUKMU SAYANG&lt;p&gt;Bagai langit yang banyak memuat bintang&lt;br&gt;Begitu banyak hati ini dipenuhi rasa sayang&lt;br&gt;Rindu didada ini pun sudah tak terbilang&lt;br&gt;Untukmu kuserahkan cinta ini seorang&lt;p&gt;Kadang ku tak percaya&lt;br&gt;Terlahir sudah beberapa karya&lt;br&gt;Ungkapan buah cinta mulia&lt;p&gt;Hari ini bolehkah kupeluk dirimu?&lt;br&gt;Agar hangatnya membakar seluruh ragu&lt;br&gt;Sisanya masih bisa jadi pengobat rindu&lt;br&gt;Tidurpun kau berada di sampingku&lt;p&gt;Setiamu akan selalu ku simpan&lt;br&gt;Diantara bagian kalbuku yang terdalam&lt;br&gt;Biar kau juga bisa merasakan&lt;br&gt;Kuberjanji suatu saat ku kan menemanimu sepanjang malam&lt;p&gt;Terjalin sudah sumpah setia&lt;br&gt;Untukmu kukan selalu ada&lt;br&gt;Semua ingin kurasakan bersama&lt;br&gt;Diakhir-akhir hidupku kan bahagia&lt;br&gt;Jika tali kasih ini tetap terjaga&lt;br&gt;Hanya untukmu wahai belahan jiwa&lt;br&gt;Ambilah segala cinta yang kupunya&lt;br&gt;Sebanyak apapun yang kau suka&lt;p&gt;                                                                                   14/02/02&lt;p&gt;RINDUKU UNTUKMU&lt;p&gt;Berbisik aku dalam hati&lt;br&gt;Mencari-cari jawaban pasti&lt;br&gt;Tuk mengusir rindu ini&lt;br&gt;Yang sering kali datang dan tak mau pergi&lt;p&gt;Kuhampiri jiwa yang tergoda&lt;br&gt;Membelainya dengan sejuta asa&lt;br&gt;Meruntuhjkan rasa gundah gulana&lt;br&gt;Menenangkan diri bersama cinta&lt;p&gt;Oh.... kapankah ini berakkhir&lt;br&gt;Rindu yang telah lam aterlahir&lt;br&gt;Tak pernah habis kuberpikir&lt;br&gt;Sudilah kiranya sekejap saja kau mampir&lt;p&gt;Maukah kau bersamaku kasih?&lt;br&gt;Membagi cintamu tanpa mengenal pamrih&lt;br&gt;Merubah segala hitam menjadi putih&lt;br&gt;Tanpa sedikitpun ku merasa letih&lt;p&gt;Rinduku ini hanya untukmu&lt;br&gt;Kan kukejar dirimu tanpa rasa jemu&lt;br&gt;Memberikan cinta bukan yang semu&lt;br&gt;Hingga ku bukan lagi menjadi seorang tamu&lt;p&gt;Impian cepatlah kau menjadi kenyataan&lt;br&gt;Biar hilang beban hati ini dalam pikiran&lt;p&gt;                                                                                  06/02/02&lt;p&gt;RINDUKU MALAM INI&lt;p&gt;Seandainya kau disini malam ini&lt;br&gt;Kan kubawa kau terbang tinggi&lt;br&gt;Melewati setiap mimpi demi mimpi&lt;br&gt;Dengan selalu memelukmu pasti&lt;p&gt;Sayang, kau tahu rinduku selalu datang&lt;br&gt;Tak kuasa ku selalu mengejar bayang-bayang &lt;br&gt;Sesaat sebelum kusentuh ia menghilang&lt;br&gt;Mungkinkah ku bisa melewati semua penghalang&lt;p&gt;Akankah ku kembali mendengar merdu suaramu&lt;br&gt;Tuk mengusir rasa gundah ini biar berlalu&lt;br&gt;Agar ku merasa disisimu selalu&lt;br&gt;Hangatnya menusuk jauh kedalam kalbu&lt;p&gt;Penantianku masih terasa panjang&lt;br&gt;Namun rindu ini menemaniku sepanjang malam&lt;br&gt;Kusada tak bisa selalu bersamamu sayang&lt;br&gt;Mencurahkan hasrat yang lama terpendam&lt;p&gt;Semoga nyenyak tidurmu disana&lt;br&gt;Diselimuti hangatnya cinta&lt;br&gt;Rindu ini biarlah terjaga&lt;br&gt;Membuat semuanya kan menjadi nyata&lt;p&gt;Selamat tidur untukmu sang dewi&lt;br&gt;Kuberharap cinta kita kan selalu abadi&lt;p&gt;                                                                                                                                                                           05/02/02&lt;p&gt;SAAT-SAAT MENANTI HARI INI&lt;p&gt;Lama rasanya sudah kutak menggoreskan pena ini&lt;br&gt;Tuk sekedar melukiskan indahnya hati disapa mentari&lt;br&gt;Lama juga rasanya ku tak mau lagi peduli&lt;br&gt;Oleh bergetarnya sanubari saat wajahmu kupandangi&lt;p&gt;Maafkan aku terlalu sibuk mencari harapan&lt;br&gt;Melupakan semua yang telah ku ungkapkan&lt;br&gt;Hanya tuk sekedar mengingatkan&lt;br&gt;Aku masih membawa cinta ini dalam pelukan&lt;p&gt;Terima kasih ku ucapkan kepadamu&lt;br&gt;Atas semua perhatian dan rasa sayangmu&lt;br&gt;Entah harus apa kulakukan agar kau tahu&lt;br&gt;Aku ingin selalu menjalani hari-hari bersamamu&lt;p&gt;Kumohon padamu jangan kau bosan atau ragu&lt;br&gt;Melakukan semua yang membuatku bahagia selalu&lt;br&gt;Aku rela bila harus menunggu&lt;br&gt;Menantikan saat-saat terindah dalam hidupku&lt;p&gt;Padamu kuserahkan semua rasa dihatiku&lt;br&gt;Saat sedih tak kurasa bila kau disampingku&lt;br&gt;Kasih, jagalah cinta ini agar abadi&lt;br&gt;Jangan hilangkan manisnya madu sari-sari sanubari&lt;br&gt;Mengalir membasahi bumi&lt;br&gt;yang gersang tandus tak berarti&lt;p&gt;Nantikanlah saat-saat kau tak lagi sendiri&lt;br&gt;Buatlah harapan itu jadi lebih berarti&lt;br&gt;Berdua menggenggam jari-jari pasti&lt;br&gt;Berdoalah padaNya agar direstui&lt;p&gt;Hari ini mungkin tak beda dengan hari kemarin&lt;br&gt;Diamna hari akan terus menjadi saksi berjalan&lt;br&gt;Melihat sepasang insan menanti saat membahagiakan&lt;br&gt;Yang entah kapan akupun tak dapat memastikan&lt;p&gt;Walu begitu takkan hilang semangat dikandung badan&lt;br&gt;Takkan luntur jiwaku terkikis jaman&lt;br&gt;Bila kau masih memberiku kesempatan &lt;br&gt;Tuk ungkapkan semua hasrat terpendam&lt;p&gt;Semoga semua mengerti&lt;br&gt;Semoga semua memahami&lt;br&gt;Aku juga ingin semua ini terjadi &lt;br&gt;Semoga tak bosan aku menanti&lt;p&gt;                                                                                  24/10/02&lt;p&gt;SAJAK HATI&lt;p&gt;Saat ku tersentak&lt;br&gt;Lalu diam tak bergerak&lt;br&gt;Mencoba tangkap suara sorak&lt;br&gt;Memasang telingaku yang koyak&lt;p&gt;Oh ternyata dia lagi&lt;br&gt;Datanglah kesini jangan pergi&lt;br&gt;Temani aku seorang diri&lt;br&gt;Yang lelah menunggu hari berganti&lt;p&gt;Bolehkah aku bertanya?&lt;br&gt;Mengapa aku tak bisa memejamkan mata?&lt;br&gt;Mengapa kakiku berat tuk beranjak keluar sana?&lt;br&gt;Mengapa mulutku tertutup rapat tak bicara&lt;p&gt;&lt;p&gt;SAMUDERA HATI&lt;p&gt;Telah terpenuhi kekosongan jiwa                                                         &lt;br&gt;Saat dirimu membawaku serta                                                     &lt;br&gt;Terbang melayang melintasi tiap2 angkasa                                 &lt;br&gt;Menyapa lembutnya gumpalan sang awan manja                                                                                                         &lt;p&gt;Tak tersa kini ku terbaring&lt;br&gt;Melepas lelah dan tenggelam dalam hening&lt;br&gt;Mendengar seiringan irama dawai berdenting&lt;br&gt;Membasuh raga dengan sucinya embun yang bening&lt;p&gt;Cinta bagiku adalah sebuah nyawa&lt;br&gt;Jangan kau ambil satu2nya yang kupunya&lt;br&gt;Hanya dikau kutambatkan segalanya&lt;br&gt;Kusandarkan pembaringanku didalamnya&lt;p&gt;Senyaman itu pasti kau pemiliknya&lt;br&gt;Kutahu rasanya hanyalah untuku semata&lt;br&gt;Rona keindahan jangan hilang&lt;br&gt;Oleh segala waktu yang telah terbuang&lt;p&gt;Sinar kehidupan kita akan capai bersama&lt;br&gt;Menerangi segala yang redup dalam cinta&lt;br&gt;Menghangatkan sanubari yang terlena&lt;br&gt;Semangatpun kan berkibar didalamnya&lt;p&gt;&lt;br&gt;Dua tahun sudah kita sam-sama&lt;br&gt;Sesuatu yang hanya kau dan aku memiliki&lt;br&gt;Sucinya cinta tang seluas samudera hati&lt;br&gt;                                                                                                                                                                               10/05/02&lt;p&gt;SEBUAH KEINGINAN&lt;p&gt;Aku masih ingin bersamamu wahai sang puteri&lt;br&gt;Menghabiskan waktu menunggu pergantian hari&lt;br&gt;Tak rela bila lama aku menjalani semuanya sendiri&lt;br&gt;Tak kuasa kutahan kerinduan ini dihati&lt;p&gt;Entah mengapa harus kucapai semua&lt;br&gt;Asa yang terbang dilangit jiwa&lt;br&gt;Melambung tinggi dan berkata&lt;br&gt;&amp;quot;jemput aku, bawa aku wahai cinta&amp;quot;&lt;p&gt;Kusadar kini belum saatnya aku yang menentukan&lt;br&gt;Semua rasa dan keingnan yang lama ku nantikan&lt;br&gt;Membawamu terbang menjemput harapan&lt;br&gt;Harapan yang entah kapan jadi kenyataan&lt;p&gt;Kadang kuberfikir haruskah aku menunggu&lt;br&gt;Untuk menjadi teman sejati pendamping hidupmu&lt;br&gt;Haruskah aku bersusah payah terlebih dahulu&lt;br&gt;Mengapa tak cepat saja kau berlari hai sang waktu&lt;p&gt;Agar semua menjadi siap dan tahu&lt;br&gt;Sebuah keinginan dari seorang yang sabar menunggu&lt;br&gt;Akankah berbuah semua angan yang telah lama layu&lt;br&gt;Maaf aku tak kuasa menahan hasrat ini selalu&lt;br&gt;Akupun ingin seperti orang lain berlari menuju langit biru&lt;p&gt;Langit dimana tak ada satupun noda&lt;br&gt;Langit dimana awan lembut berada&lt;br&gt;Kan kubangun singgasana diatas sana&lt;br&gt;Kujadikan kau pendampingku nan jelita&lt;p&gt;Tak apalah sedikit ku brkhayal&lt;br&gt;Melepas rasa penat dan kesal&lt;br&gt;Tak usah khawatir bila nanti kau kenal&lt;br&gt;sebuah rasa damai saat kita berdua kekal&lt;p&gt;Maaf lagi ku ucapkan&lt;br&gt;Bila keinginanku selalu menyusahkan&lt;br&gt;Bila rasa cintaku butuh pengorbanan&lt;br&gt;Bila kau merasa begitu dimanfaatkan&lt;p&gt;Tapi tolong jangan kau usir rasa cinta ini&lt;br&gt;Yang lama yelah kusimpan dihati&lt;br&gt;Biar terpelihara oleh indahnya nurani&lt;br&gt;Yang bersinar kala kita berdua nanti&lt;p&gt;Sudahlah jangan terlalu kau pikirkan&lt;br&gt;Jalani saja semua seperti biasa dengan tenang&lt;br&gt;Aku selalu sabar menunggumu menjadi ratuku&lt;br&gt;Semoga semua mau mengerti dan merestui&lt;p&gt;                                                                          09/11/02&lt;p&gt;SEBUAH RENUNGAN&lt;p&gt;Lho, jangan dikira hidup ini mudah, mungkin bagi sebagian orang iya, namun bagi kami-kami ini hidup adalah perjuangan yang mungkin hanya sesaat kami mendapatkan kesenangan, setelah itu kembali kami harus bergelut dengan dunia kami yang kotor , yang orang lain kadang segan, bahkan hanya untuk melihatnya.&lt;br&gt;Mungkin itulah kalimat yang terucap, entah lewat mulut, entah lewat sanubari. Kata-kata yang membuat kita mengelus-elus dada, dan akhirnya bila kita berfikir dengan akal sehat, ternyata kita akan merasa sangat beruntung bisa menikmati waktu, tanpa harus dikejar rasa lapar seperti mereka. Namun tidak sedikit pula dari kita yang tidak peduli dengan semua ini, mungkin karena mereka terlalu lama berada diatas roda kehidupan yang suatu saat akan membawanya kembali kebawah.&lt;br&gt;Coba kita renungkan bersama, waktu akan terus berjalan tak perduli apapun yang terjadi, tak berhenti, sebelum diperintah oleh sang Maha suci, sadar atau tidak sadar, mungkin usia kita brtambah dalam jumlah, namun hakikatnya, waktu kita diatas muka bumi ini semakin berkurang, dan akan terus berkurang, namun kita tidak tahu kapan saat penghabisan waktu kita, bisa sekarang ataupun nanti, itu hanya sebuah rahasia dari sang pencipta.&lt;br&gt;Berurai air mata kalau saja kita tahu, ternyata waktu yang kita gunakan hanya untuk yang sia-sia belaka, setidaknya peganglah prinsip, bila kita belum bisa melakukan suatu kebaikan, setidaknya janganlah berbuat keburukan, itu minimal sekali, bagaimanapun amal yang akan ditimbang, berupa kebaikan dan harus kita lakukan,atau nantinya kejahatan yang akan memberatkan neraca kehidupan kita.&lt;br&gt;Sebuah renungan yang sebenarnya ditujukan buatku sendiri, karena terlalu banyak sudah waktu yang terbuang percuma, hanya untuk berleha-leha dan melakukan sesuatu yang tidak baik, karena aku merasa tidak pernah menjadi manusia sesungguhnya, manusia yang di ridhai oleh Allah SWT. Dan aku ingin berubah, ingin bisa memperbaiki hidupku dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan mengingat MATI, karena dengan itu kita akan selalu siap menghadapinya, dan secara otomatis hidup kita akan lebih terkendali, dan selalu sadar bahwa waktu terus berjalan, dan terus mengurangi jatah hidup kita didunia.&lt;br&gt;Yah mungkin, inilah caraku agar hidup di dunia menjadi baik, dan berakhir baik, aku bersyukur dengan keadaanku sekarang ini, banyak nikmat yang kuterima, yang kadang lupa aku untuk mensyukurinya, dan masih banyak mengeluh, mengapa begini, mengapa begitu? sebagai manusia itu memang wajar, namun kewajaran itu tidak mau aku bawa dalam kehidupanku.&lt;br&gt;Selanjutnya aku ingin menjalani hidup yang tanpa beban, ikhlas menerima segala sesuatunya, dan aku akan berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya, dan mencari tahu bagaimana caranya, yaa Allah, berilah aku petunjukmu, agar aku bisa menjalani sisa kehidupanku didunia ini dengan baik, sesuai dengan perintahmu, semoga aku dapat melewati ini semua dan aku yakin roda kehidupan masih berputar, sehingga suatu saat aku bisa diatasnya, dan tak melupakan segala apa yang terjadi dibawahku, saat ini ingin kunikmati dengan lebih tenang&lt;br&gt;                                                                                               &lt;br&gt;                                                                                                         samarinda, 13/08/02                 &lt;p&gt;SEKEDAR RASA RINDU&lt;p&gt;Kusadar kini betapa besar rasa ini dihatiku&lt;br&gt;Tak tergantikan oleh jarak dan waktu&lt;br&gt;Detik demi detik kulewati dengan hembusan kalbu&lt;br&gt;Yang ingin terbang lepas hadir dalam pelukanmu&lt;p&gt;Kau yang jauh disebrang lautan&lt;br&gt;Yakinlah jiwa kan bertemu walau kita terpisah badan&lt;br&gt;Nikmatilah kerinduan ini jangan dilawan&lt;br&gt;Habiskan sedihmu, lantunkan perlahan&lt;p&gt;Hamparan luas sungai mahakam&lt;br&gt;Memercikan ombaknya perlahan dan diam&lt;br&gt;Seluas itu pula kerinduan ini terpendam&lt;br&gt;Dalam lubuk hati yang paling dalam&lt;p&gt;Kubayangkan wajahmu dalam sela-sela lamunanku&lt;br&gt;Kupeluk pesonamu dalam naungan rindu&lt;br&gt;Semoga selalu kita kan bertemu&lt;br&gt;Dalm cinta yang sekian lama telah menyatu&lt;p&gt;                                                                                  24/06/02 &lt;p&gt;sEMOGA INDAH HARI INI&lt;p&gt;Semoga hari ini indah&lt;br&gt;Agar semua terasa mudah&lt;br&gt;Kuharap kau tak merasa lelah&lt;br&gt;Menemaniku mengusir rasa gundah&lt;p&gt;Keindahan cinta yang tercipta&lt;br&gt;Tak terlukiskan dengan kata-kata&lt;br&gt;Jaga terus agar tetap terpelihara&lt;br&gt;Dengan rasa sayang yang nyata&lt;p&gt;Segeralah persiapkan diri&lt;br&gt;Menyambut cerianya sang pelangi&lt;br&gt;Warnanya membuat kita nerseri&lt;br&gt;Kukejar walaupun harus berlari&lt;p&gt;Kembang dihatiku adalah milikmu&lt;br&gt;Ambillah jangan kau ragu&lt;br&gt;Taruhlah dijiwamu agar teringatku selalu&lt;br&gt;Kan kuberikan sebanyak yang kau mau&lt;p&gt;Terbuai juga aku dengan anganku&lt;br&gt;Lamunan yang nyaris tak terganggu&lt;br&gt;Mencoba merangkai kata-kata bisu&lt;br&gt;Mengusir semua rasa haru&lt;p&gt;                                                                                  30/03/02&lt;p&gt;SENDIRI&lt;p&gt;Kesendirian ini begitu mengusikku&lt;br&gt;Rasa sepi mengintai di sela-sela kalbu&lt;br&gt;Termenung aku mengingati dirimu&lt;br&gt;Seandainya saat ini kau disini bersamaku&lt;p&gt;Aku tahu itu hanya akan mengganggumu saja&lt;br&gt;Dan istirahatmu yang kau butuhkan disana&lt;br&gt;Tapi entah bagaimana caranya&lt;br&gt;Agar bisa ku terlepas dari rindunya jiwa&lt;p&gt;Lelah aku menanti saat yang tak kunjung tiba&lt;br&gt;Kapan....kapankah aku menikmati indahnya bahagia?&lt;br&gt;Tak terasa tetes air mataku telah tiba&lt;br&gt;Begitu haru menikmati sendirinya jiwa&lt;p&gt;Hujan siang ini tak mampu mendinginkan matahari&lt;br&gt;Hanya sekejap saja ia membasahi bumi&lt;br&gt;Tak mampu menahan panasnya suasana hari&lt;br&gt;Menguap hilang terbang keatas tinggi&lt;p&gt;Kini aku merasa tak punya apa-apa&lt;br&gt;Hanya sucinya cinta didalam raga&lt;br&gt;Semoga ini tetap terpelihara&lt;br&gt;Meski aku harus mengorbankan segalanya&lt;p&gt;                                                                                   10/11/02&lt;p&gt;TERSENYUMLAH HARI INI&lt;p&gt;Matahari bersinar lagi hari ini&lt;br&gt;cerah cahayanya menyemangati hari&lt;br&gt;Terbangun aku coba bangkitkan diri&lt;br&gt;Hanya untuk meyapa selamat pagi&lt;p&gt;Bagaimana kabaarmu hari ini kasih&lt;br&gt;Semoga bahagia selalu menyertai senyumanmu&lt;br&gt;saat jiwa kembali tersapu bersih &lt;br&gt;Aku ingin kembali mencoba untuk mendatangimu&lt;p&gt;Bertambah lagi sudah umur di dunia&lt;br&gt;Makin banyak masa lalu yang terlupa&lt;br&gt;Songsong hari esok makin ceria&lt;br&gt;Bercanda dengan masa bersama dalam cinta&lt;p&gt;Ku ucapkan selamat padamu yang merayakan hari ini&lt;br&gt;Sebagai sebuah awalan untuk berjuang melawan kehidupan sebelum kembali&lt;br&gt;Alangkah indah seandainya ku bisa ikut bersamamu menikmati&lt;br&gt;Hangatnya suasana yang menentramkan sanubari&lt;p&gt;&amp;quot;Selamat ulang tahun sayang&amp;quot;&lt;br&gt;Bahagia takkan sirna dan hilang&lt;br&gt;Bersamamu semua kan kita jelang&lt;br&gt;Segala harapan,impian, dan keinginan dimasa datang&lt;p&gt;Terimalah persembahanku ini sehingga kuikut berseri&lt;br&gt;Memandang senyumanmu yang menghiasi wajah bidadari&lt;br&gt;Berjanjilah apapun yang kan terjadi&lt;br&gt;Tetaplah kubawa rasa cinta ini disetiap penjuru hati&lt;p&gt;&lt;br&gt;(sengaja puisi ini dibuat khusus untuk memperingati bertambahnya usia seorang&lt;br&gt; yang paling dekat dihati)&lt;br&gt;                                                                                    25/04/02&lt;p&gt;THIS NIGHT&lt;p&gt;Malam ini kududuk disini&lt;br&gt;Bersamamu mencoba mengusir rasa sunyi&lt;br&gt;Kusaadar hari semakin larut&lt;br&gt;Kutahu pikiranku kan kembali kalut&lt;p&gt;Mencoba menyimpan rasa ini dihati&lt;br&gt;Membakar semua rasa benci kan berganti&lt;br&gt;Berlari ku mengejar bayang-bayang mimpi&lt;br&gt;Semoga tidurmu kan nyenyak nanti&lt;p&gt;Tak perlu kau merasa sedih&lt;br&gt;Rindumu kan segera pulih&lt;br&gt;Bila saatnya nanti kau kan terpilih&lt;br&gt;Menjadi sesuatu dalam diriku, kasih&lt;p&gt;Cobalah tuk tertidur&lt;br&gt;Biarkan pikiranmu melantur&lt;br&gt;Agar cinta tak segera hancur&lt;br&gt;Oleh sadar yang datang,mimpipun terbentur&lt;p&gt;Malam ini bukanlah yang terakhir&lt;br&gt;Jumpakan lagi kita sampai nanti kan terlahir &lt;br&gt;Benih-benih jiwa yang selalu hadir&lt;br&gt;Sampai semua rasa rindumu terusir&lt;br&gt;                                                                                     240302&lt;p&gt;&lt;br&gt;TIDUR&lt;p&gt;TErangkai sudah satu kata &lt;br&gt;Saat sukma memandang jiwa&lt;br&gt;Sedang apa kau cinta&lt;br&gt;Melamun saja gerogoti masa&lt;p&gt;Tertidur waktu yang berlalu&lt;br&gt;Jalannya lambat bak penyu&lt;br&gt;Larilah kau seperti perahu&lt;br&gt;Meluncur melewati deru&lt;p&gt;Kesepian ini coba usik aku&lt;br&gt;saat rindu yang terpadu&lt;br&gt;Merambah dalam nadin darahku&lt;br&gt;Menghentak jantung raga ku&lt;p&gt;Berderai peluh keringat ini&lt;br&gt;Coba untuk kuusap lagi&lt;br&gt;Membayangmu bidadari&lt;br&gt;Hanya tiba dalm mimpi&lt;p&gt;Kalau begitu aku ingin tidur&lt;br&gt;Agar rindu ini tak lekas luntur &lt;br&gt;agar cepat waktu teratur&lt;br&gt;Agar bisa ku kembali berbaur&lt;p&gt;                                                                                   13/07/02&lt;p&gt;UNTUKMU YANG BAIK&lt;p&gt;Selalu akan kuserahkan waktuku&lt;br&gt;Kupersembahkan semua sehatku&lt;br&gt;Kuberikan rasa giatku&lt;br&gt;Untukmu yang baik padaku&lt;p&gt;Setiap desahan nafas ini&lt;br&gt;Setiap kali kulangkahkan kaki&lt;br&gt;Setiap jantung ini berdetak dan berdetak lagi&lt;br&gt;Aku ingin selalu bersamamu melewati semua hari&lt;p&gt;Bersandar ku dipelukmu&lt;br&gt;Dekaplah erat selalu diriku&lt;br&gt;Sebagai ungkapan terima kasihku &lt;br&gt;Ambilah semua cinta dari dalam sanubariku&lt;p&gt;Takkan hilang semua kebaikanmu dilindas waktu&lt;br&gt;Abadi selalu dalam bingkai hati lukisan sang ratu&lt;br&gt;Menari bersamamu mengikuti irama merdu&lt;br&gt;Bertaburan hiasan berlian diantara sela2 langit biru&lt;p&gt;Untukmu yang baik&lt;br&gt;Terimalah semua rasa ini dihatimu&lt;br&gt;Kesungguhanmu akan berbuahkan bahagia&lt;br&gt;Keikhlasanmu membawa semua rasa setia&lt;br&gt;Ketulusanmu tak ternilai intan permata&lt;br&gt;Berdua kita melangkahkan kaki&lt;br&gt;Mencoba bersabar sampai semua keinginan terjadi                                                                                                                 22/04/02&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7161719445848297348?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7161719445848297348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2002.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7161719445848297348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7161719445848297348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2002.html' title='KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2002'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25i59aP7CI/AAAAAAAAAEQ/1mPbWKpYsLw/s72-c/2002-779794.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5076621131714544940</id><published>2010-02-07T13:59:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T13:48:46.183+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2001</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25iTtRq3YI/AAAAAAAAAEI/9SM6G8Vjzms/s1600-h/2001-726187.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25iTtRq3YI/AAAAAAAAAEI/9SM6G8Vjzms/s320/2001-726187.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435389890993511810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;AKU MILIKMU&lt;p&gt;Selamat pagi kasihku&lt;br&gt;Semoga cinta masih hadir bersamamu&lt;br&gt;Kan kusambut kau di pelukku&lt;br&gt;Mendekapnya agar tersa hangat selalu&lt;p&gt;Terbayang selalu akan senyuman&lt;br&gt;Saat diriku dirantai lamunan&lt;br&gt;Sejuta indah perasaan&lt;br&gt;Kujadikan semuanya sebagai hiasan&lt;p&gt;Bahagia akan terjalin bersama&lt;br&gt;Jika kasihmu kau berikan semua&lt;br&gt;Lalu juga kuberikan segala yang ada&lt;br&gt;Menjadi ikatan jalinan asmara&lt;p&gt;Cahaya tenang sang mentari&lt;br&gt;Semoga terus menyinari&lt;br&gt;Sampai semua ini terhenti&lt;br&gt;Cintamu kan selalu ada dihati&lt;p&gt;Aku milikmu untuk selamanya&lt;br&gt;Jangan kau ragu sedikitpun tentangnya&lt;br&gt;Agar kau yakin dan percaya&lt;br&gt;Kuakan membuktikannya&lt;br&gt;Waktu semoga kau bisa memberikan jawaban&lt;br&gt;Bahwa dirinyalah yang selalu dalam ingatan&lt;br&gt;                                                                                     131001&lt;p&gt;BELUM ADA JUDUL&lt;p&gt;&lt;br&gt;Biarkan perasaan membawaku&lt;br&gt;Dalam rindu yang selalu membelenggu&lt;br&gt;Terkurungku disini menunggu sang waktu&lt;br&gt;Terkulai lemas melawan semua rasa ragu&lt;p&gt;Dudukku merangkai kata-kata&lt;br&gt;Disaat mulutku tak bisa bicara&lt;br&gt;Tak tahu harus berbuat apa&lt;br&gt;Melepaskan semua rasa curiga&lt;p&gt;Mengapa saat aku benar-benar bahagia&lt;br&gt;Selalu saja ku buat kesalahan yang nyata&lt;br&gt;Yang hanya menyusahkanmu saja&lt;br&gt;Hilang semua rasa percaya&lt;p&gt;Kini ku merasa tak lagi berguna&lt;br&gt;Selalu menuntutmu seperti apa yang kupinta&lt;br&gt;Padahal ku tahu semuanya tak mungkin bisa&lt;br&gt;Menghadirkanmu dalam khayalanku menjadi nyata&lt;p&gt;Kutersiksa oleh ulahku sendiri&lt;br&gt;Terbakar diriku oleh lugunya emosi&lt;br&gt;Buta mataku dan tertutup pintu hati&lt;br&gt;Semoga cintaku masih disini&lt;p&gt;HANYA KAU YANG KUPUNYA&lt;p&gt;Dalam kegelisahanku terpaku&lt;br&gt;Menatap ruang kosong harapanku&lt;br&gt;Membuka lembar demi lembar masa lalu&lt;br&gt;Mengingat dan memahami seluruh kesalahanku&lt;p&gt;Tak seharusnya cinta dimainkan&lt;br&gt;Dan perasaan diombang-ambingkan keyakinan&lt;br&gt;Ku coba mencari jalan kebenaran&lt;br&gt;Namun terjebak aku dalam kebingungan&lt;p&gt;Hanya cinta yang kupunya&lt;br&gt;Dan kepadamulah aku memberikannya&lt;br&gt;Hanyalah satu harapan semoga nyata&lt;br&gt;Kau bisa bahagia karenanya&lt;p&gt;Maafkan aku jika buatmu susah&lt;br&gt;Terkurung dalam penjara hati yang resah&lt;br&gt;Kuberusaha untuk merubah semuanya menjadi mudah&lt;br&gt;Ku tak perduli walau sebenarnya aku lelah&lt;p&gt;ku mohon jangan menjauhiku&lt;br&gt;Bermain-mmain dengan lamanya waktu&lt;br&gt;Salahku hingga buatmu ragu&lt;br&gt;Hilang rasa percaya dalam beku&lt;p&gt;wi.... hanya engkau yang kupunya&lt;br&gt;Dan satupun tak dapat menggantikannya&lt;br&gt;                                                                                     270801&lt;p&gt;HARI MILIK KITA&lt;p&gt;Saat wakyu terus melangkahkan kaki&lt;br&gt;Roda-rodanya selalu mendorong hari demi hari&lt;br&gt;Tak terasa lebih duabelas purnama terlewati&lt;br&gt;Aku masih saja tak percaya semua ini terjadi&lt;p&gt;Maukah kau terus tersenyum untukku?&lt;br&gt;Biar bunga dalam hatiku tak kunjung layu&lt;br&gt;Tersimpan selalu dengan rasa rindu&lt;br&gt;Harum mewangi mekar beraroma syahdu&lt;p&gt;Kasih, biarkan kududuk disini&lt;br&gt;Memandangmu tak kunjung henti&lt;br&gt;Mendengar suara hatimu yang bernyanyi&lt;br&gt;Melepas hilang jiwaku yang sunyi&lt;p&gt;Masih ingat rasanya aku&lt;br&gt;Saat pertama memegang tanganmu dahulu&lt;br&gt;Hangatnya merasuk ke seluruh tubuhku&lt;br&gt;Tak kuasa ku menahan diri waktu itu&lt;p&gt;sayang.... jangan biarkan semua ini hilang&lt;br&gt;semoga cinta tak akan pernah lekang&lt;br&gt;Biarkan ia terus berjalan melenggang&lt;br&gt;Lepaskan ingatan jangan ia terkekang&lt;p&gt;Hari ini mungkin aku undur diri&lt;br&gt;Janji besok ku kan kembali lagi&lt;br&gt;                                                                                    140501&lt;p&gt;IJINKAN KU SEKEJAP TUK TERLELAP&lt;p&gt;Saat mataku tak bisa terpejam&lt;br&gt;Detik demi detik kurasakan begitu membosankan&lt;br&gt;Entah padahal sudah larut malam&lt;br&gt;Aku tetap saja tak bisa diam&lt;p&gt;Wajahmu mengelilingi diriku&lt;br&gt;Begitu polos senyum yang keluar dari bibirmu&lt;br&gt;Suaramu manja terus terngiang di telingaku&lt;br&gt;Rinduku yang terberai kini menjadi satu&lt;p&gt;Kucoba menutup kedua mataku&lt;br&gt;Lagi-lagi kau yang muncul dari gelapnya khayalku&lt;br&gt;Terus ini terjadi dalam waktu yang berlalu&lt;br&gt;Kucoba menahan semua yang terjadi dalam kalbu&lt;p&gt;Seakan kantukku tak pernah mendekat&lt;br&gt;Walau malam larut diselimuti langit pekat&lt;br&gt;Ku hanya bisa mendekap gulingku erat-erat&lt;br&gt;Berharap semoga cepat dibuai mimpi memikat&lt;p&gt;Kupandangi gambar wajahmu&lt;br&gt;Kucoba berbicara padanya&lt;br&gt;Izinkan aku terlelap&lt;br&gt;Walau hanya sekejap&lt;br&gt;Biarkan dirimu hadir dalam mimpiku&lt;br&gt;Terbuai juga akhirnya aku dalam mayaku&lt;br&gt;Walau tak tahu itu nyata atau tidak&lt;br&gt;                                                                                     030401&lt;p&gt;JANJIKU DALAM DIRI&lt;p&gt;Dingin udara bulan februari&lt;br&gt;Seakan membuaiku dalam kesendirian&lt;br&gt;termenung ku melewati hari demi hari&lt;br&gt;Dan yang kurasakan hanyut dalam lamunan&lt;p&gt;Rinduku padanya selalu tercipta&lt;br&gt;Disaat-saat ku terjaga&lt;br&gt;Walau sekalipun kuberada di alam maya&lt;br&gt;Dirimu hadir seakan menjalma&lt;p&gt;Kutengok keluar hujan rintik-rintik&lt;br&gt;Angin yang berhembus menyentakan diri&lt;br&gt;Kuterdiam termenung duduk tak berkutik&lt;br&gt;Memikirkan dirimu dan akhirnya kusadari&lt;p&gt;Kasih.....&lt;br&gt;Ma&amp;#39;afkan jika kadang ku terlupa&lt;br&gt;Bahwa hanya dirimu yang membuat aku ada&lt;br&gt;Ada untuk mencurahkan segalanya&lt;br&gt;Ada untuk selalu berupaya&lt;br&gt;Menciptakan hidup yang lebih berarti&lt;br&gt;Dari sekedar makan dan mati&lt;p&gt;Akhirnya kusudahi lamununku&lt;br&gt;Kembali ku terjaga dan berlalu&lt;br&gt;Berjanji aku untuk  selalu&lt;br&gt;Disampingmu, didalam dirimu setiap waktu&lt;br&gt;                                                                                     220201&lt;p&gt;KASIH MAAFKAN DAKU&lt;p&gt;Mengapa kau bersikap begitu kasihku?&lt;br&gt;Bukankah dulu pernah kukatakan padamu&lt;br&gt;Bahwa disetiap langkah-langkah jarum waktu&lt;br&gt;Hanya dirimu yang hadir dihati sejak dahilu&lt;p&gt;Haruskah semua ini ku alami&lt;br&gt;Setelah sekian lama cinta ini bersemi&lt;br&gt;Sungguh aku tak mau semua ini terjadi&lt;br&gt;Sekalipun hanya dalam mimpi&lt;p&gt;Biar orang mau berkata apa&lt;br&gt;Aku pembohong, penipu dan pendusta&lt;br&gt;Percuma kau tak akan percaya&lt;br&gt;Dihatimu hanya ada dirimu semata&lt;p&gt;Kurela harus mengalami semua ini&lt;br&gt;Walaupun perasaan ini harus menahan diri&lt;br&gt;Asalkan cintaku terpelihara dengan suci&lt;br&gt;Hanya untukmu seorang yang kusayangi&lt;p&gt;Waktu tolong tunjukan kepadanya&lt;br&gt;Bahwa siang malam aku memikirkannya&lt;br&gt;Disetiap tidur dan terjaga, dirimu hadir dengan sejuta pesona&lt;br&gt;Maaf bila selama ini kau tersakiti&lt;br&gt;Sungguh itu semua bukan maksudku dihati&lt;br&gt;Tanyakanlah pada Tuhan, karena dia yang paling mengerti&lt;br&gt;                                                                                     230201&lt;p&gt;KERAGUAN YANG TELAH HILANG&lt;p&gt;Awalnya tak pernah kuduga&lt;br&gt;Bila cinta dapat merubah segalanya&lt;br&gt;Keraguanku yang dulu selalu ada&lt;br&gt;Hilang oleh jernihnya asmara&lt;p&gt;Mengapa tak kurasakan sebelumnya&lt;br&gt;Begitu indah namun semua nyata adanya&lt;br&gt;Ku tak ingin ia hilang begitu saja&lt;br&gt;Kan ku jaga tuk selama-lamanya&lt;p&gt;Langit cerah membiru&lt;br&gt;Kupandangi tanpa sedikitpun aku ragu&lt;br&gt;Karena ku tahu hanya kau satu-satunya yang ada dihatiku&lt;br&gt;Yang selama ini aku tunggu-tunggu&lt;p&gt;Rasanya ku ingin selalu ada didekatmu&lt;br&gt;Menuangkan kata-kata yang siap tercurah dari dalam kalbu&lt;br&gt;Mendengarkan nyanyian kerinduan yang merdu&lt;br&gt;Sungguh tak mau aku jika waktu harus cepat berlalu&lt;p&gt;Banyak sebenarnya yang ingin aku barikan&lt;br&gt;Walau ku tahu tak semuanya dapat aku lakukan&lt;br&gt;Tapi percayalah jangan kau ragu atau sungkan&lt;br&gt;Meminta cinta yang pastinya akan kuserahkan tanpa ku bosan&lt;br&gt;                                                                                      220401&lt;p&gt;KERAGUANKU&lt;p&gt;Kupeluk dirimu erat-erat&lt;br&gt;Kutak ingin keraguan itu lagi mendekat&lt;br&gt;Seakan membuat hidupku sekarat&lt;br&gt;Bagaikan seonggok besi berkarat&lt;p&gt;&lt;br&gt;Kulepaskan semua keresahan dalam dadaku&lt;br&gt;Kubebaskan semua rasa curiga dari penjara hatiku&lt;br&gt;Kutak mau budak nafsu menyeretku&lt;br&gt;Terjebak diantara perasaan cinta dan cemburuku&lt;p&gt;Sungguh hanya ini yang bisa kulakukan&lt;br&gt;Kuhanya tak ingin kehilangan&lt;br&gt;Sebuah perasaan yang begitu lama ku dambakan&lt;br&gt;Yang kucari selama ini adalah kesetiaan&lt;p&gt;Tak apa kau marah kepadaku &lt;br&gt;Memang sudah sepatutnya begitu&lt;br&gt;Aku hanya ingin kau tahu &lt;br&gt;Tak ada yang bisa merebut hatiku darimu&lt;p&gt;Kupegang tanganmu yang mengepal&lt;br&gt;Kugerai rambut tebalmu yang menggumpal&lt;br&gt;Mari sama-sama kita berakal&lt;br&gt;Tidak menanggapi segala sesuatunya dengan dangkal&lt;br&gt;Kuharap kau mengerti&lt;br&gt;Segala yang belum tercurah dari hati&lt;br&gt;Semoga yang kuasa senantiasa memberkati&lt;br&gt;                                                                                     090401&lt;p&gt;PUISI CINTA&lt;p&gt;Kala sepi menghantui&lt;br&gt;Angin malam membelaiku sesekali&lt;br&gt;Ku tahu bukan mudah untuk mengerti&lt;br&gt;Semoga kutemukan jalan lain dihati&lt;p&gt;Kuterbangun, tersadar dan mengakui&lt;br&gt;Semua nyata bukan sebuah ilusi&lt;br&gt;Ternyata cintamu masih setia menemani&lt;br&gt;Sepanjang tidurku malam tadi&lt;p&gt;Kutahu hanya karenanya aku bisa&lt;br&gt;untuk menyelami semua rasa&lt;br&gt;Dan mengambilnya tanpa ada sisa&lt;br&gt;Dengan izin dari yang Kuasa&lt;p&gt;Kupeluk bayangmu disini&lt;br&gt;Mendekapnya dengan erat pasti&lt;br&gt;Berharap kau tak beranjak pergi&lt;br&gt;Meninggalkanku seorang diri&lt;p&gt;Cintamu membelaiku manja&lt;br&gt;Kasihmu membuatku selalu ada&lt;br&gt;Sayangmu tentramkan jiwa raga&lt;br&gt;Kesetiaanmu mengubah ragu jadi rasa percaya&lt;p&gt;Untukmu selalu ku rangkaikan kata&lt;br&gt;Kujadikan hiasan dalam puisi cinta&lt;br&gt;                                                                                     140901&lt;p&gt;RINDU DALAM BAYANGAN&lt;p&gt;&lt;br&gt;Mengapa selalu tak kuasa diriku&lt;br&gt;Saat dirimu tak disampingku&lt;br&gt;Terkurung sendiri dalam beku&lt;br&gt;Mencoba mendorong langkah sang wwaktu&lt;p&gt;Berlari kukejar kau dalam bayangan&lt;br&gt;Sadarku ternyata itu hanya khayalan&lt;br&gt;Akhirnya lelah ku berjalan perlahan&lt;br&gt;Semoga kau masih menungguku di ujung jalan&lt;p&gt;Melatiku, ku rindu ingin menghirup wangimu&lt;br&gt;Lamu keinginan itu terpendam dalam kalbu&lt;br&gt;Jangan kau merasa segan ataupun malu&lt;br&gt;Membuka tanganmu dan memeluku erat selalu&lt;p&gt;Rasanya tak sabar diriku&lt;br&gt;Tuk segera bertemu&lt;br&gt;Dihari pertemuan itu&lt;br&gt;Akan ku buat kau mengingatnya tanpa beerlalu&lt;p&gt;Segera ku tersadar dan mencoba mengerti&lt;br&gt;Ternyata hanya cintamu yang berarti&lt;br&gt;Tuk mengisi hari demi hari&lt;br&gt;Kulalui bersdamamu kembali&lt;p&gt;                                                                                    20/12/01&lt;p&gt;ROMANSA PANTAI SENJA&lt;p&gt;Gerai rambutmu riap terhempas angin&lt;br&gt;Wajahmu memerah diterpa surya senja&lt;br&gt;Masih sama cantiknya seperti kemarin&lt;br&gt;Tangannya yang lembut membelaiku dengan manja&lt;p&gt;Berdua kita duduk di batu&lt;br&gt;Memandang ke depan ombak yang berlalu&lt;br&gt;Dengan mendengarkan angin yang menderu&lt;br&gt;Tak terasa waktu berjalan dengan laju&lt;p&gt;Pandanganku menembus kedua matamu&lt;br&gt;Kulihat banyak harapan disitu&lt;br&gt;Kusapu rambut yang menutupi pipimu&lt;br&gt;Berjanji kita dalam cinta yang satu&lt;p&gt;Perlahan-lahan langitpun menjadi gelap&lt;br&gt;Namun kata-katamu merubah suasana yang senyap&lt;br&gt;Menjadi sebuah perjalanan yang memikat&lt;br&gt;Walaupun yang ku rasakan hanya sesaat&lt;p&gt;Berjalan kita bergandengan tangan&lt;br&gt;Berdua kita melewati haluan&lt;br&gt;Ditemani cahaya bulan menawan&lt;br&gt;Melepaskan semua rasa cinta yang tertawan&lt;br&gt;Semoga semua ini dapat terus bertahan&lt;br&gt;Di bawah naungan ridha Tuhan&lt;br&gt;                                                                                           ?&lt;p&gt;SAAT HATI BERBICARA TENTANG DUKA&lt;p&gt;Terdiam kutermenung mencoba mencari&lt;br&gt;Duduk bersandar dan akhirnya kusadari&lt;br&gt;Ternyata jawabannya ada dalam diriku sendiri&lt;br&gt;Semoga belum terlambat untuk mengejarmu sambil berlari&lt;p&gt;Entah aku ini apa? &lt;br&gt;Yang hanya bisa berkata&lt;br&gt;Tanpa berbuat sesuatu yang nyata&lt;br&gt;Sungguh.... andai saja aku bisa&lt;p&gt;Berat rasanya meninggalkanmu dalam sedih&lt;br&gt;maafkanlah aku yang tak menghiraukanmu kasih&lt;br&gt;Harusnya cintaku bukanlah pamrih&lt;br&gt;Yang hanya mengharap sesuatu yang lebih&lt;p&gt;Berikanlah aku sedikt dukamu&lt;br&gt;Biarku rasakan betapa lara hatimu&lt;br&gt;Akan kusimpan dalam hatiku&lt;br&gt;Agar kubisa lebih menjadi teman hidupmu&lt;p&gt;Dalam kutatap matamu&lt;br&gt;Hatiku menangis namun mulutku membisu&lt;br&gt;Kuhanya bisa berdo&amp;#39;a mengangkat kedua tanganku&lt;br&gt;Semoga kau bisa kembali dari kebingunganmu&lt;p&gt;sayang.... ingatlah aku masih disini&lt;br&gt;Kuberjanji kan setia menemani&lt;br&gt;Sampai semua hilang dari alam ini&lt;br&gt;                                                                                    090401&lt;br&gt;SAAT KU INGAT DIRIMU&lt;p&gt;Kucoba menggambar wajahmu dikepala&lt;br&gt;Indah terangkai raut penuh pesona&lt;br&gt;Terdamparku di pulau khayalan senja&lt;br&gt;Diantara sepi kulalui semua rasa curiga&lt;p&gt;Dititian kasih ku berjalan&lt;br&gt;Berhati-hati langkahmu perlahan&lt;br&gt;Berharap segera menemukan&lt;br&gt;Semua jawaban dari semua pertanyaan&lt;p&gt;Saat timbul rasa ragu&lt;br&gt;Saat indah jadi sendu&lt;br&gt;Segala tertelan rasa cemburu&lt;br&gt;Semua tawa berubah haru&lt;p&gt;Disaat itu pula kusadari&lt;br&gt;Kau masih disini setia menemani&lt;br&gt;Menungguku membawa cinta sejati&lt;br&gt;Membawa semua kasih peduli&lt;p&gt;Rindu ini semakin kental&lt;br&gt;Cinta ini semakin kekal&lt;p&gt;Tersenyum sendiri bila ku ingat dirimu&lt;br&gt;Harus berapa lama lagi aku menunggu&lt;br&gt;Tuk bjsa bersamamu selalu&lt;br&gt;Menjalani berdua bersama berpadu&lt;br&gt;                                                                                     140901&lt;p&gt;SEBUAH UCAPAN UNTUKMU&lt;p&gt;Tak terasa waktu berjalan&lt;br&gt;Setahun yang lalu kau masih belasan&lt;br&gt;Saat-saat indah sungguh berkesan&lt;br&gt;Terkenang selalu kadang mampir di dalam impian&lt;p&gt;Kini umurmu telah kepala dua&lt;br&gt;Walau masih lama masa untuk menjadi tua&lt;br&gt;Tapi kini kau telah menginjak dewasa&lt;br&gt;Yang pastinya tak ingin kau lewatkan dengan sia-sia&lt;p&gt;Langit cerah mengiringi hari jadimu&lt;br&gt;Ku tak ingin kau hanya menunggu&lt;br&gt;Detik-detik berlalu dengan duduk termangu&lt;br&gt;Karena terselimuti hati dengan rasa ragu&lt;p&gt;Disini aku setia bersamamu sebagai teman&lt;br&gt;Menjalani semua angan-angan dan harapan&lt;br&gt;Jangan ada satupun yang terlewatkan&lt;br&gt;Tak berguna jika kau menyesal kemudian&lt;p&gt;Selamat ulang tahun kasihku&lt;br&gt;Semoga masih cukup banyak cinta yang menyertaimu&lt;br&gt;Kuhanya bisa berdoa dan memohon selalu&lt;br&gt;Agar dirimu bisa terus maju&lt;br&gt;Tanpa berpaling kebelakang dan melihat semuanya semu&lt;br&gt;Dan berharap kita berdua bisa menjadi satu&lt;br&gt;                                                                                     240401&lt;p&gt;TERIMAKASIHKU&lt;p&gt;Lama kurenung dalam sanubari&lt;br&gt;Dari segala yang telah terjadi&lt;br&gt;SAat diri ini ditemani sepi&lt;br&gt;Lelah namun akhirnya kusadari&lt;p&gt;Sungguh ini semua sangat berarti&lt;br&gt;Kala kau ada disisi&lt;br&gt;Kurasakan betapa besarnya sebuah perasaan suci&lt;br&gt;Kasih.... jangan kau tinggalkan aku seorang diri&lt;p&gt;Terimakasihku untukmu yang setia&lt;br&gt;Masih mau menemaniku walau kadang tersiksa&lt;br&gt;Tak tahu bagaimana ku akan membalasnya&lt;br&gt;Semoga ini untuk selamanya&lt;p&gt;Maafkanlah aku yang tak mengerti&lt;br&gt;Seharusnya diri ini mau memahami&lt;br&gt;Bukannya malah ingin menang sendiri&lt;br&gt;Terbakar oleh panasnya emosi&lt;p&gt;Kuharap kau tak lelah&lt;br&gt;Memberikan kasihmu seperti yang sudah-sudah&lt;br&gt;Walau silih berganti antara senang dan susah&lt;br&gt;Berdua kita akan menjadikannya mudah&lt;br&gt;Untuk menjalani hidup ini&lt;br&gt;Menikmatinya dalam satu hati&lt;br&gt;                                                                                     160701&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5076621131714544940?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5076621131714544940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2001.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5076621131714544940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5076621131714544940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2001.html' title='KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2001'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25iTtRq3YI/AAAAAAAAAEI/9SM6G8Vjzms/s72-c/2001-726187.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-2347383651798646744</id><published>2010-02-07T13:57:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T13:46:31.256+07:00</updated><title type='text'>KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2000</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25hx-d2QiI/AAAAAAAAAEA/-vLw5-mcScw/s1600-h/2000-791259.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25hx-d2QiI/AAAAAAAAAEA/-vLw5-mcScw/s320/2000-791259.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435389311492440610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;PEMBUKAAN&lt;p&gt;Mungkin hanya inilah yang bisa kupersembahkan&lt;br&gt;Untuk mengungkapkan semua perasaan&lt;br&gt;Yang lama tak tersalurkan&lt;br&gt;Terhimpit oleh rasa segan&lt;p&gt;Terindah semua yang terucap lewat kata-kata&lt;br&gt;Saat mulutku tak bisa mewakili diriku untuk bicara&lt;br&gt;Semoga kuterus bisa berkarya&lt;br&gt;Hanya untukmu belahan jiwa&lt;p&gt;                                                                           Jakarta, 200501&lt;p&gt;MAHADEWI&lt;p&gt;Disaat semua terselimuti sepi&lt;br&gt;Disaat semua menjadi tak berarti&lt;br&gt;Kau datang bak mentari menyinari&lt;br&gt;Menyadarkanku dari lelapnya mimpi&lt;p&gt;Lama kunantikan hadirnya seseorang&lt;br&gt;Tuk mengisi jiwaku yang kerontang&lt;br&gt;Hadirmu sungguh membuat indah dunia&lt;br&gt;Lamanya waktu bukan pengorbanan yang sia-sia&lt;p&gt;Disaat kumenanti&lt;br&gt;Mencari jawaban yang pasti&lt;br&gt;Kau menepis kerguan dihati&lt;br&gt;Maha Dewi bimbing aku dalam indahnya pelangi&lt;p&gt;Andai setiap saat kubisa bersamamu&lt;br&gt;Akan ku berikan setiap sisi dari hatiku&lt;br&gt;Agar kau tahu yang terjadi didalamnya&lt;br&gt;Bahwa cinta telah memberikan segalanya&lt;br&gt;                                                                                    190500&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-2347383651798646744?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/2347383651798646744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2000.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2347383651798646744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2347383651798646744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/kumpulan-puisi-dan-syair-2000.html' title='KUMPULAN PUISI DAN SYAIR 2000'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S25hx-d2QiI/AAAAAAAAAEA/-vLw5-mcScw/s72-c/2000-791259.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-6912017023843311518</id><published>2010-02-07T03:16:00.000+07:00</published><updated>2010-02-07T03:06:00.973+07:00</updated><title type='text'>PEMENANG</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S23LqUUgJDI/AAAAAAAAAD4/25pbScrTYSE/s1600-h/pemenang-760975.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S23LqUUgJDI/AAAAAAAAAD4/25pbScrTYSE/s320/pemenang-760975.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435224253175702578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pemenang, apakah telah yakin semua sudah dikalahkan.&lt;br&gt;Pemenang, apakah senang sesaat penuh pujian.&lt;br&gt;Pemenang, apakah mampu mengulang disuatu saat kemudian. &lt;br&gt;Pemenang, bukankah semua menginginkannya.&lt;br&gt;Pemenang, tersakitikah yang jadi pecundang.&lt;br&gt;Pemenang, mampukah ia menguasai diri di puncak keberhasilan.&lt;br&gt;Pemenang, apa yang diperlombakan hanyalah kepalsuan.&lt;br&gt;Pemenang, kapankah aku menjadi seorang pemenang.&lt;br&gt;Pemenang, semoga sekali saja kata itu tersemat ku sudah senang.&lt;br&gt;Pemenang, bukan untuk akhir suatu tujuan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah salah satu jalan mencapai kesempurnaan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang mengakui ia masih jauh dari keberhasilan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang menyadari hidup ini penuh dengan perjuangan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang memberi kesempatan pada yang lain untuk ikut merasakan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang tak ingin sekitarnya dalam kesedihan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang mau saling menasehati dalam kebaikan.&lt;br&gt;Pemenang, adalah yang sedih bila hanya ia yang merasakan kegembiraan&lt;br&gt;Dan pemenang, adalah yang selalu terdepan dalam setiap kebaikan. &lt;br&gt;Sadarlah, kita semua adalah pemenang, dari setiap kesulitan yang kita hadapi.&lt;br&gt;070210 0407 sL@m&lt;p&gt;See more, at &lt;a href="http://slam201080.blogspot.com"&gt;slam201080.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-6912017023843311518?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/6912017023843311518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/pemenang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6912017023843311518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6912017023843311518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/pemenang.html' title='PEMENANG'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S23LqUUgJDI/AAAAAAAAAD4/25pbScrTYSE/s72-c/pemenang-760975.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-6303006491688459085</id><published>2010-02-07T00:06:00.000+07:00</published><updated>2010-02-06T23:56:21.367+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 6 (akhirnya gundul juga)</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S22fNba2pCI/AAAAAAAAADo/L_IBXn3dDWs/s1600-h/botak-781372.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S22fNba2pCI/AAAAAAAAADo/L_IBXn3dDWs/s320/botak-781372.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435175378353562658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Sebuah sympony alam, bersatu, mencoba berinteraksi dengan manusia2 yang memiliki kesadaran, dan menikmatinya sebagai suguhan gratis bagi jiwa2 kerontang, yang membutuhkan makanan alami langsung dari sumbernya. Menenangkan, saat irama tercipta, dari berbagai nyanyian jangkrik dan katak yang saling bersahutan, harmoni indah pelajaran nada2 alam, yang terekam masuk kedalam telinga dan menyenangkan perasaan. Butuh kesabaran menangkap tiap makna, butuh kejelian lebih, agar setiap percakapan dapat di mengerti, sebuah senandung syukur, dari seluruh makhluk, untuk dipersembahkan pada sang Pencipta, Allah SWT.&lt;br&gt;Hampir setiap jam Yanto terjaga dari alam bawah sadarnya, dipaksa bangun oleh berbagai zat kimia yang bereaksi tidak teratur dalam tubuhnya, metabolisme yang terganggu dari perubahan pola yang drastis, menyebabkan tubuhnya lemah.&lt;br&gt;Pagi pertama menjelang, menikmatinya dari dalam kamar yang di isi oleh 10 orang dari berbagai asal jobsite, ada 5 ranjang bertingkat di kamar berukuran 5x5 meter itu, terasa sempit memang, namun masih cukup nyaman, ditambah udara pagi yang masuk dari lubang2 ventilasi yang sengaja di buat banyak, agar sirkulasi udara tidak terhambat, dan dengan mudahnya mengisi tiap sela2 jalur pernafasan.&lt;br&gt;Pagi pertama, nyaris diabaikan, bagai anak tiri yang dilupakan, tak ada panduan, tak ada pemberitahuan harus apa mereka mengisi kegiatan pagi itu. Yanto enggan mandi, air yang terasa dingin membuatnya mengerenyitkan dahi, &amp;quot;cukuplah ku basuh muka ini saja, dan menggosok gigiku, ku memulai pagi ini&amp;quot; pikir Yanto dalam hati. Saat yang dinanti-nanti, sarapan yang di idamkan, saat memasuki ruang kantin yang begitu luas, sanggup menampung seratus lebih manusia, masih tak ada kekakuan aturan yang mengikatnya, Yanto biasa saja memilih menu yang akan disantapnya. Duduk dekat dengan beberapa teman yang baru dikenalnya, Yanto menikmati sarapan paginya dengan santai. &lt;br&gt;Tiba2 ada suara tegas berbicara, &amp;quot;Mohon perhatian, kepada senior dapat menyesuaikan. Duduk siaaaap... Graak..! Mengawali makan pagi, berdo&amp;#39;a mulai!&amp;quot;&lt;br&gt;Seketika Yanto menghentikan makannya, entah karena menghormati, entah karena ingin mempelajari berbagai aturan disana.&lt;br&gt;&amp;quot;Selesai! Istirahat ditempaaaat... graak!&amp;quot; &amp;quot;selamat makaaaan...! Serentak para siswa OM (operator magang) menyahut berbarengan.&lt;br&gt;Begitulah salah satu aturan makan yang akan menghiasi waktunya kedepan, aturan yang membuat kebersamaan, namun membutuhkan kesabaran, bagaimana tidak, jika kita yang paling pertama mengambil nasi dan siap dimakan, kita harus menunggu meja panjang itu harus terisi penuh dahulu, baru salah seorang berdiri dan memimpin doa seperti tadi, jadi satu baris meja dapat makan bersama, dan jika kita sedang makan, kemudian ada baris meja di sebelah kita sedang disiapkan, kita harus menghentikan makan kita sejenak, dan ikut berdoa kembali, baru boleh makan lagi setelah ada aba2 &amp;quot;istirahat di tempaaat graak!.&amp;quot; dan kita menjawab, &amp;quot;lanjutkan!&amp;quot; &lt;br&gt;Sungguh bertele-tele dan merepotkan, segala aturan yang berbau militer itu. Namun mau tak mau itu akan menjadi bagian dari keseharian hidupnya satu bulan kedepan.&lt;br&gt;Mencoba menyatukan raga dan pikiran yang ternyata tak semudah membalik telapak tangan, seringnya wajah keluarga yang terbayang, membuat yanto kadang termenung menyesali mengapa ia terperangkap di sini.&lt;br&gt;Hari pertama dijalani dgn berbagai kegiatan mulai dari apel pagi, juga ada pelajaran di kelas tentang keselamatan. Siangnya, saat yang dinanti telah tiba, mencukur rambut sampai botak, sampai hampir tak tersisa rambut dikepala, seharusnya sdh dari pagi dilaksanakan kegiatan cukur rambut itu, namun berhubung banyak alat cukur yang rusak, jadi baru bisa dilaksanakan pada siang harinya, karena harus diperbaiki dulu.&lt;br&gt;Gilirannya tiba, yanto telah membuka bajunya sedari tadi, namun gilirannya br tiba setelah mengantri. Bergetar dan hangat terasa kepala yanto saat alat pencukur dgn teganya menghabisi tiap helai di kepala yanto, sempat beberapa kali tersendat karena tebalnya rambut yang harus rela meninggalkan kepala yanto untuk selamanya.&lt;br&gt;Selesai, tak percaya yanto memegang kepalanya, hilang, semua rambutnya telah hilang, meninggalkan kepala plontos, &amp;quot;bagaimana tampangku kini&amp;quot; ucap yanto dalam hati. Bergegas akhirnya ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan sisa2 rambut yang banyak mempel pada seluruh tubuhnya. Didepan kaca yanto tertegun melihat wajah asing yang dia sendiri tak tahu siapa itu kalau saja ia tak segera tersadar bahwa itu adalah wajahnya kini, lucu, aneh dan unik. Tak dapat dijelaskan dengan kata2. Tertawa sendiri dalam hati, hanya bisa tersenyum tak henti, yanto membasuh diri, mandi sambil menenangkan hati dan pikiran, meyakinkan dirinya bahwa ini adalah masih bagian dari awal, nantinya masih banyak hal yang lebih seru lagi, yang akan membuat pertanyaan dalam hatinya, bisakah ia melewatinya?&lt;br&gt;070210 0050 sL@m&lt;br&gt;See more stories at slam &lt;a href="http://201080.blogspot.com"&gt;201080.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-6303006491688459085?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/6303006491688459085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/baju-hijau-part-6-akhirnya-gundul-juga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6303006491688459085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6303006491688459085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/baju-hijau-part-6-akhirnya-gundul-juga.html' title='Baju hijau part 6 (akhirnya gundul juga)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S22fNba2pCI/AAAAAAAAADo/L_IBXn3dDWs/s72-c/botak-781372.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8436809467449793899</id><published>2010-02-05T13:26:00.001+07:00</published><updated>2010-03-03T19:46:04.598+07:00</updated><title type='text'>HATI YANG INDAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45Z5Qfl7OI/AAAAAAAAAG4/Z8xbk4lmdLc/s1600-h/Kado+VaL%E2%82%ACnt!n%E2%82%AC.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 125px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45Z5Qfl7OI/AAAAAAAAAG4/Z8xbk4lmdLc/s320/Kado+VaL%E2%82%ACnt!n%E2%82%AC.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444387839752400098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata yang indah hanya atetap kata-kata&lt;br /&gt;Lukisan yang indah tak lebih dari sebuah gambar&lt;br /&gt;Baju yang indah hanyalah penutup kelemahan&lt;br /&gt;Tetapi hati yang indah adalah cahaya&lt;br /&gt;Dimana kegelapan telah berkuasa&lt;br /&gt;Sehingga kita buta ditengah siang&lt;br /&gt;Meraba-raba jalan kehidupan&lt;br /&gt;Tak tentu arah, tak tahu tujuan&lt;br /&gt;Mari kita jadikan hati ini indah&lt;br /&gt;Sehingga para kumbangpun datang tanpa diundang&lt;br /&gt;Takjub akn bunga-bunga yang bertebaran&lt;br /&gt;Yang tumbuh subur dalam taman jiwa&lt;br /&gt;Bukan ladang tandus tak bertuan&lt;br /&gt;Bukan pula gunung-gunung cadas tanpa ilalang&lt;br /&gt;Apalagi padang gersang teman kematian&lt;br /&gt;Aku disini mencoba menghiasi hati&lt;br /&gt;Membersihkan noda-noda yang tersisa&lt;br /&gt;Mengubur dalam-dalam sampah-sampah yang berserakan&lt;br /&gt;Mengelap semua debu-debu keremangan&lt;br /&gt;Sesuatu keindahan jangan hanya mata yang melihat&lt;br /&gt;Dan jangan pula pikiran yang berkuasa yang menentukan&lt;br /&gt;Gunakan nurani, agar jernih air yangmengalir dalam jiwamu&lt;br /&gt;Dan hati yang indah akan tercipta dari tunas-tunas kejujuran&lt;br /&gt;Membuat hijau semua yang hilang&lt;br /&gt;Jadilahg tuan dalam dirimu sendiri&lt;br /&gt;Jangan dikekang, jangan pula dibiarkan&lt;br /&gt;Ikuti irama kehidupan dengan tarian keikhlasan&lt;br /&gt;Jangan menuntut, jangan pula pasrah&lt;br /&gt;Jadikan semangatmu sebagai penggerak&lt;br /&gt;Ukirlah namamu dalam setiap lembaran waktu&lt;br /&gt;Jagalah hatimu agar tetap indah&lt;br /&gt;Karena itulah kado bagi jaman&lt;br /&gt;Dimana kepalsuan talah banyak membius orang&lt;br /&gt;Alam taelah rusak &lt;br /&gt;Jangan rusakkan pula pikiran kita&lt;br /&gt;dengan warna-warni dunia yang memabukkan&lt;br /&gt;Dengan segenggam emas di lautan berlian&lt;br /&gt;Coba renungkan apa yang akan kau lakukan&lt;br /&gt;Bila nyawa telah separuh meninggalkan badan&lt;br /&gt;Bisakah saat itu kau tenang?&lt;br /&gt;Bila kemarin dan kemarinnya lagi kau mabuk senang&lt;br /&gt;Hingga lupa asal usulmu yang hina&lt;br /&gt;Karena kau telah terbungkus baju kesombongan&lt;br /&gt;Jadi bisakah kau tenang saat dijemput kematian&lt;br /&gt;Waktu yang hilang takkan bisa terulang&lt;br /&gt;Walau dibeli dengan sekeranjang uang&lt;br /&gt;Ataupun dengan gunung emas yang menjulang&lt;br /&gt;Yang ada hanya sesal&lt;br /&gt;Tak sempat menghiasi hati jadi indah&lt;br /&gt;Sudahlah sekarang belum terlambat&lt;br /&gt;Karena masih ada siang menggantikan malam&lt;br /&gt;Sehingga hati kita masih dapat dibersihkan&lt;br /&gt;Dengan kejujuran, keikhlasan, kerendahan dan ketenangan&lt;br /&gt;Lalu kesabaran harus kita jemput agar ia mau ikut&lt;br /&gt;Menghiasi hati ini agar indah&lt;br /&gt;Sebab setelah indah orang lain akan menikmati&lt;br /&gt;Orang lain akan ikut bahagia&lt;br /&gt;Karena pancaran pesonanya dapat menembus tembok keangkuhan&lt;br /&gt;Dan langkah kakinya dapat melompati jurang permusuhan&lt;br /&gt;Ketika sang hati berkeringat dan menetes&lt;br /&gt;Tetesannya akan memadamkan api dendam&lt;br /&gt;Dan menghilangkan dahaga kekurangan&lt;br /&gt;Mari jadikan hati kita indah &lt;br /&gt;Karena memang indah hati kita&lt;br /&gt;030604&lt;br /&gt;sL@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8436809467449793899?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8436809467449793899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/hati-yang-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8436809467449793899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8436809467449793899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/hati-yang-indah.html' title='HATI YANG INDAH'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45Z5Qfl7OI/AAAAAAAAAG4/Z8xbk4lmdLc/s72-c/Kado+VaL%E2%82%ACnt!n%E2%82%AC.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-4631321781923064334</id><published>2010-02-05T13:24:00.000+07:00</published><updated>2010-02-05T13:13:44.292+07:00</updated><title type='text'>Puitis mode on</title><content type='html'>Kembali seperti tersentak, menyetrum kepalaku, tiba2 saja ribuan kata2 &lt;br&gt;indah, tak kumengerti dgn ajaib langsung berada dikepalaku, menunggu &lt;br&gt;dirangkai bait demi bait, untuk mewakili perasaan hati dan perjalanan diri &lt;br&gt;yg kmrn sempat tersimpan diam.&lt;br&gt;Fase layaknya trance, seperti kesurupan, tak kuasa menghentikan kedua ibu &lt;br&gt;jariku tuk terus menekan dan menekan huruf demi huruf pada keypad hp ku.&lt;br&gt;Saatnya tiba, tuk kembali tenggelam dalam lautan kata, menyelami berbagai &lt;br&gt;terumbu yg terhampar ditiap pelosok jiwa, menghadirkannya menjadi hidangan &lt;br&gt;tiada tara, hanya para bidadari yg dapat menikmatinya&lt;br&gt;130110 1710&lt;br&gt;by, sL@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-4631321781923064334?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/4631321781923064334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/puitis-mode-on.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4631321781923064334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4631321781923064334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/02/puitis-mode-on.html' title='Puitis mode on'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5864171284187358221</id><published>2010-01-03T21:13:00.001+07:00</published><updated>2010-01-03T21:13:18.469+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 5 (to cileungsi)</title><content type='html'>Singkatnya kebersamaan, ceria yang dirasakan, kepuasan yang didapatkan, sungguh sebuah anugerah yang tak terhingga, diusia yang tergolong muda, kesempurnaan dalam hidup telah di dapatkannya, tinggal ia menghiasinya dengan rasa syukur yang tak terhingga.&lt;br /&gt;Sebuah keindahan yang didapatkan dari sedikitnya waktu yang diperlukan, akan lebih terasa memang, jika lebih panjang, mungkin ada kebosanan yang timbul dari konsekwensi seringnya berìnteraksi, layaknya makanan yang terasa lebih nikmat jika kurang apalagi diperebutkan, hal yang sama juga terjadi pada kehidupan, rasa muak yang timbul akan tercipta jika hidup kita terasa konstan, maka diperlukan berbagai perasaan di dalamnya, walaupun beberapa sebenarnya kita tidak inginkan, ingat, kita hanya aktor yang telah disekenariokan, tinggal improvisasi kita dalam kehidupan sehari-hari agar hidup ini bermakna, jadi jangan merasa hidupmu biasa saja, karena setiap orang adalah luar biasa.&lt;br /&gt;Nasehat yang timbul dari dalam diri dan secara tiba2 ada, adalah sebuah cerminan, bahwa sesungguhnya setiap hati manusia mempunyai kesadaran yang tinggi, untuk mengetahui hakikat sebenarnya dari sebuah kebenaran, namun sering manusia mengacuhkannya, seolah ia gangguan yang hanya menghalangi nafsunya tuk terus berjalan.&lt;br /&gt;Selepas maghrib, saat masih tersisa cahaya kemerahan di barat langit, Yanto merapikan tas hitamnya, tas yang didapatkan dari perusahaannya, atas keberhasilan jobsitenya memenangkan best maintenance, tas yang selalu dibawanya dengan penuh rasa bangga. Setelah yakin apa2 saja yang diperlukannya telah berada di dalam tasnya, ia pun mulai merapikan dirinya dan apa yang akan dikenakannya.&lt;br /&gt;Ada sedikit kesedihan pada air mukanya yang ia lihat sendiri saat bercermin, namun ia telah membulatkan tekad, ia harus jadi pemenang dari sebuah pertarungan yang memperebutkan kehormatan diri, sebagai karyawan juga sebagai manusia, ia tak ingin kalah sebelum mencoba, ia ingin membuktikan ia juga bisa.&lt;br /&gt;Kembali mencoba terseyum, tuk mengiringi langkah kaki yang tak ingin pergi, berusaha menghibur putrinya agar mengerti tugas yang harus di emban ayahnya, dan ia beruntung memiliki keluarga yang setegar batu karang, tak ada tangis kesedihan dan memang itu yang diharapkan, agar setiap langkah jadi terasa ringan.&lt;br /&gt;Yanto pun berangkat, menuju cileungsi, sebuah tempat yang merupakan training centre dari perusahaannya bekerja, sekitar 60 km dari tanjung priok dan sebanyak 3x ia harus menaiki berbagai angkutan umun tuk tiba disana.&lt;br /&gt;Terminal tanjung priok, masih saja berdebu dan kumuh, langit sudah mulai gelap, namun semakin pekat udara karena bercampurnya berbagai sisa pembakaran yang tak sempurna itu, dipaksa dimuntahkan dari knalpot yang nyaring dan bising, teringat Yanto akan berbagai kenangan masa silam, terminal menjadi saksi sebagian perjalanan hidupnya (baca kisah "nasi bungkus")&lt;br /&gt;Lama bus yang ingin ia tumpangi tak kunjung berangkat, P89, Tg. Priok-Blok M, rencananya ia akan turun di uki cawang, tapi ia mengurungkan niatnya naik P89, karena agaknya msh lama bus itu berangkat, terpaksa naik P.43, Tg. priok-cililitan, lewat uki juga, tapi tidak lewat tol, jadi otomatis perjalanan menuju uki jadi lebih lama.&lt;br /&gt;Yanto duduk dikursi kanan tengah, lurus dgn pintu yang berada di sebelah kirinya, bus ex jepang, masih terlihat dari beberapa tanda baca dan petunjuk di dalam kabin, seorang ibu gemuk yang menjadi kernetnya meminta uang bayaran, cukup dengan 3000 perak saja, sudah bisa menikmati perjalanan di bawah jalur tol Ir. Wiyoto Wiyono, mulai dari jalan Yos sudarso hingga halim.&lt;br /&gt;Aroma keringat dan lelah, menghiasi indra penciuman, dikala lalu lalang berbagai macam manusia yang naik dan turun dari bis itu, jarak yang tak begitu jauh terasa lama, kala bus harus selalu berhenti baik di halte yang berada sepanjang jalan itu ataupun disembarang tempat, dimana penumpang akan turun dan naik.&lt;br /&gt;Rasa di perut sebenarnya sudah mulai tak karuan, akibat pola makan darì kemarin yang tak beres, efeknya, seperti ada baling2 blender jus yang menari2 di usus besarnya, namun ia masih bisa bertahan.&lt;br /&gt;Perjalanan yang seolah tiada akhir, tetapi memang tetap harus berakhir.&lt;br /&gt;Uki, seperti sebuah persimpangan dari pembuluh darah ke berbagai bagian tubuh, berbagai jalur utara, timur, dan selatan bertemu di sini, menciptakan kawasan yang padat dengan berbagai macam angkutan dari banyak jurusan. Yanto turun di sana untuk melanjutkan perjalanannya, ketika malam sudah merayap kelam, sebuah suzuki elf berwarna merah magenta dengan nomor jurusan 89, cawang-cileungsi yang Yanto cari, dapat, namun sudah penuh sesak, dipaksa harus berangkat, Yanto menyelinap di sela2 tubuh yang nampaknya tak rela bersentuhan dan membuat ruang semakin sempit. Terpojok menghadap kebelakang, tidak menyisakan ruang sama sekali sehingga kaki sulit bernafas, udara malam yang seharusnya dingin berubah pengap, karena tiap penumpang memperebutkan oksigen yang persediaannya terbatas di dalam sana, sesak, namun mau apa lagi.&lt;br /&gt;Perjuangan belum berakhir, ini masih sebuah awal, jangan menyerah, jangan dulu kalah.&lt;br /&gt;Lapar yang tercipta membawa Yanto tuk mampir ke warung nasi goreng, sesaat setelah sampai di simpang 4 cileungsi, namun kenyang yang di harapkan datang, malah jadi bumerang, sakit perutnya makin tak tertahankan. Mencoba menerobos kemacetan dengan berjalan, dan saat mulai lengang baru ia naik angkot menuju kawasan industri menara permai, tempat yang akan dituju. &lt;br /&gt;Keadaan telah berubah, setelah dua tahun lebih ia terakhir meninggalkan cileungsi untuk mutasì ke kalimantan sana, ia tak tahu entah lupa, tak ada ojek di depan kawasan tuk mengantarkannya ke dalam sana, terpaksa ia berjalan kaki dari depan kawasan ke dalam , karena memang Pama cile, terletak di pojok dalam sebelah kiri kawasan, sekitar 20 menit jalan kaki dari depan.&lt;br /&gt;Dalam keremangan, mencoba mengingat kembali berbagai kenangan dua tahun yang lalu, saat ia bertugas di sana, lumayan lama, hampir satu setengah tahun ia membuat unit2 scrap pama menjadi seolah-olah baru untuk di jual ke singapura dalam berbagai lelang yang diadakan beberapa kali tiap tahunnya. Unit2 yang sudah tidak produktif lagi, direkondisi sehingga layak jual.&lt;br /&gt;Tak terasa berbagai kenangan mengantarkannya ke depan pintu gerbang, berharap masih di kenali oleh beberapa orang security, dan memang demikian. "wah mas Yanto, lama tidak ketemu, dalam rangka apa nih ke sini lagi?" begitulah basa-basi pembuka percakapan yang membuat Yanto sedikit nyaman, ia jawab seperlunya, karena ia tak ingin terjebak dalam percakapan yang panjang, ia lelah dan ingin segera memanjakan tubuhnya diatas pembaringan.&lt;br /&gt;Ia berjalan di tempat ia dulu biasa berjalan, unit2 alat berat dari berbagai jenis dan ukuran, terparkir rapi, menyambut pemandangan. Terus ia berjalan menuju TC (training centre) di ujung jalan, TC yang kini tampak megah, karena ia tahu dua tahun yang lalu semua masih tanah merah, sungguh perubahan yang sulit di percaya, pama cile memang cukup luas sekitar 12 ha, jadi masih banyak ruang memang yang bisa dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Mencari informasi, kepada dua orang temannya yang telah tiba sedari sore tadi, ternyata hanya menyisakan satu tempat tidur di barak A4, untung lah tadi dua temannya telah memesan tempat untuk Yanto menginap,karena sebagian yang lain yang datang lebih awal malah tidak kebagian tempat tidur, dan harus rela tidur di lorong2 container yang di jadikan beberapa kamar.&lt;br /&gt;Tak dapat langsung terlelap, karena reaksi kimia didalam tubuh yang tidak stabil, membuat rasa lelah tak mampu menidurkan tubuh dan pikiran, ditambah lagi sakit perut yang dari tadi ditahan, turun naik ranjang, keluar masuk toilet, membuat yang lainpun terganggu nyenyaknya.&lt;br /&gt;Mencoba-coba menerka, dalam sadar dan tidak, kegiatan apa yang akan dijalani esok paginya, mengantarkannya menuju alam mimpi, yang mungkìn langsung ìa lupakan saat tersadar nanti. Sudah memasuki bagian akhir dari sebuah awal kisah yang lebih menantang, untuk di cerìtakan, karena berbagai emosi terlibat di dalamnya, interaksi dengan banyak orang, semakin menyadarkannya bahwa manusia tak bisa hidup sendiri, karena manusia adalah makhluk sosial yang harus tetap berkomunikasi dengan yang lainnya, untuk diterima keberadaanya, untuk di hargaì dan di hormati, sebagai manusia tentunya.&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;br /&gt;040110 2215 sl@m&lt;br /&gt;See more stories at, www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5864171284187358221?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5864171284187358221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/01/baju-hijau-part-5-to-cileungsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5864171284187358221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5864171284187358221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/01/baju-hijau-part-5-to-cileungsi.html' title='Baju hijau part 5 (to cileungsi)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-127027657387089801</id><published>2010-01-03T17:11:00.001+07:00</published><updated>2010-01-03T17:11:37.893+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 4 (terbang pulang, sesaat dalam pelukan)</title><content type='html'>Indahnya angkasa, luas tanpa batas. Awan yang bersusun, tersenyum beriringan, menyanyikan senandung yang terbawa angin kerinduan. Yanto menyaksikan keajaiban alam dari sudut pandang sang rajawali. Jalan, sungai, dan rumah2 yang semakin nampak kecil, menandakan ia terbang semakin tinggi dan tinggi, hingga kini hanya warna kelabu yang memenuhi batas pandang dari jendela pesawat yang ia naiki. Warna kelabu yang semakin gelap dan pekat, meyakinkan dirinya, bahwa cuaca diluar sana kurang bersahabat. &lt;br /&gt;Tiba2 pesawat berguncang cukup keras, saat melewati awan badai, suara pramugari kembali terdengar lewat pengeras suara, menyarankan para penumpang untuk kembali ke tempat duduknya masing2, dan menggunakan sabuk pengaman.&lt;br /&gt;Wajah Yanto semakin pucat, namun ia berusaha tuk menyembunyikannya, mencoba tersenyum walau kecut, ia tak berani memandang keluar sana, beberapa kali pesawat kembali terguncang, bagai mobil yg melewati jalan penuh lubang, tapi ini beda, 30 ribu kaki di atas permukaan laut, cukuplah membuat siapapun beku kedinginan bila diluar sana, dan mungkin tak ada seorang pun yang ingin berada diluar.&lt;br /&gt;Perjalanan menembus udara itu terasa berhari hari, padahal hanya sekitar satu setengah jam saja aslinya, namun dalam ketegangan waktu jadi merayap lambat, ketenangan yang dipaksakan didapatkan dari membaca novel yang dibawanya, menembus waktu, kembali ke jaman kerajaan demak, saat jaka tingkir mencari jalan hidupnya.&lt;br /&gt;Badan pesawat mulai miring, bergantian, kanan dan kiri, hanya sekedar mencari posisi agar tepat dengan landasan yang tinggal beberapa puluh kilometer lagi, namun bagi Yanto, bagai sebuah permainan uji nyali, dan ia hampir merasa dikalahkan, disaat saat semua yang ada didarat semakin mendekat.&lt;br /&gt;Satu hentakan yang nyata, ketika roda2 pesawat dan aspal keras landasan bertemu, saling menyapa, menciptakan putaran yang kencang dan sedikit asap. Pesawat telah mendarat dgn selamat, perlahan dan pasti, laju berkurang, ketika ada mekanisme di kedua sayap yang terkembang, menciptakan efek pengereman.&lt;br /&gt;Syukur alhamdulillah, Yanto bersyukur dalam hati, masih diberikan umur panjang, waktu yang ada kan dipergunakan bertemu dengan orang2 tersayang, walau ia tahu ia hanya memiliki beberapa jam kebersamaan.&lt;br /&gt;Tak perlu menunggu bagasi, Yanto langsung bergegas menuju pintu keluar, yang langsung di kerubungi berbagai orang yang menawarkan jasa angkutan, mulai dari taksi, mobil charteran, sampai ojek motor, namun ia tak perduli, pandangannya lurus kedepan, menuju shelter bis yang kini tampak lebih nyaman.&lt;br /&gt;Resah dan gelisah, bus yang ditunggunya tak kunjung tiba, dah satu jam lebih lehernya terasa panjang, karena tak ingin terlewat satupun bus yang melintas didepannza, "semakin berkurang waktuku kalau begini" berkata ia dalam hati. &lt;br /&gt;Saat bus yang ditunggunya lewat, ia seperti sudah tidak bersemangat untuk menaikinya, dalam perjalanan itu dihabiskannya dengan mendengarkan musik dari headset yang tersambung dari hape nya. Tak membutuhkan waktu lama, ketikam bus jurusan bandara-Tanjung Priok itu tiba di daerah plumpang jakarta utara, Yanto segera turun, kembali puluhan tukang ojek mengerubunginya, bagai semut yang memperebutkan sebutir gula, kembali ia acuhkan, lebih baik melanjutkan perjalanan dengan naik angkot saja, lbh murah.&lt;br /&gt;Sudah tak sabar rasanya, ingin segera melihat sang buah hati tercinta, tuk sekedar pelepas lelah, dan pelepas kerinduan yang tertunda. Anak keduanya, seorang putra, yang lama di idamkanya, telah lahir sebulan yang lalu, hanya berselang 3 hari ketika ia kembali ke kalimantan sana, padahal hampir 2 minggu ia minta ijin pulang tuk menemanì istri tersayang, berharap menyaksikan sebuah keajaiban alam, seperti yang ia lakukan pada putrinya yang pertama, hadir tepat disamping perempuan yang dicintainya, dan memberi semangat agar ada kekuatan lebih dalam proses persalinan itu. Tapi takdir mengatakan lain, mungkin sang putra ingin menunjukan ketegarannya, tak perlu didampingi sang ayah, saat menghirup nafas pertamanya di dunia ini.&lt;br /&gt;Jalan itu semakin dekat, ketika ia mulai melangkahkan kakinya menuju rumah mertuanya, bergemuruh rasa didada, semakin nyata, semakin dekat dengan jarak, semakin kuat ikatan batin terasa.&lt;br /&gt;Disambut oleh kegembiraan putrinya, yang kini sudah berumur 3 tahun lebih, yang langsung melompat ke dalam gendongannya, tak perduli ayahnya belum melepas tas yang berada dipunggung. Penasaran ingin ia segera melihat wajah puteranya. Sang mertua meyarankan Yanto untuk segera cuci muka dan cuci tangan dulu, agar debu dan kotoran yang melekat selama perjalanan, dapat luntur dan terkubur, larut bersama air yang mengalir.&lt;br /&gt;Seolah tak percaya, menyaksikan keajaiban Ilahi, ia terpesona, dengan wajah imut itu, wajah2 baru penghuni bumi, segera ia menggendongnya, ada aliran gelombang yang menyatukan dua jiwa, seolah saling menyapa namun tanpa kata, hanya dapat di sadari oleh hati yang penuh cinta dan kerinduan. &lt;br /&gt;Pangeran telah bertemu dengan rajanya, raja tanpa mahkota, karena kerajaan cinta tak perlu raga, namu begitu luas kekuasaanya, dapat merubah semua rasa yang membelenggu hati dapat dengan mudahnya berubah indah, segala dendam, dengki dan kelelahan jiwa, sìrna oleh sihirnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya tak semua rasa dapat terbaca, begitu indah dan menakjubkan tuk diungkapkan, cukuplah pertemuan yang singkat itu memberikan kekuatan bagi Yanto tuk melangkahkan kaki ke depan, menghadapi berbagai halang dan rintang, cukuplah jiwa telah terbersihkan dan terisi semangat tuk menunjukan, bahwa ia bukanlah seorang pecundang, karena ia akan memastikan ia akan menjadi orang yang terakhir tertawa dalam kemenangan&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;br /&gt;030110 1814 sl@m&lt;br /&gt;See more stories at www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-127027657387089801?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/127027657387089801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/01/baju-hijau-part-4-terbang-pulang-sesaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/127027657387089801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/127027657387089801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2010/01/baju-hijau-part-4-terbang-pulang-sesaat.html' title='Baju hijau part 4 (terbang pulang, sesaat dalam pelukan)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-3795668013353070528</id><published>2009-12-29T05:17:00.001+07:00</published><updated>2009-12-29T05:17:32.737+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 3 (tertunda)</title><content type='html'>Hampir seharian, banjar baru diselimuti basah, air yang tidak henti2nya terus mengalir, jatuh bebas, tersenyum ikhlas, memulai kembali rentetan sirkulasi, hukum alam yang telah berulang dan terjadi, mulai dari awal penciptaan bumi.&lt;br /&gt;Memandang dengan wajah sayu, Yanto menatap langit dari balik jendela rumah yang dijadikan mess, kelabu, merata, bagai kanvas kosong yang siap di hiasi oleh warna2 indah kehidupan, dari garis2 hingga pola2 yang membentuk alam.&lt;br /&gt;Tercampur menjadi satu, perasaan yang tak menentu, menanti berlanjutnya waktu, diantara sadar dan khayal, tak mungkin diperlambat, tak mungkin dipercepat, biarlah ia berjalan sesuai dengan lintasannya.&lt;br /&gt;Hari itupun tiba, hari dimana ia harus menunaikan kewajibannya, kewajiban seorang karyawan yang harus mematuhi setiap program dari perusahaan, telah tertanam tekad kuat dalam dirinya, walau sempat dikecewakan oleh orang2 yang dihormatinya, namun ia berusaha tegar, dan menerima sebagai bagian dari jalan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, langit kelabu, rintik2 hujan masih setia mengisi ruang pandang kedua matanya. Landasan pacu yang basah dan sedikit tergenang, menandakan hujan sudah dari semalaman, bahkan mungkin sudah beberapa hari ini menyirami bumi. &lt;br /&gt;Yanto berjalan dengan pasti, menuju counter registrasi, tuk menukarkan tiket yang sudah diberi, dengan selembar putih kertas yang bertuliskan bording pass. Tak terlalu banyak antrian pagi ini, yang biasanya memanjang, bertanya dalam hati, "apakah aku kepagian, atau kesiangan?" tanpa bagasi, loket di sebelah kiri dihampiri, disekitarnya, banyak orang dari berbagai negeri, sibuk dengan bawaannya masing2, ada yang membawa tas kecil, juga membawa barang yang hampir menyamai besar lemari, ada2 saja orang di negeri ini, mungkin untuk menghemat dari pada dipaketkan, mending rela membayar kelebihan berat bagasi yang lebih murah dibandingkan dengan jasa paket antar pulau.&lt;br /&gt;"Kali ini kududuk dipojok"ia berkata dalam hati, saat melihat tiket, dan melihat tulisan 21f, berarti ia duduk di kursi barisan 21 dipojok paling kiri, dekat jendela.&lt;br /&gt;Pesawat dari maskapai penerbangan Batavia yang akan memberangkatkannya menuju kota Jakarta, berjenis Boeing, seri A400, pesawat yg nampaknya sudah mulai uzur.&lt;br /&gt;Satu baris bangku berjumlah 6 buah, dan ada sekitar 30 baris, berarti tinggal dikalikan 6 saja jumlah penumpang yg bisa di angkut, urutan bangku tiap baris dimulai dari pojok yang paling kiri, dengan menggunakan huruf A sampai dengan F.&lt;br /&gt;Yanto membayar pjp2u, atau pajak penerbangan sebesar 20 ribu rupiah, juga membayar pajak bandara sebesar 3000 rupiah. Ia lanjutkan menuju ruang tunggu keberangkatan dengan menaiki eskalator, telah sering Yanto mengunjungi bandara ini, bandara yang berada di propinsi kalimantan selatan, tidak terlalu besar dibandingkan dengan bandara Soetta di Jakarta. Yanto tak langsung menuju ruang keberangkatan, namun ia belokan langkahnya ke arah kiri, menuju toilet yang tepat berada di sebelah Banjar cafe.&lt;br /&gt;Lega rasanya mengeluarkan sisa2 metabolisme dari dalam tubuh, sisa yang memang harus dibuang, karena tidak berguna lagi berada lama2 di dalam tubuh, malah menjadikan penyakit saja.&lt;br /&gt;Yanto menunggu sebentar, duduk di ruang tunggu, memandangi sekitar, di sekelilingnya berapa kios dan tempat makan menghiasi pojok2 ruang, semerbak bau masakan menyergapnya, menyadarkannya, membuat bunyi aneh didalam perutnya tercipta, seakan ada makhluk yang tak kasat mata di dalamnya. Terpaksa ia mengajak damai makhluk didalam perutnya, dan menjanjikan akan ia berikan makanan yang enak siang nanti, Yanto berbisik2 dengan hatinya, agar mereka yg berteriak dalam perutnya tak mendengarnya, biarlah ia tahan lapar ini sampai siang, sampai ia tiba di rumah dan disambut oleh keluarga tercinta, ia harus menekan pengeluaran yang ada, dana yg tersisa tidak banyak lagi, "biarlah nanti ku beli sesuatu yang lebih berguna untuk keperluanku" Yanto berkata dalam hati.&lt;br /&gt;"kepada penumpang batavia tujuan Jakarta, di harap masuk melalui pintu 2" suara wanita yang mungkin saja cantik, membuyarkan lamunannya tentang makanan, segera ia masuk ke ruang tunggu dan menuju pintu 2, mengikuti petunjuk yang baru saja diberikan.&lt;br /&gt;Tas yang di bawa kembali di scan dengan x-ray tuk kedua kalinya, agak mempercepat langkahnya, ia melewati pintu 2, agar tak keburu tersalip oleh orang lain, ia ingin menjadi orang yang pertama sampai di kabìn pesawat, sehingga mudah tuk berjalan di lorongnya, dan menaruh tas ditempatnya, lebih leluasa saat keadaan masih lengang.&lt;br /&gt;Yanto sebenarnya tidak sendirian di tugaskan untuk training susbintal, ada dua orang teman yang berangkat bersamanya, Iqin dan Sumar, yang masih satu departemen dengannya.&lt;br /&gt;"kursi 21f, berarti aku harus lewat pintu belakang" Yanto berkata dalam hati, dan seolah memandu ke dua rekannya tuk mengikutinya. Mereka memenuhi kursi nomor 21 dari d hingga f, dan Yanto duduk dekat jendela, sekitar 10 menit kemudian semua penumpang nampak telah berada di tempat duduknya masing2, hanya beberapa orang saja yang baru datang dan merapikan bawaannya di tempat yang telah di sediakan tepat di atas tempat duduk para penumpang, cukup menghemat ruang memang.&lt;br /&gt;Yanto mengetik sms kepada istrinya, memberitahu pesawatnya akan segera berangkat, dan meminta doa agar tetap selamat, lalu ia pun mematikan hpnya, ia tak ingin menjadi penyebab kesalahan tekhnis bila ada satu atau lebih instrumen navigasi yang terganggu akibat pancaran gelombang radio dari hpnya yang masih menyala.&lt;br /&gt;Pesawat mulai bergerak, mundur perlahan, keluar dari area parkir, para pramugari sibuk mendemonstrasikan cara2 keselamatan bila terjadi kecelakaan, gerakan2 yang diulang2, entah mungkin ribuan, sehingga mereka telah hapal apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;Yanto tampak enggan memperhatikan, mungkin bosan, karena telah puluhan kali ia telah melihat gerakan2 yang sama, kata2 yang sama, tanpa ada perubahan yang berarti. Ia malah mulai membuka kembali novel epos tentang perjalanan hidup seorang Jaka tingkir, yang memang belum selesai di bacanya.&lt;br /&gt;Sesekali ia melihat keluar jendela di sisi kanannya, tampak basah dan licin, lintasan dari aspal pilihan itu berkilat, keraguan yang sempat muncul, dapatkan besi raksasa ini terbang?&lt;br /&gt;Posisi telah mantap, pesawat telah berada diujung landasan pacu, wajah Yanto mulai pucat, walau tak ingin ia menampakkannya, semakin hari ia semakin takut terbang, andai bisa memilih, ia lebih senang naik mobil saja, namun tak mungkin, jarak Banjarmasin-Jakarta ratusan kilo meter jauhnya, yang bisa dilakukannya hanya berdoa, pasrah, dan tak sadar, genggaman pada lengan kursi menjadi lebih kuat, mungkin mampu membuat penyok tempat fanta yang terbuat dari kaleng yang sudah tak ada isinya.&lt;br /&gt;Deru mesin pesawat yang tiba2 saja mengoyak gendang telinga, memberikan dorongan awal, pesawat bergerak kedepan, menyamai kecepatan F1, tubuh Yanto terhempas kebelakang, melekat erat tak terpisahkan dengan kursi yang kurang empuk itu, maklum kelas ekonomi. Ingin terpejam, namun penasaran, dan tetap melihat keluar sana. Aneh, setengah perjalanan di lintasan, kok tiba2 raungan mesin menjadi pelan, dan laju pesawatpun berkurang, kepanikan mulai timbul, ada apakah gerangan, dengan kecepatan yang berkurang ini, tak mungkin pesawat dapat terangkat ke udara.&lt;br /&gt;Tiba2 rem pesawat di aktifkan, sayap2 bermekaran, menahan udara di depan, pesawatpun menjadì perlahan, berputar kembali setelah mencapai ujung landasan satunya lagi, apakah yang terjadi? Apakah take off akan diulang lagi?&lt;br /&gt;Terdengar suara seorang pramugari lewat pengeras suara, memberitahukan pesawat mengalami gangguan tekhnis, dan para penumpang harus kembali berada di ruang tunggu bandara, sementara pesawat di perbaiki.&lt;br /&gt;Tegang bercampur lega, saat kembali menuju ruang tunggu, rasa lelah dan letih dipermainkan keadaan, menambah garis2 ketuaan di wajahnya, entah membuatnya semakin dewasa, atau malah menambah beban hidupnya. Rentetan kejadian yang membutuhkan kesabaran yang extra untuk menghadapinya, tertunda berangkat menuju Jakarta, berkurang pula waktu yang tersedia bertemu keluarga tercinta. Masih banyak kah stok kesabaran dalam hatinya? Karena kisah berikutnya akan semakin menggerogoti jiwa2 yang lemah.&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;br /&gt;291209 0611  sL@m&lt;br /&gt;See more stories at,www. slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-3795668013353070528?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/3795668013353070528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-3-tertunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3795668013353070528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3795668013353070528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-3-tertunda.html' title='Baju hijau part 3 (tertunda)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-4816786653420155083</id><published>2009-12-26T18:43:00.001+07:00</published><updated>2009-12-26T18:43:18.548+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 2 (hujan dan dendam)</title><content type='html'>Banjarbaru, 35 km sebelah tenggara banjarmasin, malam itu jalanan agak lengang, saat mulai memasuki kota intan, martapura hingga batas kota, hujan turun dengan lebatnya, membuat penduduk yang berjumlah 123.973 orang (2000) enggan keluar rumah, hanya beberapa mobìl dan motor yang pengendaranya memakai ponco yg berani menghadapi basahnya jalan.&lt;br /&gt;Yanto memandang keluar jendela bis yang mengantarkannya dari arah tambang, lebih dari 2 jam, panas sudah terasa tempat duduk yang rela di himpit sedari tadi olehnya, pegal sudah mulai dari ujung sendi sampai pergelangan kaki, &lt;br /&gt;"sudah hampir sampai" katanya dalam hati. Lampu hias kota menari, seolah berlari mundur kebelakang, saat laju bis menerobos tiap genangan. &lt;br /&gt;Lapar dan letih, mengiringì setia menemani, hadir disaat tak ada lagi indah dihati, yang dipenuhi berbagai rasa curiga yang mengintai tiap2 kesadaran diri.&lt;br /&gt;Bis berhenti sesaat di simpang empat, menurunkan beberapa penumpang yang langsung berlari mencari perlindungan agar tak kuyup terkena amukan hujan, perlahan dan pasti, tugu yg masih dlm tahap renovasi semakin jauh terlihat, tertinggal tak mampu mengejar. &lt;br /&gt;Hujan yang tidak mengenal lelah membuat enggan para penumpang tuk keluar, padahal telah parkir manis bis yang mereka tumpangi, namun Yanto tak mau menunggu lebih lama, ia memberanikan diri keluar, merelakan sebagian pakaian atasnya basah, menuju rumah yang sekaligus dijadikan base camp dan office, bagi peredaran tiket orang2 yang akan cuti, juga peredaran surat2, dokumen dan barang, dari dan keluar tambang.&lt;br /&gt;Yanto langsung menayakan tiketnya untuk keberangkatanya esok kepada seorang petugas security yang merangkap sebagai petugas pembagi tiket pesawat orang2 yang akan pergi meninggalkan borneo, entah untuk cuti atau training, bahkan untuk orang yg tak kembali lagi.&lt;br /&gt;"wah... sepertinya belum ada mas tiket buat pian, coba saya cek lagi" wajah Yanto mulai menunjukan kecemasan, rasa lelah tergantikan dengan ketegangan. "betul mas belum ada, coba pian hubungi admnya". Makin parah kecemasan yang melanda.&lt;br /&gt;Tiba2 ada seorang pria yang berbicara, "sampeyan yang mau ikut susbintal ya?" Yanto menjawab, "betul". "tiket sampeyan belum ada, karena memang sampeyan tidak berangkat besok, tapi tanggal 23 lusa" sontak seluruh bagian tubuh Yanto tak bisa menerima hal ini, terutama pikirannya. "kok bisa begitu mas" tanya Yanto, agak sedikit emosi, "kemarin informasi dari adm saya berangkat tanggal 22, terus ko jadi berubah, dan tak ada yang memberi tahu saya, tahu begini kan saya tidak turun hari ini." Dengan santainya pria yang mengaku yang mengurusi tiket ini berkata, "ini kan sesuai st tugas sampeyan, mulai dari tanggal 23 november sampai 23 desember, jadi kita mesan tiketnya dìsesuaikan dengan st yang ada" Yanto bertanya, dengan muka penuh harap,"apa tak bisa dimajuin tiketnya jadi tanggal 22 mas?" "wah gak bisa, repot ngurus deklarasinya nanti"&lt;br /&gt;Menahan kekecewaan dalam hati, merasa dipermainkan oleh orang2 atas, Yanto mencoba pasrah dan menerima, padahal ia telah berencana, esok akan mengadakan syukuran atas kelahiran anaknya yang kedua, seorang putra yang telah lama didamba, jika ia berangkat tanggal 23, ia hanya mempunyai waktu beberapa jam saja, yang dapat dipergunakan untuk bertemu dengan keluarganya, sebelum masuk kawah candra dimuka.&lt;br /&gt;Bingung mau melakukan apa seharian di mess, akhirnya hanya di habiskan membaca novel epos tentang perjalanan kehidupan seorang Jaka tingkir, mulai dari dilahirkan sampai diangkat menjadi raja.&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan dari hobi membaca, dapat menyulap waktu menjadi maju dengan cepatnya.&lt;br /&gt;Ia merasa banyak mengecewakan orang disana, terutama istrinya, yang tadinya berharap dapat berkumpul walau hanya semalam, namun akhirnya tak bisa, karena sikap orang2 yang tidak punya komitmen, dan hanya bisa mengorbankan orang lain, yang dianggap memang harus menjadi korban, komunikasi yang ada, belum dapat dikatakan layak, tak ada rasa peduli, apalagi kasihan, mungkn malah rasa dendam yang mulai di tabur, akibat ego yang menyesatkan, berkuasa namun semu, ingat jabatan adalah amanat, yang harus dipertanggung jawabkan di akherat, janganlah menjadikan yang lain teraniaya tanpa sedikitpun merasa bersalah.&lt;br /&gt;Mencoba bermimpi, mencoba mengitari kota banjar baru yang hanya 371,30 km persegi. Walau hanya dalam khayal, namun sudah tertangkap keindahan2 yang tercipta dari tiap lukisan di jiwa, mencoba menghibur hati yang kecewa, dan mengecewakan, haruskah ini jadi ujian? Haruskah dendam ini padam?&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;br /&gt;SL@m&lt;br /&gt;See more stories at, www.slam20180.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-4816786653420155083?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/4816786653420155083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-2-hujan-dan-dendam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4816786653420155083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4816786653420155083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-2-hujan-dan-dendam.html' title='Baju hijau part 2 (hujan dan dendam)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5027115407290201026</id><published>2009-12-26T16:27:00.001+07:00</published><updated>2009-12-26T16:27:42.195+07:00</updated><title type='text'>Baju hijau part 1 (awal yang tidak menyenangkan)</title><content type='html'>"Kamu berangkat bintalsik yah, nanti tanggal 21 pagi" kata salah seorang gl, sesaat sesampainya di work shop, "berarti besok sore aku harus sudah turun dong bos" Yanto, menanyakan, karena memang mendadak apa yang diinformasikannya tadi. Berarti ini hari terakhir Yanto masuk kerja, kebetulan saat itu ia masuk malam. &lt;br /&gt;"Tidak terlalu mengejutkan bagiku, kalau aku yang diberangkatkan untuk menjalani sebuah program dari perusahaan, karena memang semua karyawan harus di ikut sertakan, dalam suatu pelatihan, yang akan mengajarkan berbagai kedisiplinan dan sebagainya. Apalagi, sebenarnya aku seharusnya sudah berangkat ikut angkatan sebelumnya pada bulan september kemarin, namun karena saat itu berbarengan dengan prediksi kelahiran anakku yang kedua, maka ku meminta ijin, agar keberangkatanku itu ditunda." begitulah kira2, Yanto berkata dalam hati, sebelum ia menyantap makanannya yang dibawanya dari kantìn.&lt;br /&gt;Padahal ada kisah unik tersendiri, saat menanti kehadiran anaknya  yang ke dua itu, manusia boleh berencana, tapi, tetap Allah yang menentukan. Saat ia pulang selama hampir dua minggu lebih, tak kunjung juga yang kuharapkan terjadi, tuk mendampingi istrinya bersalin. Malah saat waktunya habis, dan ia harus kembali ke dunia tambang, 2 hari kemudian, anaknya menghirup nafas pertamanya di dunia ini. Senang bercampur sedih, senang karena anak kedua Yanto lahir tak kekurangan suatu apapun, sedih, karena ia tak dapat menyaksikan proses kelahirannya. Untung saja, ia mendapatkan seorang istri yang seteguh batu karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto menghabiskan nasi yang dibungkus darì kantin dengan tidak berselera. Ia mulai memikirkan rencana2 yang tiba2 saja berubah, sebenarnya ia akan kembali cuti, diakhir november ini, banyak hal yang akan dilakukan, namun tampaknya, semua itu harus ditunda, sampai semua program ini selesai dilaksanakan. Yanto bekerja malam itu dengan pikiran yang melayang-layang, memikirkan memanfaatkan waktu yang singkat untuk apa dipergunakan, kalau memang jadi hari sabtu pagi ia berangkat,"ku punya waktu hampir 2 hari tuk bersama keluargaku?" ia berkata dalam hatì, karena ia melihat di jadwal programnya br dimulai tanggal 23.&lt;br /&gt;Esok paginya, Yanto mencoba bersikap biasa, pulang dari kerja, ia mencoba terlelap, dan hanya bisa tertidur sampai jam 10 saja.  Yanto sebenarnya bingung, "siapa yang harus ku hubungi? untuk sekedar konfirmasi," tanyanya dalam hati, karena semua serba mendadak, ia merasa, mereka2 pada belum siap, dan ternyata memang demikian.&lt;br /&gt;Mencoba menghubungi berbagai pihak yg dinilai berkompeten, namun hanya kebingungan yang didapat, informasi yang simpang siur makin mengesalkan hatinya, seolah ia sebuah bola yang dengan mudahnya di permainkan, ditendang kesana dan kemari, tak banyak yang bisa dilakukan hanya mengumpat dalam hati.&lt;br /&gt;Dua hari yang tertunda, dari rencana yang pertama yang di beritahu padanya, sehingga gagal acara yang seharusnya dapat diselenggarakan, tuk sekedar merayakan keselamatan anaknya yang 40 hari silam telah lahir.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju arah kota, diiringi dengan derasnya hujan, yanto mengusap kaca bis di samping kanannya, tuk sekedas memperjelas pandangan ke arah luar sana, rumput yang basah, air yang menetes dari sela2 daun akasia, jalanan yang becek, dan genangan yang sesekali tergilas roda karet yang tak mengenal lelah, berputar, terus saja berputar.&lt;br /&gt;Bus yang serasa laju, seolah rem nya telah blong, membuat setiap orang didalamnya memasang wajah berak, cemas dan penuh harap agar dapat selamat.&lt;br /&gt;Bapak sopir yang memacu bisnya laksana seorang pembalap F1, entah mungkin itu memang cita2nya.&lt;br /&gt;Awal perjalanan yang menegangkan, dari sebuah kisah yang penuh bumbu kehidupan, semua rasa tercampur menjadi satu, cukup untuk membuat dewasa seseorang, semua pengalaman ke depan akan merubah banyak pandangan, walaupun tak akan pernah bisa merubah kepribadian. &lt;br /&gt;Waktu yang ada terasa singkat saat dalam kebersamaan, namun terasa lama saat dalam siksaan, namun yang pasti, waktu akan selalu terus berjalan. Seorang teman berkata, "yang paling jauh dari kita adalah masa lalu, karena sedetik pun telah berlalu, ia tak dapat kembali lagi" jadi temanku semua, hiasilah waktumu dengan perjuangan dan pengorbanan, agar tertoreh indah nantinya di buku kehidupan masing2 orang.&lt;br /&gt;Bersambung.....&lt;br /&gt;Sl@m&lt;br /&gt;See more stories at www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5027115407290201026?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5027115407290201026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-1-awal-yang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5027115407290201026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5027115407290201026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/12/baju-hijau-part-1-awal-yang-tidak.html' title='Baju hijau part 1 (awal yang tidak menyenangkan)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5559801746846379837</id><published>2009-11-21T17:28:00.001+07:00</published><updated>2009-11-21T17:28:03.250+07:00</updated><title type='text'>Melukis dengan kata</title><content type='html'>Mungkin aku bukanlah seorang seniman yang hebat, yang dapat menciptakan sebuah karya yang kan dikenang sepanjang masa. Mungkin aku bukanlah seorang yang terkenal, yang dengan mudah nya mendapat berbagai fasilitas yang ada. &lt;br /&gt;Mungkin aku bukanlah seorang pemuka agama, yang dapat mengajak umat menuju kebaikan.&lt;br /&gt;Aku hanyalah seorang penikmat suasana, yang hanya berusaha melukiskannya dengan kata2, membuat ku merasa puas saat menghasilkan sebuah karya, kadang tak percaya ku dapat melakukannya, tak perlu ketenaran, tak perlu limpahan uang, aku sudah senang jika ada orang lain dapat memahami tulisanku, ku tahu masih jauh dari baik, tuk menciptakan sebuah mahakarya yang hebat, namun tak pernah ku berhenti berharap, ku kan selalu belajar menerima segala saran, dan masukan.&lt;br /&gt;Keindahan alam yang terekam dalam sebuah tulisan, kadang lebih indah dari sebuah lukisan, karena setiap orang mempunyai gambarnya masing2, saat memaknainya, begitu universal, fleksibel dan natural, lukisan yang terbuat dari kata2.&lt;br /&gt;Mulailah dari diri sendiri, saat menciptakan sebuah karya, tak perlu segala aturan yang ada, abaikan tema, plot dan alur cerita, tulislah apa yang kita suka, spontan dari hati saat itu juga, maka kau akan kaget dengan apa yang telah kau cipta, begitu alami, jujur, tanpa rekayasa. Sesungguhnya kita adalah seniman bagi dìri kita sendiri. Temukan gaya tulisanmu sendiri, hindari menjadi seorang plagiat, yang hanya mengekor orang yang sudah terkenal, sebarkan kisahmu, kita mungkin tidak tahu siapa yang akan membaca, bisa saja orang yang kan merubah dunia. Jadìkan karyamu sebagai anak2 spiritualmu, biarkan mereka tumbuh dan berkembang, mungkin dalam perjalanan hidupnya ada yang berhasil atau mati, biarkan mereka menemukan penikmatnya masing2.&lt;br /&gt;Aku bukanlah orang yang terkenal, namun siapa tahu ku dapat menjadikan seseorang bisa terkenal.&lt;br /&gt;Aku bukanlah seorang pemuka agama, namun siapa tahu Allah memberikan hidayahnya saat ada seseorang yang tak sengaja membaca sedikit dari tulisanku.&lt;br /&gt;Kembali, tak perlu dengan segala ketenaran itu, ku hanya ingin membuktikan, seni bukanlah hanya milik mereka yang dilimpahi kemewahan, seni adalah milik setiap orang, tak perlu aturan tak perlu pengekangan, naluri manusialah yang nanti berperan.&lt;br /&gt;Untuk anda yang menyukai menulis dan membaca&lt;br /&gt;211109 1823  sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5559801746846379837?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5559801746846379837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/melukis-dengan-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5559801746846379837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5559801746846379837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/melukis-dengan-kata.html' title='Melukis dengan kata'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-3326470673086390114</id><published>2009-11-20T17:47:00.001+07:00</published><updated>2009-11-20T17:47:29.434+07:00</updated><title type='text'>Nasi bungkus</title><content type='html'>Malam semakin kelam, namun bunyi riuh ramai berbagai jenis kendaraan, simpang siur lewat di depan mataku, tak dapat dipisahkan lagi, antara asap knalpot dengan asap rokok, yang keluar tiada henti dari bibir2 kering supir angkot, wajah2 kelelahan yang masih saja setia mencari penumpang, demi mengejar setoran.&lt;br /&gt;Sesekali ku melirik ke dalam 2 plastik besar berwarna hitam yang ku bawa, didalamnya masih tersisa sekitar 20 bungkus nasi yang berisi berbagai jenis lauk, ada nasi ayam, nasi ikan, dan nasi ati, diplastik satunya juga masih bertumpuk air minum yang terbungkus dalam plastik bening perempatan, tanganku bergetar, terlihat warna merah melintang di telapaknya, kanan dan kiri, beban yang hampir sama setiap harinya ku bawa. Terpaksa ku menurunkannya sejenak, ku taruh dekat pagar pembatas terminal yang masih saja ramai, ku mengambil nafas dalam2, seakan tak ingin oksigen yang kuhirup diambil orang. Sudah hampir seminggu ini ku tak dapat menyaksikan film2 kesayanganku di RCTI, karena sehabis maghrib ku langsung mengayuh sepedaku tuk membawa beberapa nasi bungkus yang siap dimakan, menggoes sadelnya, ku arahkan menuju terminal yang ramai itu, berharap ada yang mau membeli daganganku, ku rela melakukan ini demi keluargaku, ku harus membantu dengan tenagaku, karena tak ada lagi yang aku punya selain itu.&lt;br /&gt;Sepeda kuparkir ditempat yang aman, dan ku kunci sedemikian rupa agar ia tidak hilang. Tak perlu pelatihan, tak perlu masuk perguruan, yang kuperlukan belajar dari alam, bagaimana sebaik dan sesopan mungkin menjajakan apa yang kubawa, target utamaku sopir2 angkot yang begitu dìsibukan mencari langganan, sehingga tak sempat jalan ke warung makan. Penuh senyum harapan agar mereka mau membeli daganganku, ku mulai menawarkan, berkeliling, berputar-putar di dalam dan luar terminal, pada awalnya aku sangat malu melakukan ini semua, sifatku yang sebenarnya seorang yang pendiam, terasa minder, saat harus berinteraksi dengan banyak orang yang tak ku kenal. Wajah-wajah kasar, memang telah melekat pada masing2 mereka, seolah telah di cap, untuk selamanya menderita, namun, wajah2 kasar itu, nampak seperti tampan dan bercahaya, tentunya bila daganganku dibelinya. Diawal-awal hari ku berjualan nasi bungkus, ku begitu tak menduga, ternyata selalu tanpa sisa, hanya menyisakan plastik kosong bekas wadahnya, ku bawa pulang agar bisa di gunakan lagi setiap harinya. Ku mulai menghitung-hitung, seandainya setiap hari demikian, mungkin lunas semua hutang, hutang yang menyelimuti keluargaku, membuat kehangatanpun berkurang, tenggelam dalam dinginnya berbagai tagihan, bagai menyedot darah pelan2, para lintah darat laknat itu menikmati keringat ayahku, ku bertekad, tuk membunuh semua lintah yang menempel ditubuh.&lt;br /&gt;Tersadar dari lamunanku, ku kembali mengangkat dua plastik besar yang masih berat itu, semakin hari, semakin banyak saja sisa dari daganganku ini, ternyata tìdak seperti para pekerja di perusahaan, orang yang berdagang tak dapat di pastikan, kapan ia untung, kapan ia buntung. Waktu telah setengah jam lewat dari pukul delapan malam, lelah yang tersisa, membuat jalanku semakin gontai, setengah jam lagi, sebelum waktuku habis, karena setengah jam lagi waktu operasi angkot telah berakhir, di gantikan dengan ojek motor dan sepeda.&lt;br /&gt;Stasiun Tanjung Priok, menjadi saksi bisu, yang tak dapat bersaksi, namun ia mengetahui, perjuangan seorang remaja, yang seharusnya mempersiapkan buku, tuk belajar esok paginya, tapi malah disibukan oleh banyak bungkusan, yang di bawa oleh ke dua tangannya, terbungkuk, kadang sesekali tersandung, karena tidak memperhatikan jalan, mata hanya dipergunakan untuk mencari pelanggan.&lt;br /&gt;Kupandang gedung stasiun yang bersebelahan dengan terminal, stasiun dengan arsitektur Belanda kuno, masih kokoh berdiri melawan kejamnya zaman, walau terlihat warna putih catnya yang terkelupas dimakan usia, namun nampak tegar, tersenyum kepadaku, agar mengikuti langkahnya, "kamu harus kuat, kamu harus dapat membuktikan bahwa kamu berarti, berguna bagi orang disekitarmu, walau kenyataanya, kamu harus di cemooh oleh mereka2 yang gila dalam limpahan emas, mereka2 yang disibukkan menghitung hartanya, yang jumlah digitnya tidak muat lagi di dalam kalkulaor buatan cina, biarlah mereka dengan dunianya, biarlah,sesungguhnya mereka tidak akan pernah tahu, nikmatnya benar2 hidup, karena hidup adalah kerja keras, karena hidup adalah berusaha sekuat tenaga, karena hidup adalah perjuangan dan pengorbanan." terima kasih ku ucapkan pada suara yang tiba2 terngiang, begitu dalam makna dari hidup ini, banyak misteri yang menarik yang bisa kita pelajari dari alam, pelajaran yang tak akan didapatkan kala kita senang.&lt;br /&gt;Ku berikan senyum terakhirku pada gedung stasiun itu, dan ia membalasnya, waktuku telah habis, percuma jika ku tetap disini, karena orang2 pun semakin sepi. Ku berjalan menuju sepedaku yang ku parkir di dekat taman, ku kaitkan daganganku di kedua stangnya, dengan tangan yang agak gemetar karena keletihan ku buka gembok rantai dari roda belakang yg ku kaitkan dipagar taman. Dengan sisa tenaga yang ada, ku kayuh pulang, bersama harapanku tuk ku bawa kembali esok harinya. Tak tega membayangkan wajah ibuku saat nanti ku tiba, lelahnya lebih dari lelahku, letihnya lebih dari letihku, ia telah mempersiapkan ini semua, dari bahan mentah, hingga siap di makan, ia juga yang membungkusnya, dan mengiringi kepergianku dengan doa, agar aku di berikan kemudahan dan keselamatan. Kumencoba tersenyum, walau kelihatan kecut, sesaat sesampainya dirumah, inilah saatnya, ketika ku tak mampu menahan air mata, "laki2 seperti apa aku ini, begitu saja cengeng," hatiku mengejekku sendiri. Namun semua perasaan sedih itu menghilang, kala ku dìsambut dengan riang, walau ku tahu hatinya tidak demikian, sesungguhnya ia telah lebih banyak mengunyah asam dariku, ia lebih sering menjilat garam dariku, sehingga telah terbiasa dengan kenyataan pahit ini, jadi sìapa yang menghibur siapa? Aku pun tak tahu.&lt;br /&gt;Ku basuh kedua tangan dan mukaku, tuk menghilangkan segala debu, ku ingin mengadu, ku ingin menangis sejadi-jadinya, hingga hati ini puas." Ya Allah, lindungilah keluargaku, dari berbagai kejahatan, yang nampak dan yang tidak,berikanlah kami rejeki yang berkah, hingga tak perlu Kau pertanyakan lagi saat hari hisab tiba, Amin, ya Rabbal Alamin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;201109 1829 sl@m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see more stories at, www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-3326470673086390114?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/3326470673086390114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/nasi-bungkus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3326470673086390114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/3326470673086390114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/nasi-bungkus.html' title='Nasi bungkus'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7243438069272112595</id><published>2009-11-20T10:20:00.002+07:00</published><updated>2010-03-03T20:00:56.450+07:00</updated><title type='text'>DIVONIS PA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45dR_56jJI/AAAAAAAAAHE/j5114iZEMcI/s1600-h/penampakan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45dR_56jJI/AAAAAAAAAHE/j5114iZEMcI/s320/penampakan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444391563331013778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sore itu langit sudah mulai menguning, udara pun semakin terasa sejuk, angin semilir menerobos masuk, kesela-sela kusen pintu, berusaha menyegarkan penghuninya.&lt;br /&gt;Sore yang dinanti-nanti, karena sebentar lagi waktu maghrib tiba, mengapa? yah tak salah lagi karena saat itu memang sudah beberapa hari ini orang berpuasa. Ramadhan bulan penuh berkah, namun disinilah ku berkisah, tentang kejadian dimasa kecilku yang mungkin sedikit terlupa, namun sampai sekarang pun masih agak samar mengingatnya. &lt;br /&gt;Masih disore itu, disebuah perumahan padat di utara kota jakarta, disamping gang2 kecil yang tak lurus, di rumah sederhana itu, masa kecilku banyak kuhabiskan, 9 tahun usiaku, namun sudah mulai beberapa tahun yang lalu ku mampu menjalankan puasa seharian penuh, mungkin hal yang cukup membanggakan, mengingat byk orang dewasa yg bahkan tak sanggup tuk menjalankannya setengah harì saja, karena alasan lelah bekerja. Seperti hari kemarinnya, sore ini ayahku menyalakan kaset yang baru dibelinya kemarin lusa, sebuah kaset yang menyuarakan ayat2 Allah, sebagai pelengkap suasana dan menambah pahala bagi siapa saja yang mendengarnya.&lt;br /&gt;Suara yang menenangkan jiwa, mengalun mengisi tiap ruang di telinga, menggetarkan hati orang2 yang mendengarnya. Awalnya ku ikut mendengarkan lantunan ayat2 suci itu, namun entah mengapa, lama2 malah aku bercanda dengan adikku, 2 tahun usia kami terpaut, biasalah bocah dengan keceriaannya, tak perduli tempat dan suasana, semua merupakan arena bermain baginya. Suara2 yang ditimbulkan dari candaan kami akhirnya mengusik ketenangan ayahku, ia yang lagi khusyu mendengarkan lantunan Al-Quran, merasa terganggu,beliau menyuruh kami untuk diam, dan spontan kamipun terdiam kembali. Namun apa karena terlalu ceria, kamipun bercanda kembali, tak ayal, akhirnya ayahku marah, dan menyuruh kami main diluar saja, ku begitu ketakutan saat itu, belum pernah ayah semarah itu, karena ayahku sebenarnya seorang penyabar, "ya Allah, ampunkanlah dosa ayahku, terimalah amal puasanya, karena marahnya bukan maunya, tapi karena kami anak2nya yang tak pandai mensyukuri nikmatMu"&lt;br /&gt;Akupun bergegas keluar, diikuti oleh adikku, bukan untuk melanjutkan main, tapi malah termenung, seakan menyesali perbuatan kami tadi. Sampai akhirnya maghrib tiba, ku baru berani masuk kedalam rumah, tuk segera membatalkan puasa, sementara air muka ayahku, tidak menandakan ia habis marah, kembali sejuk dan tenang, bagai mata air pegunungan yang menyegarkan.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, diwaktu yang sama, menjelang maghrib, ku bermain bersama beberapa orang temanku, kali ini, ku bermain dengan teman2ku yang berada disekitar rumah nenekku, rumahku dan rumah nenekku terpaut hanya 1 gang, katakanlah rumahku di gang 5, sedangkan, rumah nenekku di gang 4, jadi aku mempunyai 2 kelompok teman, dari gang 5 dan gang 4. Gang rumahku merupakan jalan kecil hanya sekitar 2 setengah meter lebarnya, sementara gang rumah nenekku lebih lebar, sekitar 5 meter lebih, sehingga memungkinkan mobil untuk lewat, bahkan, truk sayur dari pasar induk dapat melewatinya juga, karena memang diujung gang itu ada sebuah pasar yang lumayan besar.&lt;br /&gt;Kembali kepermainanku, setelah puas bermain kejar2an, ada teman yang mengusulkan untuk bermain kepasar, akupun ikut serta, dan lupa, kalau sebenarnya aku harus segera pulang, karena maghrib tiba. Sesampainya dipasar temanku mengajak tuk bm mobil, bm istilah ditempatku, yaitu menumpang mobik di bagian belakangnya, paling sering dilakukan pada truk sayur dan mobil box, saat mobil berjalan pelan, anak2 akan mengejar dari belakang, dan naik melompat ke bagian belakang, tangan memegang kuat, kaki mencari pijakan, merasa senang kala berhasil, dan terbawa jalan oleh truk tersebut, untuk turunnya, kami biasanya menunggu saat tikungan, saat truk berjalan lebih pelan, langsung pada berlompatan, mirip ninja di film2 jepang. Sambil menunggu truk yang akan kami bm, aku mengamati keadaan sekitar, dalam hati sempat ragu, tuk meneruskan niat itu. Akhirnya ada truk yang jalan, kami pun berebut berlarian, berlompatan mencari pegangan, ku dapatkan pegangan itu, pijakan kakipun telah mantap menemukan tempatnya, kini tinggal menikmati kesenangan tiada tara, sebagai seorang bocah, entah apa yang ada dipikiranku saat itu, ku hanya bisa menikmati belaian angin saat truk mulai laju, bergetar tangan2 kecil itu, menahan tubuh melawan gravitas maju. Langit mulai menghitam, menyisakan bayang2 yang semakin kelam, lampu jalan tak semuanya benderang, sebagian padam, meninggalkan sayup2 kegelapan. Laju truk yang tiba2 melesat, bagai pesawat yang akan meninggalkan landasan pacu, membuat tubuhku yang tak seberapa besar terhentak, tangan2 yang bergetar semakin hebat akhirnya tak mampu menahan berat tubuhnya sendiri, ditambah daya tolak dari gerak maju yang tiba2 itu. Bagai beribu tangan yang memeluk pinggangku dan menarikku tuk jatuh kebelakang, aku tak tahan,  dan tanganku lepas dari pegangannya, melayang terhempas keras ke atas aspal yang kasar, bagian belakang kepalaku mau tak mau membentur dan beradu, kesadaran yang tersisa saat itu hanya keremangan langit disela sela dedaunan pohon nan rindang, tak mampu bergerak, seluruh tubuhku benar2 lumpuh, ku takmengerti, dalam pikiran bocahku berkata, "inikah pintu gerbang kematian?".&lt;br /&gt;Entah berapa lama tubuhku tergeletak begitu saja di jalan, memang pas ditempatku terjatuh suasana agak gelap, sukar bagi orang lain tuk melihat tubuhku. Ku hanya bisa pasrah tak berdaya, saat ada tangan2 yang mengangkat tubuhku lalu menggendongnya, kutak dapat melihat wajahnya, samar dalam kesadaran yang sewaktu-waktu dapat menghilang, direnggut dariku selamanya. Hanya kilasan2 bagai sketsa yang muncul dan menghilang, pandangan2 dari mataku menyaksikan, ku dibawa berjalan, diantarkan kerumah nenekku yang ternyata hanya berjarak seratus meter dari tempat kejadian, selanjutnya ku mendengar teriakan2 dari orang yang kukenal, panik dan berisik, beberapa ada yang mulai menangis, hanya bisa memandang nyalang, tanpa mampu berkata apa2,&lt;br /&gt;"Iyan, kenapa kamu Iyan"? Ingin rasanya ku menjawab pertanyaan itu, namun selain ku tak mampu berkata-kata, akupun tak mengenali siapa yang bertanya. Pikiranku seolah mengambang, melayang, mulai memasuki celah-celah bilik, kadang ku temukan kegelapan, yang mengiasi sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;Masih tak mampu menggerakan tubuhku sedikitpun, masih tak mampu membuka mulut, hanya mata yang terbuka, memandang kosong, membuat semakin panik keadaan, kumerasakan, tubuhku ditaruh di sebuah ranjang tua, dari besi yang kokoh, pakaianku di lepas tanpa sisa, entahlah mungkin tuk mencari sumber luka yang membuat keadaanku sedemikian rupa, bau minyak angin, balsem dan keringat, menjadi satu ditubuhku, ada yang mengurut-urut mulai dari kakiku, hingga kepala.&lt;br /&gt;Orang tuaku tiba, ibuku ikutan panik, ayahku tampak diam, namun tak dapat disembunyikan air mukanya yang penuh kecemasan. Dari pada tak karuan, mereka memutuskan, membawa ku ke dokter langganan yang biasa didatangi kala sakit datang, seorang dokter umum, yang membuka praktek tak jauh dari rumah nenekku.&lt;br /&gt;Dinding putih menjadi semakin suram, saat kumelihatnya dari bahu kanan ayahku, kepalaku tergolek lemas diatasnya. Menunggu antrian yang tak begitu panjang, dari berbagai rupa, yang mengisyaratkan kesakitan. Giliranku tiba, pemeriksaan dilakukan pada bagian kepalaku, kemungkinan geger otak menimpa diriku, dokter mengatakan jika dalam 2 hari aku muntah2, maka harus dibawa kerumah sakit untuk di opname.&lt;br /&gt;Kuterlupa bagaimana selanjutnya yang terjadi, karena memang sering hilangnya kesadaranku saat itu. Terakhir yang ku tahu keesokan harinya aku muntah2, sesuai dengan petunjuk dokter, ku dibawa kerumah sakit oleh ke dua orang tuaku, seminggu aku dirawat disana, di rontgen kepalaku tuk memastikan kondisi yang ada.&lt;br /&gt;Pertamakalinya ku dirawat inap di rumah sakit, pertama dan belum pernah lagi sampai sekarang, mudah2an jangan. Masa2 yang tidak mengenakan, terlebih untuk bocah seusiaku, seharusnya aku sedang bermain, berlari dan tertawa riang, bersama dengan teman2ku, kini ku tergolek tak berdaya, menoleh pun berat rasanya, apalagi sampai mengangkat kepala, praktis, berjam-jam posisiku tidak berubah.&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, keadaanku berangsur-angsur membaik, berkat do'a dari semua orang, berkat trampilnya para dokter dan perawat, dan yang yang pasti,berkat kemurahan hati Allah SWT. Awal kesembuhanku di tandai dengan permintaanku mau makan nasi padang, jenuh dengan hidangan rumah sakit yang membosankan, ku makan bungkusan coklat itu, kusikat rendang yang masih hangat, walaupun tak mampu kuhabiskan, ku merasa senang, karena melihat senyum ibuku yang setia menungguku, sementara ayahku sedang bekerja.&lt;br /&gt;Dengan bangga ku berjalan, seolah ingin menunjukkan betapa mudahnya melangkah, seperti seorang bayi yg mulai bisa berjalan, aku kesenangan, tanpa kursi roda itu, yah, tak perlu ku menggunakannya lagi, karena kini ku dapat berdiri sendiri. Ku diperbolehkan pulang, setelah melihat kondisi yang ada, dan melihat kantong tentunya, karena bukan murah dirawat berlama-lama disebuah rumah sakit swasta. Berbagai senyuman menyambutku, bagai seorang pahlawan pulang dari medan pertempuran. Ku tak mau langsung berlarian, biarlah setahap demi setahap ku lalu lorong itu dengan berjalan perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejekan demi ejekan, dari beberapa temanku yang lebih tua, yang memang tak dekat, terus mengalir bagai air bah, aku divonis mereka dengan kata2 PA, sebuah istilah untuk mencap seseorang yang mendekati gila, apa karena geger otak ini, ku menderita, mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, entahlah apa memang ada syaraf yang putus, namun ku merasa keadaanku baik2 saja, hanya ada satu keanehan, kepalaku selalu miring ke kanan, ketika berjalan, ibuku selalu membetulkan posisi kepalaku dengan penuh kasih sayang. Entah berapa kali terulang, kepalaku masih saja tengleng, harus aku sendiri yang berusaha tuk normal lagi.&lt;br /&gt;Sebuah kejadian yang menyisakan banyak pelajaran, tentang kasih sayang, tentang kepatuhan, tentang diriku sendiri tuk dikenang dimasa depan. Berbagai ejek dan hinaan, kuhadapi dengan diam, ku buktikan kepada mereka, bahwa otakku lebih hebat dari yang mereka punya, nilai nem ku memungkinkan ku masuk ke smp dan stm favorit, padahal teman 1 gang tempatku berada, tidak bisa mendapatkannya, nah kalo sudah seperti ini, siapa yang sebenarnya PA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hanya dari kisah kecil dari masa lalu yang sudah banyak terlupa)&lt;br /&gt;201109 1059 Sl@m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See more stories at: slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7243438069272112595?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7243438069272112595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7243438069272112595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7243438069272112595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pa.html' title='DIVONIS PA'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/S45dR_56jJI/AAAAAAAAAHE/j5114iZEMcI/s72-c/penampakan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-2183466715271142348</id><published>2009-11-20T05:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T05:08:19.311+07:00</updated><title type='text'>Baju kuning part 5 (lamaran, kala banjir datang)</title><content type='html'>Hidup memang tak dapat di prediksi, terlalu banyak misteri yang terkandung didalamnya, kadang teori kemungkinan pun tak dapat menyusuri jalannya, apalagi hanya seorang manusia yang berdalih mampu melihat masa depan. Sungguh ternyata sebuah kenikmatan tersendiri kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di depan sana, kita jadi bersemangat tiap harinya, tuk mengejar apa yang ada di dalam impian kita, coba kita telah mengetahui kita akan jadi orang sukses di masa depan, pasti saat ini kita akan bermalas-malasan, dan tak akan melakukan berbagai perjuangan yang begitu bermakna dalam setiap simpang jalan hidup yang kita tempuh. Seandainya kita tahu kita akan gagal di masa depan, tentunya hidup kita saat ini akan terasa hampa, penuh dengan keputusasaan, sesungguhnya kita saat itu hanya menjadi sesosok mayat yang bernafas.Kadang kita merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi kemudian, manusia berlomba- lomba menciptakan mesin waktunya masing2, tuk sekedar mengintip seperti apa mereka dimasa depan, juga mungkin akan memaksa kembali ke masa lalu, tuk memperbaiki kesalahan2 yang ada, walaupun itu mustahil karena memang sejarah tak dapat diubah, andaipun bisa, akan berantakan tatanan kehidupan yang telah ada, seperti yang banyak ku saksikan dalam berbagai film, (butterfly effect, misalnya) banyak hal yang bisa dipelajari, satu masalah bisa teratasi, namun hal itu akan membuat masalah yang baru. Jadi teman, nikmatilah hidupmu saat ini, hadapi setiap masalah yang ada, sambil berfìkir, bahwa itu merupakan sebuah proses menuju dewasa, menuju ke kesempurnaan hidup, walaupun tiada sesempurna Dzatnya.Keindahan masa silam yang terekam dalam pikiran. kumencoba tuk menyusun ulang, walau hanya lewat baris kata2, masih jauh dari kenyataan yang ada, karena kadang ada beberapa hal yang tak bisa dijelaskan dengan kata2, sebuah bahasa universal manusia akan sebuah perasaan yang mungkin telinga tak mampu menangkap gelombangnya, sehingga kitapun tak tahu bagaimana menyampaikannya. Hanya saat hati mendekati bersih, hanya saat kita tak mendengar lagi selain sunyi, maka saat itulah kita dapat mengetahui dan mengerti apa yang terjadi.Begitupun dengan hidupku, banyak hal yang terjadi, banyak sudah yang tak kuingat lagi, entah memang telah hilang, atau memang sengaja kuhapus, karena beberapa kenangan terlalu buruk, dan hanya menjadikan batu pemberat saat ku melangkah kedepan.Jakarta, di penghujung tahun 2001, saat semua nampak basah, oleh guyuran air yang tumpah ruah dari atas langit yang berwarna kelabu. Hampir seharian, hujan tak kunjung berhenti, beberapa kawasan di sekitar tempat tinggalku sudah mulai tergenang banjir, bervariasi, dari hanya beberapa inchi, hingga memenuhi seluruh kaki, aku sendiri disibukan oleh kenyataan, bahwa beberapa barang harus segera dipindahkan ditempat yang aman, beberapa perangkat elektronik harus di ungsikan, karena air mulai mengalir mengisi halaman rumahku, begitu cepat, hingga membuat waktupun terasa singkat.Lelah, keringatpun bercampur dengan tetesan air hujan yang masih setia membasahi bumi, sebuah situasi yang membuatku tambah frustasi, manakala sebelumnya, ku sudah tidak berstatus karyawan lagi, bagi seorang laki2 yang sedang menuju kedewasaan, jadi seorang pengangguran adalah hal yang menyakitkan, ketika seharusnya ku bisa membahagiakan ke dua orang tuaku dan keluargaku, ternyata aku malah menjadi seorang pesakitan, yang tak dapat menerima kenyataan, ternyata aku di pecat, yah walaupun bahasa halusnya habis kontrak, tapi yang pasti, aku tidak lagi memakai seragam warna biru itu. Dan kini, rasa frustasi itu makin menjadi, kala harus menghadapi musibah langganan ini. Banjir, tergenang sudah tak menyisakan tempat kering tuk berpijak, terasa makin membesar, telapak kaki yang hampir seharian terendam air,dingin, kesal dan kelaparan, karena kegiatan memasak, praktis tak dapat dilakukan. Beberapa hari dalam keadaan yang demikian membuatku jadi terbiasa hidup dalam keprihatinan, semua serba terbatas, tak ada kemewahan yang menghibur hati.Kehidupan memang bagai roda yang berputar, tak selamanya kita di satu posisi yang sama, panggilan itu datang, panggilan dari sepupu bapakku yang bekerja di PT United Tractors, dgn posisi sebagai serorang sertifikator, telah lama ia bekerja disana, mungkin dari sekitar tahun 1985, ia mengatakan ada lowongan kerja di sana, dengan posisi sebagai mekanik alat berat, jadi kupikir mengapa tidak mencobanya saja, walau ku tahu, perjalanan ke sana, mungkin agak sedikit terhambat, karena banjir yang belum saat.Sisa2 banjir masih terasa, melihat ke kanan dan kiri jalan, masih banyak rumah yang tergenang, pemandangan yang miris kusaksikan dari bis mayasari bhakti P51, jurusan Tanjung Priok- Pulogadung. Kotaku, dengan predikat sebagai ibukota negara, tetapi banyak hal yang membuat jauh dari bangga ku tinggal di dalamnya, salah satunya ya banjir ini, entahlah mungkin memang telah diwariskan dari beberapa generasi sebelumnya, jakarta memang telah ditakdirkan demikian.Kumelanjutkan perjalanan dari terminal Pulogadung dgn naik angkot menuju jalan raya Bekasi kilometer 22, tempat yang akan ku tuju, sebuah perusahaan besar, sebagai distributor alat berat dari beberapa merk, namun yang paling terkenal adalah merk Komatsu, berbagai jenìs tipe dan alat berat, mulai dari excavator hingga dump truck, pelanggannya biasanya para pengusaha tambang diseluruh nusantara, dengan menguasai hampir 50% pangsa pasar alat berat di seluruh Indonesia, menjadikan PT UT, sebagai leader di bidangnya. Berdiri pada, 13 oktober tahun 1972, waktu itu masih bernama, PT Astra Motor Works, dan pemegang saham terbanyaknya adalah PT Astra International Tbk, berlokasi di jalan raya bekasi km 22, PT UT berdiri di lahan seluas 20ha.Tidak sampai 20 menit, dari terminal Pulogadung ku telah tiba di halaman PT UT, sama dengan sekitarnya, tepat di depannya, air masih menggenang, sehingga menyulitkanku tuk masuk kedalam, mencari beberapa pijakan, agar sepatu yang baru saja kucuci tidak kembali kotor. Ku segera melapor, dan menanyakan letak pak Asdi Suwardi, sepupu bapakku itu bekerja, kepada security yang menjaga pos di pintu gerbang sebelah barat, setelah ku menyerahkan ktp ku tuk ditukar dengan kartu visitor, akupun bergegas menuju lobby, tuk menanyakan lebih lanjut kepada receptionis yang jelita, ternyata tempat sepupu bapakku berada dilantai dua, ia tersenyum melihatku, langsung kucium tangannya, sebagai penghormatan kepada saudara yang lebih tua.Setelah menyerahkan surat lamaran yang ku sìmpan rapih dalam amplop coklat besar, ku segera mohon pamit, tak kuduga, ia langsung mengepalkan uang padaku, mang, mang, dalam hati berkata, "dah diberi info lowongan aja aku sudah senang, ini pake di beri uang sekalian" buat ongkos katanya, ku terima saja sambil tersenyum malu, tak lupa ku mengucapkan terima kasih. Mungkin memang di dunia ini telah diciptakan, orang2 yang jika berbuat baik tidak tanggung2, salah satunya ya mamangku, "salam buat keluarga di rumah yah" ia berkata, sesaat sebelum ku meninggalkan ruangannya. Penuh harap dan keinginan tuk secepatnya di panggil dan  dapat segera bekerja di perusahaan itu, karena ku sudah tak tahan lagi dengan status ini, padahal baru sebulan lebih ku jadi pengangguran, namun terasa telah setahun menjalaninya, waktu memang menjadi lambat ketika dalam masa penantian, seolah-olah jarum2 itu malas sekali melangkah.to be continued....201109 0639 sl@mSee more stories, at: www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-2183466715271142348?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/2183466715271142348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-5-lamaran-kala-banjir.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2183466715271142348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2183466715271142348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-5-lamaran-kala-banjir.html' title='Baju kuning part 5 (lamaran, kala banjir datang)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-4745154206706403536</id><published>2009-11-13T18:24:00.001+07:00</published><updated>2009-11-13T18:24:49.055+07:00</updated><title type='text'>Baju kuning part 4 (sabtu malam yang indah)</title><content type='html'>Kenangan indah sabtu malam yang masih saja terbayang-bayang, sebuah awal dari liku perjalanan yang sangat panjang. Dengan di dampingi dua orang bidadari, tiba juga ku dikeramaian itu, lautan manusia, tempat para muda ceria, berasang-pasangan, saling bergandengan tangan.&lt;br /&gt;Kubertanya, "akan kemana kita?", "gimana kalau kita makan saja dulu?", temanku berkata, akhirnya kucari tempat makan yang tepat, namun semua penuh sesak, beputar-putar diantara barang dagangan kaki lima, ada pakaian, mulai pakaian balita sampai lansia, dari pakaian dalam sampai pakaian luar angkasa, berbagai perlengkapan rumah, mulai lemari, rak buku sampai jendela, segala kebutuhan manusia hampir semua tersedia. Aroma parfum dan peluh menjadi satu, berbagai bau masakan ciri khas dari berbagai daerah, menambah semangatku tuk segera menemukan tempat yang tepat agar makhluk dalam perutku dapat tersenyum senang. Kutemukan juga kursi kosong yang memungkinkan kami bertiga dapat menikmati berbagai jajanan yg ada, dari pada bingung kuputuskan tuk memesan bakso saja, dan yang lainpun sama, berbincang tentang berbagai keadaan, tak terasa semangkuk bakso hampir kosong, menyisakan sedikit kuah berwarna merah kecoklatan dan remah-remah dari berbagai bumbu dan mie kuning. Dilanjutkan dengan menikmati minuman yang menyegarkan, jus alpukat dingin, terlihat dari embun yang mulai berjatuhan ditiap sìsi gelas, berwarna hijau muda dan dihiasi warna putih memanjang yang ternyata susu kental yang sengaja dicampurkan, rasanya? tak usah ditanya, sungguh menyegarkan, entah apa memang karena rasa aslinya, atau karena rasa hatiku yang juga sedang girang, ternyata beginilah rasanya kencan, pantasan banyak orang rela berdesakan demi mendapatkan suasana itu, suasana yang nyaman saat cinta tidak lagi dapat disembunyikan.&lt;br /&gt;Setelah semua merasa puas dengan apa yang disantap, kamipun segera beranjak, berniat sekedar melihat-lihat, kami masuk ke dalam plaza yang tepat disamping kumpulan para pedagang kaki lima yang semakin ramai, ternyata di dalam juga tak kalah ramai, promotion boy berteriak-teriak kearah mix yang dipegangnya, dengan bantuan sound system yang tertata apik, seluruh lantai, mulai dari basement hingga lantai 4 dapat mendengar suaranya, lantang ia berbicara tentang berbagai harga yang dijual murah, diskon besar-besaran apakah memang benar atau cuma tipuan, tapi yang pasti makin banyak orang yang berdatangan menyerbu rak-rak pakaian yang memang telah disediakan. Sempat tertarik dengan tawaran yang ada, namun jadi teringat uang yang tersisa, tak banyak memang ku membawa, maklum tuk memenuhi kebutuhan keluarga, dalam hati berkata, "semoga ke dua bidadari ini tidak banyak meminta". Hampir menunjukan pukul duapuluh satu, ketika angkot terakhir yang kami naiki melaju, didaerahku, angkot memang dibatasi jam operasinya hingga jam sembilan malam, dan akan digantikan oleh ojek motor dan sepeda, tak ketinggalan kadang tukang becak menanti saat itu tiba, berebut mencari penumpang yang tak kebagian angkot yang telah menghilang, harus rela membayar lebih mahal beberapa ribu tuk bisa pulang.&lt;br /&gt;Kuantarkan pulang temannya yang perempuan, dan setelahnya kuantarkan dia pulang, seakan tak ingin waktu tetap berjalan, agar selamanya getaran itu kunikmati, saat berjalan berdua dengannya sungguh tak bisa ku lukiskan, mungkin hanya akan ada gambar kosong yang terpampang, saat itu tiba, ku harus rela ia sendiri menuju rumahnya, ku belum di ijinkan mampir walau hanya sekejap, entah karena malu atau belum siap, ya sudahlah, ku hanya bisa memandang rambut panjangnya dari ujung gang, yang semakìn lama menghilang tertelan gelap remang lampu pelataran, kumendesah sendiri, menyisakan sedikit senyuman yang kunikmati mengiringi ku kembali ke rumahku, akankah ada perjumpaan lagi? bagai telah terkena zat addictive yang membuat aku ketagihan, ternyata rasa ini lebih kuat dari sekedar morfin dan obat penenang, aku benar-benar sakaw, untung saja tak pake meriang, hanya malam itu kulewati dengan mata yang tak mau terpejam, makin kupaksakan makin ia melawan, hanya kembali menimbulkan bayangan2 kejadian tadi bagai film yang diputar ulang, terus dan terus mengisi ruang diantara kesadaran dan khayal, ku sendiri tak tahu mulai kapan ku terlelap, tidur penuh senyum dan sedikit nyelangap. &lt;br /&gt;Minggu pagi ku terbangun, berkata dalam hati, "semalam ku bermimpi nyata sekali" tanpa sebenarnya kutahu bahwa semua itu memang terjadi, lama ku termenung mencoba mengingat kembali, tersadar, cengar-cengir sendiri, sementara belek dan iler yang menempel dipipi terasa wangi kala kucium sendiri, dasar orang yang sedang mabuk kadang bertingkah aneh, lupa diri bahkan tak perduli dgn keadaan sekitar.&lt;br /&gt;Itulah awal kisah cintaku, cinta yang kunikmati sampai hari ini, cinta yang mengiasi hari-hari bagai mimpi indah, walau kadang ada saja prahara, namun semua itu merupakan titian tangga menuju dewasa. Pertama dan terakhir, secara tekhnis ku mempunyai pacar, 5 tahun merupakan suatu masa yang lumayan panjang, 5 tahun tantangan menguji kesetiaan, 2 tahun benar-benar dekat, 3 tahun ku harus merantau ke sebrang pulau sana, namun jodoh sudah ditetapkan, kita hanya berusaha dan menjalankan, apa2 yang telah digariskan. &lt;br /&gt;Sebuah awal kehidupan indah bersama cintaku telah ku ceritakan, banyak lagi sebenarnya yang bisa ku kisahkan, namun berliku dan panjang, nampaknya akan ada judul tersendiri dari kisah cintaku yang seru, terpisah dari cerita baju kuning ini, sengaja aku sedikit membawa cintaku disini, karena ia mempunyai pengaruh penting dalam karir pekerjaanku, ia salah satu motivasi dan semangat besarku dalam beribadah mencari berkah rizki yang melimpah. Di part berikutnya akan ku ceritakan, kisah awal ku memasuki dunia tambang, seru, tegang ada juga yang mengharukan, ok see u at next episode...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;131109 1913  sl@m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See more stories at, www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-4745154206706403536?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/4745154206706403536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-4-sabtu-malam-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4745154206706403536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4745154206706403536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-4-sabtu-malam-yang.html' title='Baju kuning part 4 (sabtu malam yang indah)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7808036244474948071</id><published>2009-11-12T17:33:00.001+07:00</published><updated>2009-11-12T17:33:41.161+07:00</updated><title type='text'>Baju kuning part 3 (kala cinta itu datang)</title><content type='html'>Setelah kejadian yang tak terlupakan itu, perlahan lahan semuanya kembali kedalam jalurnya, biasa tanpa ada masalah, justru perasaan yang menggelora yang mengisi hari2 didalam jiwa, perasaan yang membuat semua bunga tersenyum, saat didatangi oleh serombongan lebah madu, apalagi kalau bukan cinta, yah memang banyak kenangan indah masa muda terjadi saat aku masih menjadi karyawan perusahaan asembling itu, seakan ia menjadi saksi, saat ku memulai merajut kasih sayang bermahkotakan rindu, semangat, motivasi selalu menggebu, saat kasih terbalas dalam pelukan asmara, berbunga bunga rasanya saat itu, sebuah perasaan yang memang telah lama di idamkan, bagaikan embun penyejuk di tanah yang gersang, hilang dahaga yang selama ini terpelihara, setelah sebelumnya, cinta bertepuk sebelah tangan, mengharap sesuatu yang tak kunjung datang, 3 tahun penantian, 3 tahun penuh dengan penderitaan, cinta pertamaku mengabaikanku, seolah tak perduli ada yang menanti keputusannya, menutup diri akhirnya cinta kupasung, tak kuberi makan lalu mati.&lt;br /&gt;Doa doa kulantuntan bagai lagu kerinduan, sekiranya janganlah hati ini sesunyi sekarang, kosong tanpa penghuni, kering dan sepi, laguku tembus juga menuju langit ke 7, terdengar oleh bidadari yang suci. &lt;br /&gt;Cinta itu datang dengan sendirinya, tanpa di duga tanpa disangka, seolah tau apa yg sedang ku minta, memberikan hari2 selanjutnya menjadi indah.&lt;br /&gt;Sabtu siang, saat ku masih bermandikan peluh,saat baru beberapa bulan ku jadi seorang buruh, bersemangat demi kehidupan keluarga yang lebih baik, maklum aku anak pertama dari 6 bersaudara, ada sedikit rasa tanggung jawab tuk meringankan beban yang ada, sementara dirumah orang tuaku, (sebenarnya rumah kakekku yang dibagi 4 petak dan di huni oleh saudara2 bapakku, secara tekhnis keluargaku msh menumpang di rumah nenek moyang). Ia datang bersama seorang teman lama saat smp dahulu kala, bermaksud berlebaran karena memang suasana masih fitri saat itu, tapi mereka tidak tahu kalau aku masuk kerja, jadi mereka memutuskan untuk menunggu. Lama tak kunjung datang akhirnya mereka pulang, dan akan kembali malam harinya nanti.&lt;br /&gt;Ketika ku pulang sore harinya, kudiceritakan tentang kedatangan ke dua teman lamaku sewaktu smp dulu, dan ia jg mengatakan bahwa mereka akan kembali lagi nt malam. Matahari seolah enggan beranjak dari tempatnya, seolah membuat waktu terasa lama, namun akhìrnya lazuardi itupun tercipta, semburat cahaya ungu kemerahan menjadi pemandangan terakhir dilangit, sebelum tergantikan berjuta bintang yg berseri. Akhirnya ia datang, namun kali ini sendiri tanpa teman ku yang lelaki, saat perjumpaan yg sekian lama, terpesona ku tercipta, betapa tidak, ia telah berubah, dari seorang gadis belia yg sama sekali biasa, kini menjadi seorang wanita anggun yg bisa kusaksikan di tv saja, sungguh ku tak menduga, rambutnya yg panjang menambah daya pikatnya, mau tak mau getaran itu timbul, getaran yg hampir saja membuatku lumpuh tak berdaya, untung ku masih bisa menutupinya. Senyum hangat terkembang, saat jabat tangan yg menegangkan, ku grogi demam meriang, menyadari diriku masih memakai sarung dan baju koko, maklum ia datang sesaat setelah magrib lewat, ku mempersilahkannya duduk, entah ia melihat atau tidak, mukaku lebih berwarna merah dari biasanya, maklum selain emak dan adik perempuanku yg msh anak2, aku jarang menghadapi wanita, yah namanya jg kuper, jomblo yang mulai dari sekolah gak laku laku, wah malu juga yah ko bisa2nya aku ngaku, ya sudahlah itu kan masa lalu. Segera ku pamit sejenak tuk mengganti bajuku, sementara adik perempuanku menyediakan minum untuknya, rasanya sudah semua isi lemari ku acak2, namun ku tak menemukan baju yang tepat, keringat dingin mulai membasahi tubuhku, ya sudahlah kuambil sembarang dari pada ia lama menunggu, kesukaanku kaos berwarna biru, membuatku confidence n nyaman memakainya, sedikit membantu menutupi gejolak yang ku belenggu. Kembali keruang tamu, nampak ia bosan menunggu, maafkan aku yah temanku, ku membuat rasa ini semakin menggetarkanku. Setelah sekian lama bercakap cakap, tentang beberapa hal di masa lalu, diselingi canda kecil yg membuatnya sesekali tertawa, ia tidak tahu bahwa aku masih menahan getaran saat itu, ia lalu mengajakku untuk kerumah temannya sewaktu smea dulu, entah ini tak- tik agar tidak terganggu apa ada sesuatu yang aku tak tahu, dengan bersemangat aku menyetujuinya. Pandangan demi pandangan menusuk mataku, ketika para tetangga melihat ku berjalan dgn seorang wanita, rasa tak percaya membuat mulut2 ternganga, tak menyangka manusia goa akhirnya laku juga, ku hanya bisa menundukan wajahku, seharusnya ku tidak malu, seharusnya ku dapat berjalan dengan gagah, membuktikan kepada mereka semua bahwa aku juga bisa, menjadi pria dewasa walau mereka tidak tahu, semakin kencang getaran itu. Ternyata rumah temannya masih 1 gang dengan rumahku, sekitar 15 menit yang menyenangkan itupun berlalu, sampai sudah dirumah yang dituju, agak gelap, dan rimbun tanaman menghiasi halaman, langsung ku mengucapkan salam, agar tuan rumah berkenan datang keluar. Putih agak kurus dan panjang, temannya temanku membukakan pintu, berpelukan mereka bagai seribu tahun tak jumpa, saat ku diperkenalkan olehnya dgn pandangan meledek, katanya aku ini pacarnya, kontan mukaku merah, ketemu lagi aja baru malam ini sejak lama tak jumpa, masa bisa2nya ku langsung didakwa, apa karena ia melihat kami serasi atau bagaimana.&lt;br /&gt;Duduk ku diruang tamu menikmati hidangan yang ada, sedikit basa basi akhirnya maksud itupun terbaca, ia mengajak kami jalan2 keluar, ke sebuah plaza ramayana yg tak begitu jauh letaknya, tuk sekedar menikmati keramaian yang ada, keramaian yang tercipta di malam para muda. Tak menyangka, ku diapit 2 orang bidadari turun dari langit, mimpi apa ku semalam, belum pernah sama sekali pacaran, belum pernah jalan berdampingan dgn seorang perawan, kini bukan hanya seorang, ku hampir pingsan bukan kepalang, apalagi yang seorang itu, nantinya kan menjadi belahan jiwaku.&lt;br /&gt;to be continued.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;121109 1758 Sl@m &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See more stories at, www.slam201080.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7808036244474948071?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7808036244474948071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-3-kala-cinta-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7808036244474948071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7808036244474948071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-3-kala-cinta-itu.html' title='Baju kuning part 3 (kala cinta itu datang)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7104665961258429034</id><published>2009-11-09T01:58:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T01:58:06.138+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan menyusuri pagi</title><content type='html'>Berjalan, menyusuri pagi yang telah disesaki, asap knalpot yang tiada berhenti bernyanyi, yang beroda empat, yang beroda duapun tak mau kalah gengsi, terus saja bernyanyi, walau yang lain menghindari.&lt;br /&gt;Langkah2 kaki mulai membuat nyeri, kala dihadapi sebuah kenyataan, beberapa esok ku tak lagi disini, menemani orang2 yang kukasihi, menanti nafas baru yang kan menyejukan hati.&lt;br /&gt;Senyuman yang dipaksakan kala perempuan kecilku meminta tuk menaiki tubuhku, tak tahu ia ayahnya telah lelah berjalan diantara harapan yang hampir padam, terpaksa rela kutopang tubuh kecilnya ku bawa berjalan karena ia juga merasa keletihan.&lt;br /&gt;Sementara perempuan besarku tampak meragu, mungkin dalam hatinya menggerutu, mengapa tak juga kunjung tiba, padahal telah puluhan kilo ia berjalan tiap harinya, mencoba memahami apa yang telah terjadi, siapa yang salah menghitung, dirinya atau orang2 berbaju putih.&lt;br /&gt;Masih menyusuri jalan yang sama seperti kemarin, saat bau khas pasar menyerang penciumanku, kupercepat langkahku, sementara dalam gendongan, perempuan kecilku bersorak senang, tak apalah kakiku menjadi gamang, asalkan bahagiaku datang kala ia merasa riang.&lt;br /&gt;Sampai juga ditempat tujuan, sebuah taman dimana yang lain sudah mulai ada yang pulang, yah memang mereka telah datang sedari kami masih terpejam, ku lepas perempuan kecilku, berlari ia menghampiri ayunan itu, ku coba mengejarnya agar tak direbut orang sekitarku.&lt;br /&gt;Duduk dipangkuan ini sayang, biar bersama sama kita menikmati sarana cuma2 ini, agar sejenak melupakan masalah yang ada, saat diriku mulai menikmatinya.&lt;br /&gt;Sementara di kejauhan ku lihat perempuan besarku tampak semangat tuk berjalan dilintasannya, seakan ingin membuktikan jika memang yg diharapkan tak kunjung datang itu bukan salahnya seorang, mungkin memang sudah suratan, jika sesuatu yang di inginkan masih saja terhalang oleh kekuatan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;Turun aku dari ayunan itu, menghampirinya, mencoba memberi tambahan semangat kepadanya, agar tetap tegar menjalani ini semua, agar ia sadar, bahwa orang2 disekeliling mendukungnya.&lt;br /&gt;Matahari mulai menampakan diri, menciptakan bayangan2 kehidupan, ada yang bergerak juga yg diam, semuanya turut menyaksikan, perjuangan seorang ibu muda yg mencoba memberi sedikit keceriaan bagi dunia, tak merasa berat melangkah, walau tubuh baru itu telah tercipta di dalam perutnya, dgn senyumnya yang ramah, senyum yang membuat risau menjadi indah, ia mengajakku untuk kembali kerumah.&lt;br /&gt;Melihat semua yang dilakukannya ini membuatku malu sendiri, kala ku tak bisa melakukan apa2, kala emosi selalu menghantui, kala senyuman hilang berubah jadi garang, ia tetap menatapku penuh dgn kelembutan, membuatku belingsatan, besar nian anugerah yg dititipkan, kala cinta kasih datang, meleburkan semua rasa kesal itupun hilang hanya menyisakan sedikit penyesalan, coba ku datang ke sana tidak kecepetan...&lt;br /&gt;091109 0249 sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7104665961258429034?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7104665961258429034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/perjalanan-menyusuri-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7104665961258429034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7104665961258429034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/perjalanan-menyusuri-pagi.html' title='Perjalanan menyusuri pagi'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8030447440573108910</id><published>2009-11-09T00:54:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T00:54:30.271+07:00</updated><title type='text'>Baju kuning part 2
(ibu jariku)</title><content type='html'>Kuputuskan untuk tidak lagi berharap akan mendapatkan panggilan dari tempatku mencari rejeki selama 2 tahun itu, tempat yang keras, saat keringat habis terperas, bukan kiasan jika ada ungkapan keringat sebesar biji jagung, karena aku mengalaminya, bekerja di pabrik itu, dalam 6 menit harus jadi 1 unit, bayangkan dalam sehari bisa berapa ratus mobil yang dapat dihasilkan?&lt;br /&gt;Akhirnya ku berfikir, mungkin memang bukan jodohku tuk bekerja ditempat itu, padahal yg membuat ku suka adalah tempatnya yang tak jauh dari rumah tinggalku, hanya sekìtar 15 menit dgn naik angkot, mungkin hanya 10 menit jika menggunakan motor, padahal pengorbanan yang tidak sedikit kulakukan saat ku masih disana, jadi teringat saat accident itu tiba......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, saat dingin mulai mencuri ruang, saat kantuk mulai mengambang, ketika sesaat lagi tiba waktu makan malam, terjadilah hal yang kan ku kenang sepanjang jaman, hal yang sampai kinipun msh bisa kuperlihatkan, bekasnya yg tak kan hilang. Saat itu  ku menempati pos baruku, sebelumnya ku memasang rear axle, kini aku assembling front axle, tugasku adalah ngepress bearing axle ke housingnya, mesin press kuoperasikan, dan masih aman kukendalikan, saat komponen housing telah habis, pallet (sejenis rak besi tuk menyimpan komponen2 mobil, bentuknya bermacam2, sesuai dgn komponennya) yang telah kosong ingin ku ganti dengan yg baru, yg msh banyak komponennya tuk segera dipress, tanpa kusadar pallet kosong tersebut msh dalam keadaan tidak terkunci, karena pallet tersebut memiliki 2 tingkat, tingkat yg atas bisa diangkat karena menggunakan sistem engsel mirip pintu, ketika kudorong, palet yg atas langsung menutup jatuh ke bawah, aku lupa memeriksa locknya, ternyata tidak terpasang, akibatnya ibu jariku yang kanan terjepit diantara pallet bagian atas dan yg bawah, saat kejadian itu ku tak merasakan apa2 pada ibu jariku karena kejadiannya yang tiba2, tersadar aku tersentak tak bisa mengeluarkan jariku yang terjepit itu, dalam hatiku panik setengah mati, namun ku masih berusaha untuk menenangkan diriku, ku panggil teman yg paling dekat denganku, namanya wahyu, ialah yg menjadi dewa penolongku waktu itu, ia yang mengangkat pallet bagian atas, sehingga ibu jari ku bebas, setelah terangkat, kulepas sarung tangan katun itu, aku memakainya 2 lapis, nampak warna putih tulang dan tak beberapa lama darah yg sangat deras mengalir dari lubang yang tercipta dipertengahan ibu jariku bagian atas tembus hingga kesamping dalam, kepalaku pening saat itu juga, tak mau kehilangan kesadaran ku berusaha tegar, temanku segera melaporkan hal ini pada mandorku, saat itu aku hanya diberi kapas tuk menutupi lukaku, tangan kanan kuangkat tinggi2 melebihi kepala, tangan kiriku menekan sekeras kerasnya agar darah yg mengalir deras tidak terbuang percuma. Kudilarikan ke ugd sunter medical center tak jauh dari lokasi kerja, kantuk yang sudah tercipta hilang tiba2, ku tak berani melihat ibu jari kananku, yg bisa kulakukan hanya memegang keras luka itu. Perjalanan yang singkat terasa panjang, kejadian yg cepat akan berdampak menyedihkan, ku sempat melamun, bagaimana nasibku kedepan, masihkah ku bisa bekerja membanting tulang. Tiba juga di rumah sakit itu, setelah proses registrasi, ku ditempatkan di ruang ugd, tak tega rasanya saat ku lepas pegangan tanganku akibat diperintah oleh dokter agar bisa ia memeriksanya, "kenapa dikasih kapas mas, kan jd nempel semua, susah membersihkannya" dokter tersebut berkata, ku balas dgn meringis karena hanya itulah yg kubisa saat merasakan sakit yang luar biasa, rasanya seperti diamputasi saja. Jelas sudah terlihat ibu jariku sendiri, yg kini tak kukenali, hancur gepeng hampir tak berbentuk lagi, seperti jahe dipukul besi, ah rasanya sirna sudah masa depanku saat itu, kutakut sekali kehilangan jari itu, tak berani menggerakkannya, ku hanya bìsa pasrah, saat menunggu waktu rontgen tiba untuk menganalisa apa yg harus dilakukan selanjutnya, diruang putih itu aku menunggu dgn pikiran yang menerawang jauh, sayup2 terdengar suara rintihan seseorang, ternyata satu ruangan denganku hanya dibatasi dgn tirai putih, ku sempat melihat pria dgn muka berlumuran darah, hampir tak dapat dikenali apakah itu sebuah wajah, tampak meringis menahan sakit yg hebat, ku sempat menanyakan apa yg terjadi pada temannya yg datang, ternyata ia mengalami accident, saat motor yg di kendarainya menabrak truk container, tak bisa kubayangkan tabrakan yg dahsyat itu, yang menyebabkan mukanya jadi hancur begitu. Ku baru sadar saat itu, kejadian yang aku alami tidak lah seberapa, apa yg menurutku tadinya akhir dunia ternyata masih ada yg lebih parah, cobaan dan masalah yang dihadapi manusia ternyata telah diukur secara akurat oleh sang pencipta, sehingga kita masih dapat menghadapinya. Waktu rontgen akhirnya tiba, berdebar hatiku saat sinar x membus tepat di tanganku, berharap tak lebih dari itu, keringat dingin membasahi tubuhku, ingin semua ini cepat berlalu. Sambil menunggu hasilnya, ku ditemani oleh mandorku, bertanya ia kronologi kejadian yg mengakibatkan ku bisa demikian. Lorong rumah sakit yang gelap, seakan mewakili suasana hatiku kala itu, ketika akhirnya seorang suster cantik yg terlihat sedikit mengantuk mengantarkan hasil rontgen itu, segera ku konsultasikan dengan dokter yang besangkutan, syukurlah tak ada tulang yang patah walau jaringan otot ada yg rusak, dokter pun jadi yakin, tindakan apa yg selanjutnya harus dilakukan, tak lama kemudian kembali kumasuk keruangan, terpikirkan apa yg nanti terjadi membuatku mulai nyeri, saat meja kerja dipersiapkan, jarum, benang, obat penenang, alkohol, kapas dan perban. Meringis ku tak berani melihat saat jarum dan benang menusuk menghujam merekatkan dua daging yg terpisahkan, lama rasanya waktu berjalan, ingin ku segera pulang tuk melupakan ini semua. Akhirnya selesai juga, 9 jahitan tercipta, 2 jahitan dalam yang akan menjadi daging, dan 2 jahitan luar yg bisa dilepas, terbungkus perban putih yang rapih, masih tak berani menggerakan ibu jari tangan kananku dgn bebas, ku keluar dari ruangan putih itu, menuju loket tuk mengurus administrasi dan mengambil beberapa obat yg harus kuminum tuk proses penyembuhanku, beberapa antibiotik yg terbungkus dalam plastik ku bawa serta. Hampir dini hari ku kembali ke tempat kerja, duduk termenung dimushalla yang sempit menunggu saat shubuh tiba, ku coba bertanya, salah dan dosa apa yg membuat ku jd menderita. Ku coba mengadu dalam balutan air suci yang menyatu, tak terasa air mata tanpa rasa malu menetes di atas sajadah itu, saat duka lara tiba2 saja level iman berada di puncak tertingginya. Allah masih sayang kepadaku, karena ia tak membuat aku melupakanNya, sehingga memberi kekuatan kepadaku tuk menghadapi hidup diluar sana. Saat pulang tiba, ku absen di tempat yg biasa, apa yg harus kukatakan pada keluargaku, apakah ku kan menyebabkan mereka sedih.&lt;br /&gt;Hanya 2 hari setelah kejadian itu ku tak masuk kerja, selanjutnya ku kembali melakukan aktivas seperti biasa, walau hanya dengan menggunakan 1 tangan. Sebulan ku berusaha menjadi kidal, dgn melakukan segalanya dgn tangan kiri, sebulan yang sangat berarti, yang menyadarkanku akan kesempurnaan itu. Banyak orang2 yang kurang beruntung yang tak memiliki anggota tubuh yang tak lengkap, alias cacat, namun mereka mempunyai semangat yang tinggi, yang melebihi puncak2 gunung yang menari, mereka tegar melebihi batu karang, tak pernah mereka mengeluh walau dalam hati, gigih dalam hidup demi yang terkasih. Sedang aku, bagai lampu yang mulai redup kehabisan pasokan listrik, kumulai tak mampu memberi penerangan pada hatiku sendiri dan ia mulai meraba raba didalam kegelapan yang mulai tercipta, saat semua yang indah mulai sirna. Tidak ku harus bisa, menggerakan motor semangat itu agar listrik2 dapat menjalar cepat, kembali lampu itu bersinar terang, bahkan lebih dari sebelumnya, agar tak aku saja yang dapat melihat, semua keindahan ini begitu nikmat, tuk dirasakan, disentuh dan diresap. Dalam kesadaran yg telah tercipta ini, hatiku mulai bisa tersenyum kembali, mantap, yakin dapat melewati hari2 yang penuh dengan berbagai macam perangkap, berjalan lurus kedepan menuju harapan impian.&lt;br /&gt;to be continued.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;091109 0024            sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8030447440573108910?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8030447440573108910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-2-ibu-jariku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8030447440573108910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8030447440573108910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-2-ibu-jariku.html' title='Baju kuning part 2&#xA;(ibu jariku)'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8451915769942762940</id><published>2009-11-08T03:24:00.001+07:00</published><updated>2009-11-08T03:24:29.074+07:00</updated><title type='text'>Tuk seorang teman</title><content type='html'>Apa yg kau takutkan teman, sebagai lelaki seharusnya kau bisa buktikan, kau layak sebagai pemimpin yang bisa diandalkan, tak perlu kau risau dgn segala penghalang, tak perlu ragu jika memang itu yg musti dilakukan, bangunkanlah orang itu, sudah seharusnya memang ia terjaga, saat yg lain menguras tenaga, sedikit sadarnya seharusnya dapat menuntaskan semua.&lt;br /&gt;Mengapa kau diam saja teman, meragu dalam bisu, tak bisa mengambil keputusan yg tepat, harus selesai kah atau hanya terlewat, jangan sampai kebaikan yg baru saja tercipta, kembali hancur menjadi kebencian yang nyata.&lt;br /&gt;Ternyata hanya segitu saja nyalimu, ok, ku coba mengerti, walau sulit kupahami, mungkin memang ada yg tak bisa dirubah, dari anggapan yg selama ini salah.&lt;br /&gt;Kali ini ku maklumi kau berbuat demikian, namun esok masih banyak lagi tantangan, kuharap kita kan buktikan, dapat bekerjasama sebagai atasan dan bawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081109 0422             sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8451915769942762940?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8451915769942762940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/tuk-seorang-teman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8451915769942762940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8451915769942762940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/tuk-seorang-teman.html' title='Tuk seorang teman'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5631041965416119815</id><published>2009-11-08T02:29:00.001+07:00</published><updated>2009-11-08T02:29:12.666+07:00</updated><title type='text'>Baju kuning part 1</title><content type='html'>Tak terasa sudah 6 tahun lebih aku memakai baju kuning ini, baju perjuangan yang mungkin kan selalu terkenang, ada kebanggan tersendiri memang, saat menyadari tak semua orang diberi kesempatan seperti ini, dengan mudahnya pesawat kunaiki, dgn cepatnya berganti pulau dalam sehari.&lt;br /&gt;Berawal dari lamaran itu, ada seorang kerabat yang memberi tahu bahwa ada kesempatan kerja pada sebuah perusahaan yg bergerak di bidang jasa, penjualan alat2 berat, bernama PT United Tractors, ada lowongan pada posisi sebagai seorang mekanik alat berat yg akan dikirim ke berbagai daerah diseluruh nusantara, layak dicoba menurutku yg telah merasa jenuh bekerja di pabrik selama 2 tahun sebelumnya, pabrik yg memproduksi salah satu produk mobil isuzu panther, tempat pekerjaan yg tadinya kuharapkan bisa menjadi tempat tuk merajut masa depan, namun apalah daya saat kontrak kerja habis, akupun dirumahkan, padahal aku sangat menginginkan kesempatan itu, kesempatan yang bisa mengantarkanku ke jepang, lumayan buat pengalaman dan penghasilan, karena bila telah menjadi karyawan tetap di PT Pulogadung Pawitra Laksana namanya, maka ada kesempatan diberangkatkan ke jepang selama 6 bulan untuk menjalani OJT.&lt;br /&gt;Impian hanya tinggal impian, saat langkah ku dijegal oleh orang2 yg punya kekuasaan, akupun ditendang, ternyata tes karyawan tetap itu hanya sebuah formalitas bagi kami orang2 yg terpinggirkan, karena kami tak mengenal siapapun pimpinan disana, karena memang bukan saudara, sementara mereka yg telah nyata kerabat dgn mudahnya mendekat dan mendapatkan tempat yg sangat kudamba menjadi karyawan tetap.&lt;br /&gt;Mungkin saat itu ku merasakan saat kehancuran hatiku yg paling dahsyat, kala mengetahui hasil tes karyawan tetap itu ternyata aku gagal, ku merasa tak berdaya dan kehilangan akal, ku langsung mengadu kepadaNya, mengapa ini terjadi, tanpa kutahu ternyata Allah telah menentukan jalanku kan lebih baik ditempat yg lain, dalam kehancuran itu ku benar2 parah, sampai hidungku mengeluarkan darah, entah apa karena kebetulan belaka, sudahlah, bila mengingatnya ku kembali berduka.&lt;br /&gt;Saat saat penantian itu masih penuh pengharapan, karena dijanjikan akan kembali dipekerjakan walau hanya sebagai karyawan kontrakan, namun tak pernah ku putus asa berharap karena merasa telah menyatu raga dgn tempat itu, lama sudah hingga tak ada lg kecewa tersisa, saat panggilan itu ada, awal nasibku selanjutnya.&lt;br /&gt;To be continued....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;081109 0324     sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5631041965416119815?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5631041965416119815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5631041965416119815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5631041965416119815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/baju-kuning-part-1.html' title='Baju kuning part 1'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8523567894867587800</id><published>2009-11-07T04:53:00.001+07:00</published><updated>2009-11-07T04:53:20.774+07:00</updated><title type='text'>Renungan dipagi hari</title><content type='html'>Di sisa pagi ini kucoba berfikir kembali, apa yg telah kulakukan malam tadi, sudahkah aku melakukannya sepenuh hati, sudahkah rasa ikhlas ini bersemi, di sela sela hati, saat kesombongan dan ego membakar laksana api, sehingga ranting itupun mati.&lt;br /&gt;Masih sulit rasanya tulus itu datang, masih berat rasanya saat pengabdian tanpa harap seakan melayang, sedikit yang kulakukan rasanya telah segudang, rasa riya, ingin dianggap perkasa, padahal semua palsu belaka.&lt;br /&gt;Dipagi yang semoga menjadi saksi, sedikit saja aku ingin membuktikan aku tidaklah seperti dulu lagi, sedikit demì sedikit biarlah dirì ini sakit, namun dgn hasil yang nyata ku kan buktikan kepada semua, bahwa aku bisa, menjadikan diriku sendiri sebagai tuan di hati ini, yg kan bersahabat dengan rasa ikhlas dalam ruang sanubari&lt;br /&gt;071109 0548             by: sl@m&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8523567894867587800?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8523567894867587800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/renungan-dipagi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8523567894867587800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8523567894867587800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/renungan-dipagi-hari.html' title='Renungan dipagi hari'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-7475453429413535172</id><published>2009-11-05T06:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T06:35:53.636+07:00</updated><title type='text'>kisah sedih selembar dendeng</title><content type='html'>kisah sedih selembar dendeng&lt;br /&gt;Kisah ini kupersembahkan teruntuk istriku cinta, yg kusayang Dewi&lt;br /&gt;Bosan ia dgn keadaannya yg telah sekian lama ditempat yg tak pernah disangka sangka, di dalam sebuah rak, bersama berbagai rupa2, dari mulai bumbu dapur, kecap, mie instant, garam, gula, bahkan makanan bayi. Pemandangan yg sama yg membuatnya jenuh tak terkira, sudah berapa lama ia sendiripun mungkìn lupa, yg menjadì hiburannya mungkin hanya berbagai wajah itu, wajah yg berganti ganti setiap harinya, diwaktu dan jam yg sama, sepertinya dunianya telah diatur, mau tak mau ia hanya bisa mengikutinya. Banyak wajah yg ia telah amatì, mungkin sudah takdirnya diberi kelebihan dapat mengetahui perasaan dari pemilik wajah2 itu hanya dgn sekali melihatnya, wajah2 yg mayoritas bermasalah, mungkin dalam keluarganya, mungkin dgn temanya, mungkin dgn anaknya atau pacarnya, atau orang disekitarnya, mulai dr masalah yg ringan sampai masalah yg mungkin hanya mati merupakan jalan keluar satu2nya. Sebuah hiburan yg aneh, yah tapì memang demikian, dgn mengamati wajah2 yg lewat didepannya, seolah ia merasa yg memiliki wajah itu, kadang ia tertawa sendiri, menangis sendiri, bahkan marah sendiri manakala berpindah pindah dari wajah satu ke wajah yg lainnya, bahkan kini ia dpt mengingat wajah yg sama yg pernah dilihat sebelumnya, ini jg salah satu kelebihannya, mempunyai daya ingat yg tinggi. Dengan memerankan perasaan dari wajah2 itu, ia merasa hidup, ia merasa bersosialisasi, ia merasa bermasyarakat, dan itu yg membuatnya bertahan selama ini, lupa akan kesedihannya sendiri, kesedihan yg terlalu dalam, karena terpisah dari bagian2nya yg lain yg sebelumnya utuh kini hanya terjebak di dalam ruang sempit, bening, kedap udara, ia merasa bahagia saat berbagai wajah itu melewatinya, namun beberapa saat dari waktunya, ia pun harus dihadapi dgn kenyataan dlm gelap saat wajah2 itu lenyap, menunggu esok lg saat semua terlelap, namun ia sendiri tak pernah lenyap dalam kesadarannya selalu hinggap. Saat itu tiba, saat kegelapan dimana mana, saat ia pun tak bisa melihat dirinya, pikiran itu muncul, mengapa aku ada?, mengapa aku tercipta?, dgn apa mengakhiri semua? agar terbebas dari rasa bosan yg benar2 nyata, ia memang tidak tahu untuk apa ìa tercipta, sengaja mungkin agar disaat2 akhir hayatnya ia sendiri yg akan menemukannya. Kali ini ia berdoa, walau tak tahu harus kepada siapa, tak ada memang agama yg mengajarkannya, tak tahu pula ia ada Tuhan, Allah swt yg selalu mengamati semua makhlukNya, namun ia mengerti dan memahami bahwasannya pastilah ada seorang zat penguasa, zat yg dgn kekuatanNya akan mengabulkan permohonannya. Ku mohon kepadaMu zat penguasa, bawalah aku dari tempat ini, pilihlah dari sekian banyak wajah itu untuk membawaku dari tempat ini, agar rasa bosan ini tak membunuhku dalam kejenuhanku. Tak terasa air mata membasahi sekujur tubuhnya, perasaan yg kuat yg mungkin dapat merobek semua, kini hari2nya adalah harapan, suatu saat semuanya ini kan segera berakhir, saat ia melihat wajah2 itu, tak perduli wajah bengis, kejam, sedih, gembira, bahagìa, ataupun terkadang ada wajah aneh yg ia sendiri pun tdk dapat mengartikan perasaan yg punya, ia akan selalu berusaha tersenyum, merayu, mengajak agar wajah itu membawanya pergi. Hari demi hari telah terlewati, kesabaran tiada henti telah mati, kering, menguap menghampiri matahari, keputus asaan datang, bagai gelombang pantai selatan yg menembus karang, senyuman itu hilang, ratapan yg makin panjang, menyayat hati semua rumput yg bergoyang, apakah doanya hanya sampai setengah jalan, menggantung diatas awan, dan terbawa angin nakal yg menerbangkannya menuju jurang, jurang yg dipenuhi berbagai mata pedang, siap mencabik tubuh hingga ke dasar tulang. Ia tidak tahu bahwa ada yg sedang tersenyum, tunggulah sayang, waktumu kan datang.&lt;br /&gt;Siang itu, saat udara mampu mendidihkan darah, saat semua orang enggan keluar rumah, mungkin berendam di dlm bak terbuka lebih disuka, saat itupun ia merasa lelah, walau ditempatnya berada, tak terasa panas itu sedikitpun juga, karena udara telah dijebak, melewati pajang pipa2 besi yg sangat dingin untuk kemudian dihembuskan secara berkala, jadilah ruangan itu sejuk bagai surga. Namun bukan karena itu ia lelah, bukan karena itu ia berduka, hatinya telah kecewa, mengharapkan yg tak mungkin ada, kini ia tak berani menatap, wajah2 yg kini berlalu lalang dìsekitarnya, lebih baik ia terpejam, agar kesadaran ini akan hilang, saat keputusasaan itu telah melekat didirinya, ia seolah merasa terbang melayang, ada tangan2 raksasa yg membawanya serta, masih bingung antara sadar dan khayal, ia memberanikan diri membuka matanya, samar2 kemudian makin jelas dan nyata, dihadapanya ada sebuah wajah ayu, mencerminkan pemiliknya yg lemah lembut, keibuan, penyayang, namun kadang bisa keras bila dibutuhkan, wajah yg menyejukan, namun kadang bs juga menjengkelkan. Wajah itu tersenyum, membolak balik diriku seolah mencari sesuatu, wajah itu nampak berfikir, akankah membawaku atau tidak, lama saat yg dinanti itu terjadi, namun ia menyaksikan sendiri, dirinya telah dibawa oleh pemilik wajah itu, xah seorang ibu muda bersama seorang anaknya sekitar 3 tahun, perempuan, sedikit pecicilan. Gembira luar biasa hatinya, kalau saja ia tidak takut ketinggian mungkin ia akan lompat tinggi kegirangan, terimakasih penguasa, doaku didengar juga, katanya. Tak ingin ia melewatkan kesempatan itu, ia menatap kembali kedalam wajah ibu yg telah membawanya pergi, wajah yg menurutnya sedang bahagia, walaupun samar terlihat bekas2 kecewa dan lelah, namun semua tak tampak, karena perasaan suka cita telah menyatu raga, memang wajah yg di inginkan tuk membawanya terbang dalam kesempurnaan. Akhirnya bebas juga dari tempat sialan ini. Tak lama kemudian garis sinar2 merah itu menjamahnya, sebelum ia disatukan ke dalam wadah beserta kebutuhan rumah tangga yg lainnya, tak mengapa, suasana yg br tak mungkin membunuhnya, bahkan menambah umurnya dari kematian yg sepi. Terayun ayun ia bergoyang kesana kemari, suatu keasyikan tersendiri, tak sadar kini ia pun dapat bernyanyi, lagu riang hati. Aku terpilih dari sekian banyak bagian diriku yg lain aku yg dipilih, kan ku tunjukan aku berguna, kan kubuktikan aku bisa, memberi manfaat bagi semua, selamat tinggal tempat terkutuk, ternyata sebelum dicampakkan karena usia aku telah terpilih.&lt;br /&gt;Tempat yg baru, suasana yg baru dgn wajah yg sama, wajah yg membawanya serta, wajah keibuan itu, seharusnya ia tahu sumber kebahagiaan pemilik wajah keibuan itu, yah sebuah nafas baru, sebuah awal yg menggeliat tanpa ragu, sebuah pengharapan bagi orang2 disekelilingnya yg telah byk mengorbankan masa dan biaya agar nafas baru itu ada, sebuah awal kehidupan fana, tangisan suka cita saat yg lain mulai terjaga. Bayi mungil itu rupanya sadar akan kedatangan ibunya, seolah ia ingin mengadu mengapa tak dìbawa serta, permintaan maaf telah diterima, saat akhirnya air suci itu menyentuh tenggorokannya, hanya air suci itu yg dibutuhkanya saat ini, aku melihat itu semua dari sini, dari dalam sebuah plastik bergambaq lebah bertulìskan alfa, nampaknya tempat itulah yg sebelumnya menjadi rumah dukaku, kini aku bahagia, rumah yg baru, penuh kebahagiaan tanpa tipu, namun dikamar yg lain terasa palsu. Rasanya telah bergalon galon air suci itu telah terkuras ketika dgn kelelahan sang bayi kembali tertidur pulas, aku pun hilang cemas, dikamar sempit nan remang ini, ternyata bahagia itu ada, bahagia yg tak dibuat buat seolah nyata. Merasa iri ia tanpa tahu disebrang pulau sana, jauh diatas gunung hitam batu bara, sang ayah terlihat lelah, penuh pengharapan akan kehadiran yg kmrn tak kunjung datang, penantian yg panjang, tanpa angan, hilang saat harus menghadapi sebuah kenyataan, waktu telah byk hilang, tanpa hasil yg gemilang. Namun kini sedikit demi sedikit, wajah sang ayah jadi berseri, kala suara tangis menggelegar membahana mengiasi alam dengarnya, berkat kecanggihan tekhologi, suara bisa dipindahkan dgn kecepatan melebihi kepak sayap burung gereja, walau tidak semua dgn cuma2, pastinya dgn biaya yg ada. Kembali ke kamar sang ibu, tak bisa tidur memang atau dilarang, saat seperti ini siang menuju petang, sibuk ia membereskan berbagai barang yg dibawa bersama diriku dan menghitung hitung bersama pena dan kertas, berapa pemasukan, berapa hutang, oh sungguh manusia tak bisa terlepas dari yg namanya uang, uang bukan segala galanya, namun sekarang segala galanya harus pake uang, bahkan untuk membuang barang, dari tubuh kita maupun dari tempat sembarang, untuk membawakupun harus dgn lembaran berharga itu, entah siapa tuan siapa, semakin abstrak kehidupan dijaman ini. Mengira telah dilupakan karena asyik dgn alam pikiran yg melayang, akhirnya kembali ia sadar dan memandang, kala sang ibu kembali membawa ke tempat selanjutnya, tempat yg mungkin kan menambah usianya, tempat dgn uap yg membekukan, kotak putih sempit itu nampakanya kan menjadi persinggahan, tuk selanjutnya diri kan diuraikan, menuju keabadian. Saat itu tiba, saat aku dikeluarkan dari kotak beku itu, saat kesadaran yg hilang tiba2 menghadang, aku dibebaskan dari pembungkusku, sebagian diuraikan dari tubuhku, aku melihat bagian tubuhku yg lain tersenyum dan ku balas dgn sedikit kerlingan, saat bahagìa ini tiba, saat diriku merasa berguna, melanjutkan nafas bagi makhluk yg lainnya, kudapat merasakan kala sebagian kecil diriku itu menggelepar, mendesis meringìs, saat minyak panas membungkusnya, kulihat senyum terakhir itu sebelum lenyap menguap keatas langit2 yg dipenuhi debu, sarang laba2 dan kotoran ngengat, seakan menanyaiku kapan ikut serta, menuju keabadian yg nyata, menuju satu saat semua rohku dikumpulkan, menjadi satu bagian, aku iri saat ini, mengapa tak sekaligus aku mandi di dalam minyak panas itu, apakah sebuah penghematan, dari selembarku yg hampir dilupakan, oh mungkin jg ini suatu kenikmatan, agar aku dpt melihat lebih banyak lagi senyuman, dari bagian diriku yg menguap lalu menghilang, hìngga akhirnya tersisa diriku sendiri yg kan tersenyum kepada pemilik wajah keibuan itu, yg dgn penuh kebaikan membawaku serta. Telah beberapa kali aku diuraikan, di keluar masukan ke dalam kotak putih itu, namun kali ini ada yg berbeda, aku tidak lg menikmati tidurku yg dingin membeku, aku berada ditempat gelap, bersama para katun bertubuh pengap, aku berkeringat, berontak, menuntut tempat tidurku yg dìngin dan berkilap, tak rela ku disini, saat ku rentan diserang belatung2 kebusukan yg membuat usiaku berkurang, saat kematian menjelang, kematian penuh kenistaan, terpisah dgn bagian dari diriki yg dikelìiingi senyuman, bila ku terus ditempat ini yg kudapat nanti hanya cemoohan, dan terbuang, bersama sampah comberan, ku kembali berdoa, agar dingin beku itu kembali tercipta, agar terhindar dari kebusukan yg nyata, ku telah berpengalaman dalam berdoa, bahwasanya Tuhan itu ada, Allah Tuhan ku zat penguasa itu, br kuketahui saat ku berada dirumah ini saat menyaksikan mereka yg bersujud dalam kesucian, menghadap memberi laporan jg pengaduan, tentang hidup dan juga kematian. Ku yakin tak lama lg ku kan dipindahkan, dan memang kenyataan, walau kebusukan sempat datang, menyerangku dgn garang, namun ku senang, kembali berbaring riang. Kotak bekuku, indahnya tempat persinggahan ini, terlelap kembali ku dalam dingin, ada yg berubah rasa dari diriku, gara2 serangan itu, sedikit kebusukan yg berbau apek kini melekat di diriku, entah apa kata mereka, mungkin telah berhasil membuat diriku sedikit dicemooh, saat ku mengecewakan sang ibu, yg masih rela mencerna diriku walau telah berbau. Kutersadar tiba2, kudengar suara gaduh, tak terasa ku melayang menembus kotak putih beku meninggalkannya, tertarik oleh cahaya2 bagian dari diriku, memberi kekuatanya agar aku dapat menyaksikan, sebuah kejadian yg memilukan, wajah keibuan itu terlihat marah, membela wanita yg telah melahirkannya, dari angkara murka durjana, tiba2 ku bisa merasakanya, perasaan sang ibu yg membela ibunya, marah, benci dan dendam, kepada orang yg melakukan semua ini, hingga kesedihan menjadi hiasan lampu gantung di langit2 penderitaan, aku ikut marah tanpa bisa melakukan apa2, ku hanya dapat berdoa, semoga semua masalah ini sirna, bagai tulisan diatas pasir pantai yg terhapus gelombang pasang, semoga sang ibu diberi ketabahan sang karang, yg tak mengeluh dihantam sang lautan, semoga semua balasan kan didapatkan sesuai dgn perbuatan. Tertarik ku kembali ke dalam kotak beku itu, kali ini tak dapat ku terpejam, tertahan oleh linangan air mataku yg menggenang, tak rela melihat pahlawanku diperlakukan sewenang2, entah tangis ini sampai kapan, ketika tiba2 aku kembali dikeluarkan, kali ini bersama tubuhku, tak terasa ternyata telah satu harian setelah peristiwa itu datang, ku melihat kotak putihku dibawa entah kemana, saat masih terpana ada yg berbisik kepadaku, setelah pertempuran yg nyata, masing membawa hartanya serta, kotak putih itu ternyata bukan bagian dari keluarga ini, hilang pergi terbawa bersama dendam dihati. Ku kembali ditempat gelap dan pengap ini, sementara, kebusukan kembali tertawa riang, saat mulai menyerangku dari belakang, tidak.. ini tidak boleh terjadi, Anggi, ku tahu itu namamu, cepat bawa seluruh tubuhku ke dalam minyak panas itu, sebelum kebusukan ini menjangkitiku, semoga sisa2 dari diriku ini dapat menambah aliran air suci dalam aliran tubuhmu, sampai hilang suara ini dibekap tangan2 busuk itu, air mataku mengalir, ku bertanya dalam diri, akankah ku dapat bertemu dengan diriku yg lain?&lt;br /&gt;05/11/09 07:16&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-7475453429413535172?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/7475453429413535172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kisah-sedih-selembar-dendeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7475453429413535172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/7475453429413535172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kisah-sedih-selembar-dendeng.html' title='kisah sedih selembar dendeng'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8060237819077933545</id><published>2009-11-02T22:53:00.000+07:00</published><updated>2009-11-02T22:57:31.422+07:00</updated><title type='text'>Kisahku bersama lumpur itu</title><content type='html'>siang itu nampak cerah, matahari laut bersinar dgn terangnya, seakan sanggup untuk menguapkan semua. Nampaknya mungkin akan menyegarkan bila membasahi diri dgn air agar tdk semua dari cairan ini meninggalkan tubuhku, mungkin juga berenang di kolam bersama teman2 akan sangat menyenangkan, mengingat saat ini air adalah satu2nya sahabat terbaik didunia.&lt;br /&gt;"bagaimana jadi kita berenang" kataku mengajak kedua temanku dan juga seorang adik laki2 ku, "jadi" berkata temanku menìmpali pertanyaanku, "tapi gimana nih kita tak punya duit buat ke kolam renang" aku mengingatkan, "gimana kalau kita ke laut saja" yg lain berfikir sesaat temanku ucu mengatakan idenya, tidak jauh dari tempatku memang laut terbentang luas bebas tuk dijamah, walau kini sebagiannya dimanfaatkan oleh para kaya buat menambah pundi2 mereka dgn membangun berbagai sarana rekreasi yg akhirnya membatasi putra putri negri tuk menikmati secara cuma2, tapi masih ada tempat yg menawarkan kebebasan tanpa uang tebusan, walau tidak seindah yg dibayangkan, namun lumayanlah tuk sekedar melepas penat yg ada, dan kesanalah tempat yg kami rencanakan akan kami datangi, fasilitas gratìs yg diberikan alam untuk para hamba.&lt;br /&gt;Berjalanlah ke empat anak itu, salah satunya aku, hampir sejaman waktu yg dibutuhkan menuju tepi laut, melewati gang2 sempit dan liku2 rumah yg tak simetris maklum nyaris kumuh, sebuah potret dari keganasan persaingan kota besar termasuk kota tempatku tinggal, namun kami tak pernah mempermasalahkanya, toh kami juga telah terbiasa darì mulai orok yg berdarah sampai duduk dibangku sekolah. Panas yg menyengat menghiasi perjalanan disiang itu, sesekali tawa dan canda bocah pecah ikut memberikan kesejukan yg memang diperlukan sebagai penghilang dahaga, maklum tak ada yg membawa minuman.&lt;br /&gt;Udara asin bercampur amis mulai menyerang melewati bulu2 hidung masuk ke jalur pernafasan, manakala langit yg dipenuhi burung pesisir seolah memayungi kami dari teriknya mentari, yah cakrawala dan laut menjadi satu dalam garis lurus didepan sana, pemandangan yg indah ciptaan Tuhan, berlari mereka sambil tertawa lepas layaknya anak kecil yg br saja dibelikan mainan oleh orang tuanya, manakala kaki2 telanjang karena sandal telah dilepaskan meninggalkan jejak2 di pasir hitam, sesekali cipratan air mengenai tubuhku saat canda dan tawa itu menjadi satu, udara yg menyegarkan tak sedikitpun terasa sisa pembakaran, angin yg bertiup kencang seolah mengajakku terbang membuat iri sang gravitasi.&lt;br /&gt;Pantai yg landai, gelombang yg datar, air laut yg berwarna keruh kehitaman, cukup membuatku takjub dan tak ingin segera beranjak, entah mengapa tak berminat lg tuk menceburkan diri ini kedalam air asin itu, malah terkesima walau telah beberapa kali ke tempat ini tuk hanya menatap kedepan dan melihat yg lain saling berkejaran. Waktupun tak terasa telah petang, tawaran kerang bakar dari orang sekitar tak mampu kami tolak dan masih menyisakan manisnya aroma daging kenyal kuning kemerahan itu, waktunya pulang, tak ingin melewati jalan yg sama kala td datang, kamipun mengikuti serombongan orang didepan, yg tiba2 saja menghilang tertutup tingginya alang2, terus mencari sambil mengikuti jejak samar yg tak mampu kami cari, luka kaki ini terkena karang tadi mulai terasa perih membuat kerut didahiku, ah tanah lapang itu terlihat sebagai jalan yg akan mengantarkanku pulang, melewati pipa2 sisa pembangunan, nampak pondasi2 cakar ayam dari jalan tol yg blm terselesaikan menghiasi pemandangan didepan, berjalan terus walau rasa lelah kini seakan telah menjadi sahabat kami yg baru, debu bercampur lumpur dan pasir laut menghiasi sekujur kaki ku, tak bedanya dgn olesan mentega pada roti yg dimakan kala pagi di dalam rumah besar itu, mencari pembersih diri akhirnya kutemukan genangan itu, berlari ku melewati teman2ku, bersemangat aku tuk menjadi juara satu, tapi hal yg tak terduga terjadi, hal yg hanya kulihat dari layar televisi kini kualami sendiri, lumpur itu menghentikan langkahku, mengajakku masuk ke dalam perutnya, kucoba berontak dan menyelamatkan alas kakiku, berhasil memang, namun kini sebatas pinggang ke bawah telah hilang, untung kesadaran blm dipanggil pulang, ku rebahkan diriku berteriak memanggil teman2ku, walah mereka malah menjauh, kuberontak sekali lagì dari tangan2 itu, bisa ya aku harus bisa walau tambah kotor diri ini, itu jauh lebih baik dari pada tangisan orang tuaku yg kebingungan mencarì jasad anaknya diantara genangan ini. Peluh dan lengketnya liat tanah bercampur menjadi satu, saat nafasku memburu, mengajak lebih banyak udara tuk segera mampir kedalam paru2ku, agar berlanjut nyawa ini, akhirnya luput juga dari kematian yg tak diduga, saat pijakan keras kembali terasa, tersenyum ku dalam hati, sembari memaksakan diri tuk mencari, air pembersih diri, sialan mereka dìsaat aku kesusahan tadi malah tertawa, ya sudahlah memang ada lucunya, mirip pemaing lenong dgn segala pernak perniknya. Kubasuh tubuh ini dgn air yg akhirnya kutemukan juga, berputar putar sebelum akhirnya memutuskan tuk bertanya, pada salah seorang pekerja yg tengah melintas disana, mau juga ia menunjukan jalan keluar dari tempat ini, tempat yg seharusnya menjadi kuburanku hari ini, bagai malaikat penolong pekerja itu bagiku, saat lelah membuat otak tak lagi berfikir sehat, jawaban telah diberikan, akhirnya bisa juga aku pulang, tuk mengakhiri petualangan harì ini. Bayang bayang pondasi cakar ayam dari jalan tol yg blm jadi, miring menghiasi jalan terakhir dari kawasan yg usai dikunjungi, haus, lapar, letih, telapak kakì yang berlubang melawan karang memberi kesan tersendiri, kisah ini selalu kan teringat dihati, betapa umur dan mati bukan milik diri, walaupun kita yakin kapan waktu itu kan datang sendiri, sebuah usaha tuk memperjuangkan hidup telah ku tunjukan saat itu, bukti nyata berharganya setiap nafas yg kita lakukan, degup jantung yg diluar kesadaran dan kedipan mata yg tak diperintahkan, semoga mentari yg menyinari sore itu kan selalu teduh menyaksikan kamì yg melangkahkan kaki, kembali menuju pembaringan yg utuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8060237819077933545?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8060237819077933545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kisahku-bersama-lumpur-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8060237819077933545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8060237819077933545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kisahku-bersama-lumpur-itu.html' title='Kisahku bersama lumpur itu'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5014388009578391430</id><published>2009-11-02T03:26:00.001+07:00</published><updated>2009-11-02T03:26:17.050+07:00</updated><title type='text'>Renungan malam</title><content type='html'>01/11/09  23:01&lt;br /&gt;Malam kadang menyenangkan, karena dgn mudahnya kita dapat menghayati alam, melihat kedalam diri sendiri memenuhi sebuah perenungan yg tak akan terhenti hingga jawaban2 itu muncul dari celah2 hati, memang kita sendiri lah yg nantinya akan menjawab pertanyaan yg ditanya oleh buah pikiran korban keadaan, tak mampu diselesaikan dalam sesaat, dan seolah waktu pun tak bersahabat, ketika kita ingin cepat, ketika itupun kita dijegal, dipaksa agar selalu terlambat, kesunyian yg tak akan pernah berakhir, seiring hembusan nafas mengalir, sukar untuk kuraih keramaian itu, walau terasa dekat ia pun menjauh ketika aku mulai menghampirinya, seorang diri aku berkelana di batas impian ini.entah sampai kapan kesadaran itu tak kunjung datang, kemarilah sayang, bangunkan aku dari tidur panjang ini, bawalah aku ke dunia nyatamu, dimana yg baik memang berkata baik, dan kedengkian mungkin hanya dongeng dimasa lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5014388009578391430?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5014388009578391430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/renungan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5014388009578391430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5014388009578391430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/renungan-malam.html' title='Renungan malam'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-823930429950652214</id><published>2009-11-01T23:06:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:06:06.056+07:00</updated><title type='text'>Pertarungan di pagi hari</title><content type='html'>Aku hampir saja menyerah oleh serangan ini, aku hampir kalah dalam melawan rasa kantukku sendiri, ingin kutetap terjaga, tuk merenungi setiap hembusan udara malam yg membawa cerita, berbagai kisah dapat terlihat walaupun samar dan kadang menghilang, hanya perlu satu saja dari kisahku sendiri yg nantinya pun akan terbawa angin dan menjadi embun pagi yg menyegarkan setiap sanubari di bumi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-823930429950652214?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/823930429950652214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pertarungan-di-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/823930429950652214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/823930429950652214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pertarungan-di-pagi-hari.html' title='Pertarungan di pagi hari'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-6826010990863642225</id><published>2009-11-01T23:04:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:04:57.114+07:00</updated><title type='text'>Catatan pagi</title><content type='html'>Mataku mengapa kau menghianatiku&lt;br /&gt;Saatku ingin kesadaran ini tetap bersamaku&lt;br /&gt;Jangan dulu kau tutup kelopak itu&lt;br /&gt;Sebelum kutahu apa yg harus kulakukan terhadap diriku yg sedang meragu&lt;br /&gt;Kusadar kutak mungkin berharap&lt;br /&gt;Akan sebuah keinginan yg tak mungkin terhinggap&lt;br /&gt;Haruskah aku selalu lemah dan meratap&lt;br /&gt;Disetiap puing puing hati yg tak mungkin lagi dapat terlelap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-6826010990863642225?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/6826010990863642225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/catatan-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6826010990863642225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6826010990863642225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/catatan-pagi.html' title='Catatan pagi'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-6483273061644730153</id><published>2009-11-01T23:03:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:03:58.059+07:00</updated><title type='text'>Kegelapanku</title><content type='html'>Kegalapan telah datang, kegelapan yg kubiciptakan sendiri, ya cahaya lampu itu terlalu mengganggu, saat kelopak mata ingin terpejam, saat kesunyiaan yg diinginkan telah datang, saat ramai2 serangga malam mencari makan, saat suara alam bersenandung menyanyikan lagu kerinduan, akupun berusaha terpejam, walau kenangan itu datang dan selalu mengalang, lelah aku dibuatnya tak juga lekas menghilang, ku luruskan kakiku seolah telah tertekuk berjam jam,nikmatnya udara malam ini tanpa sedikitpun ku hirup nikotin sialan itu, lelapku blm juga datang, sekarang hanya bisa menerawang angan2, selamat malam teman, semoga tidurmu awal bagi mimpi2 indahmu yg selalu terbayang walaupun kau bahkan lupa telah mengalaminya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-6483273061644730153?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/6483273061644730153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kegelapanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6483273061644730153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6483273061644730153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kegelapanku.html' title='Kegelapanku'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5853347533880939248</id><published>2009-11-01T23:02:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:02:32.059+07:00</updated><title type='text'>Lautan cahaya</title><content type='html'>Lautan cahaya, teringat kembali td waktu berada diangkasa, entah mereka yg bergerak mundur atau sayap2 ini yg meluncur ke depan, namun yg kupastikan, makin jauh saja jarak yg terbayang, saat lamunan, debar dan doa menjadi satu kusadar harapanku tertinggal disana, tapi biarlah, kali saja berguna tuk menyemangati separuh jiwa yang memang sengaja tak ku bawa.&lt;br /&gt;Lautan cahaya, andai kubenar2 bisa menikmatinya, bukan malah sibuk memadamkan asa yang ada&lt;br /&gt;Lautan cahaya, coba kau lihat aku dari atas sana, ku telah membaur menjadi serpihan2nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5853347533880939248?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5853347533880939248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/lautan-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5853347533880939248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5853347533880939248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/lautan-cahaya.html' title='Lautan cahaya'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-8282575397740189317</id><published>2009-11-01T23:01:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:01:48.057+07:00</updated><title type='text'>Sesaat sesampainya di bandara</title><content type='html'>Taukah kau bila rasa sunyi itu tiba, sudah rindu aku ketika rasa bosan saja br memulainya, daun yg menari tertiup angin seakan mengejeku, "terlalu dini tuk melepas semua" gemuruh yg menyesakan di hatiku, tak sanggup kubendung dgn seribu kesibukan yg kubuat2, seakan mereka sadar, merekalah yg berkuasa, iya.. sudah aku menyerah.. jangan kau ganggu aku lagi dgn gulana itu, aku sedih disaat seharusnya ku bisa mencicipi sedikit saja dari bahagia itu, namun mungkin aku belum seberuntung itu, pertaruhan yg menghasilkan kegagalan yg sangat dalam. Remang2 lampu gantung di bandara, mulai bersinar menggantikan sang mentari yg mulai mengantuk, tak tahu kuharus berbuat apa, tak tahu dgn siapa ku bertanya, semoga kesempatan itu masih ada, dalam diriku yg tiba2 sok religius berdoa, "ya Allah ampunilah kesalahan hamba yg nista ini, rubah lah hamba yaa Allah menjadi pengabdìmu yg setia, tanpa mengharapkan segala dunia dan isinya, berharap Ia mau sedikit saja tersenyum padaku, walau kutahu tak pantas aku diber itu, tp aku yakin Ia maha pemurah, walau beberapa kali di khianati pun Ia masih ramah, bodohnya aku, semua tanda2 alam tak dapat ku cerna, naif nya aku, seakan seorang diri aku di dunia, lihatlah sekitarmu kawan, apakah tak ada sedikitpun yg kau perhatikan, akankah kesedihan ini berkelanjutan, aku yakin dan sadar tidak, namun kutakut jika rasa senang tiba ku kembali melupakanMu, jadi kucoba menikmati masa2 ini walau penuh dgn keluhan dan memaki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-8282575397740189317?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/8282575397740189317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/sesaat-sesampainya-di-bandara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8282575397740189317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/8282575397740189317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/sesaat-sesampainya-di-bandara.html' title='Sesaat sesampainya di bandara'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-6138229734194392777</id><published>2009-11-01T23:00:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T23:00:21.052+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran dari mentari</title><content type='html'>Lihatlah sang mentari, tak egois ia menguasai hari, mau berbagì dgn sang rembulan dlm peredarannya, ia jg mau memberi sedikit sinarnya, karena tau sang rembulan tak mampu menciptakan cahayanya sendiri, rela ia berkorban membakar dirinya hanya untuk memberi pelita dari kegelapan abadi semesta, ia sadar sinar saudara2nya terlalu jauh darinya tuk membantu menerangi tata surya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-6138229734194392777?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/6138229734194392777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pelajaran-dari-mentari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6138229734194392777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/6138229734194392777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/pelajaran-dari-mentari.html' title='Pelajaran dari mentari'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-2241996695558521757</id><published>2009-11-01T22:59:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T22:59:07.090+07:00</updated><title type='text'>Catatan sore ini</title><content type='html'>Angin yang bercampur garam dan aroma amis, ciri khas udara kawasan tepi laut menari berkejaran melewati sela2 batang dan daun2 pagar hunian yg setengah terpelihara, jemuran menggantung belum lagi kering karena lembab yang dengan angkuhnya menghalang-halangi butiran2 air yg terjebak diserat2 katun, menghasut mereka agar tidak usah terbang ke langit tuk sekedar mampir ke pelataran cahaya, walaupun mereka telah yakin karena mungkin cerita2 leluhur mereka bahwa tdk sampai sekejapan mata mungkin mereka telah sirna, terurai sampai mereka tak mengenali diri sendiri, menunggu sang alam menyatukan mereka kembali kerupa yang sama, walau dgn bagian2 tubuh mereka yg mungkin mereka tidak mengenalinya, namun pasti mereka yakin dan percaya, bagian dari mereka yg lain pun akan mengalami hal yang sama, sang alam telah mengatur sedemikian rupa agar keseimbangan selalu menjadi nyata.&lt;br /&gt;Kelembaban akhirnya menyerah oleh aroganya sinar surya yg dgn angkuhnya memberi perintah agar mereka semua menghampirinya, walaupun mereka tahu itu sama saja bunuh diri, tapi mereka tau diri, dgn kematian mereka mungkin kan berguna bagi yang lainnya, alangkah sombongnya aku tak bisa menyimak ini semua, pengorbanan yg mungkin tidak berharga namun menjadi suatu penyelamat yg luar biasa, bukan kecil ternyata yg menjadi ukuran dalam menyerahkan segenap dari kita, namun lihatlah tanpa mengeluh sedikitpun mereka melakukanya, ya, hanya ikhlas yg dapat menundukan wajah sang Pencipta tuk memberikan senyumannya yg membuat semua mayat pun bergembira, hanya ikhlas yang merubah aroma iri dan lezatnya dengki menjadi sebuah masakan yang mengenyangkan bagi hati yang lapar setelah sekian lama teracuni oleh andai2 keji.&lt;br /&gt;Kali ini angin ikut tersenyum kepadaku, karena ia mengetahui aku tau akan perjumpaanya td walau sesaat dgn sang air, mungkin ia merasa malu kuperhatikan, terlihat dari rona pipinya yang memerah, dan caranya menggodaku dgn menyentuh bahkan sekali kali memeluk seluruh permukaan tubuhku, genit kau angin, ku berkata, namun ia malah tambah bersemangat memberikan kesejukan yg luar biasa, hahahaha matahari yg merasa iri, hanya bisa memiringkan bibirnya, waktuku tak tersisa banyak katanya, biarlah sebagìan orang mencibirku, namun kan masih banyak yang mendewakanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-2241996695558521757?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/2241996695558521757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/catatan-sore-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2241996695558521757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/2241996695558521757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/catatan-sore-ini.html' title='Catatan sore ini'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-5440427976663424016</id><published>2009-11-01T22:57:00.003+07:00</published><updated>2009-11-01T22:57:48.095+07:00</updated><title type='text'>Berputar</title><content type='html'>berputar dan berputar, semua yg ada di sekelilingnyapun ikut berputar, memang sebuah proses sejak awal terciptanya semesta harus berputar, sebuah energi yang tak kan hilang, sebuah kekuatan maha dahsyat dari sebuah putaran, menghasilkan sinkronisasi yang indah tuk dinikmati dalam perjalanan dari datang dan kembali, unik memang tanpa kita sadari kita pun sedang berputar, walau semu dan abstrak, lihat bumi ini dan kita di dalamnya, lihat hidup ini dan kita menjalaninya, lihatlah kamar yg ikut berputar saat kesadaran yg kita miliki msh setengah jalan, lihatlah dan lihatlah, peredaran darah yg sebenarnya jg sebuah perputaran walau tdk jelas berupa lingkaran atau bukan,saat putaran terhenti sebenarnya untuk berganti posisi,bisa jg sebuah awal baru dari perputaran baru, jika berputar terbalik bukan berarti tidak bs hanya mungkin terlihat aneh, seolah jam berputar terbalik kembali ke masa lalu, namun bukankah kita tdk bs kembalì ke masa laku, tentu saja tdk secara lahir, namun dlm fikiran kita mampu melompati sang waktu, karena fikiran tdk terikat dgn ruang dan waktu, namun buat apa? Apakah ingin mengingat kegagalan2 yg membuat hati tersenyum kecut, atau mengenang kesuksesan yg membanggakan sampai ingin rasanya waktu terhenti disitu. Hanya kita yang mampu menyadarinya sendiri, kembali ke putaran, anda merasa berhenti berputar? Atau berputar terlalu cepat atau lambat? Ah mungkin hanya perasaan anda saja kali, tapi bisa jadi memang demikian, perputaran tiap orang memang berbeda, ada yg bikin pusing karena saking cepatnya, ada yg menguji kesabaran kita saking lambatnya, tp ayolah kita masih berputar bukan? Bagaimana mengasyikan bukan menyadari setiap lintasan mempunyai keindahanya masing2, tak ada kekakuan disana, ingat lingkaran sempurna nyaris tak punya sudut sama sekali, inginkah anda mempunyai lingkaran yg sempurna? Kembali jawabanya ada dlm diri anda, terakhir, mampukah kita mengenali lintasan kita sendiri? So selamat berputar teman2, ku harap anda tdk dibuat pusing karenanya&lt;br /&gt;Slam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-5440427976663424016?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/5440427976663424016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/berputar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5440427976663424016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/5440427976663424016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/berputar.html' title='Berputar'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-4660867505678719360</id><published>2009-11-01T22:53:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T22:53:20.058+07:00</updated><title type='text'>Kesal menunggu</title><content type='html'>Panas berkejaran dgn debu dan bising, perjuangan dgn kecepatan cahaya mendapatkan hasil yg tak terduga, merangkak ia menghampiri, mengujì kesabaranku sendiri, masih menikmati debu dan bising tadi, walau sang panas sebenarnya iri tak mengikuti, kuberteduh dibawah bayang2 nabati, dikelilingi aroma buah yg tak mungkin kubeli,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-4660867505678719360?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/4660867505678719360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kesal-menunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4660867505678719360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/4660867505678719360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/kesal-menunggu.html' title='Kesal menunggu'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6226848443802362068.post-176337021150746422</id><published>2009-11-01T22:31:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T22:31:39.184+07:00</updated><title type='text'>Terbang</title><content type='html'>Terbang&lt;br /&gt;Kuingin terbang meninggalkan semua yg sedang kulakukan, kau tahu mengapa? Aku sangat kehilangan, sebuah kasih sayang yang tak mungkin kudapatkan jika ku terus disini, terpenjara oleh debu hitam ini, terjebak tebing2 tinggi yang sulit bagiku tuk mendaki, ku harus terbang, entah nanti aku terjengkang atau hilang ditelan gelombang, kan kukejar kau yg ada diseberang&lt;br /&gt;By: sL@M&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6226848443802362068-176337021150746422?l=slam201080.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam201080.blogspot.com/feeds/176337021150746422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/terbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/176337021150746422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6226848443802362068/posts/default/176337021150746422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam201080.blogspot.com/2009/11/terbang.html' title='Terbang'/><author><name>Oom sl@m</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04793069282835047201</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_z9fpbsBw6FQ/TAE2BOGUjHI/AAAAAAAAALE/JmC18xeX3Tw/S220/narsis.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
